Kementerian Kelautan dan Perikanan
Alamat: Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Lt. 3A – Jakarta Pusat
Telepon: (021) 3519070
Fax: (021) 3519133
Email: humas@kkp.go.id
Website: www.kkp.go.id
Profile: Menteri Kelautan dan Perikanan

 

Dokumen Kebijakan

Sejarah

Sejak era reformasi bergulir di tengah percaturan politik Indonesia, sejak itu pula perubahan kehidupan mendasar berkembang di hampir seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti merebaknya beragam krisis yang melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satunya adalah berkaitan dengan Orientasi Pembangunan. Dimasa Orde Baru, orientasi pembangunan masih terkonsentrasi pada wilayah daratan.

Sektor kelautan dapat dikatakan hampir tak tersentuh, meski kenyataannya sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh Indonesia sangat beragam, baik jenis dan potensinya. Potensi sumberdaya tersebut terdiri dari sumberdaya yang dapat diperbaharui, seperti sumberdaya perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya laut dan pantai, energi non konvensional dan energi serta sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui seperti sumberdaya minyak dan gas bumi dan berbagai jenis mineral. Selain dua jenis sumberdaya tersebut, juga terdapat berbagai macam jasa lingkungan lautan yang dapat dikembangkan untuk pembangunan kelautan dan perikanan seperti pariwisata bahari, industri maritim, jasa angkutan dan sebagainya. Tentunya inilah yang mendasari Presiden Abdurrahman Wahid dengan Keputusan Presiden No.355/M Tahun 1999 tanggal 26 Oktober 1999 dalam Kabinet Periode 1999-2004 mengangkat Ir. Sarwono Kusumaatmaja sebagai Menteri Eksplorasi Laut.

Selanjutnya pengangkatan tersebut diikuti dengan pembentukan Departemen Eksplorasi Laut (DEL) beserta rincian tugas dan fungsinya melalui Keputusan Presiden Nomor 136 Tahun 1999 tanggal 10 November 1999 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Departemen. Ternyata penggunaan nomenklatur DEL tidak berlangsung lama karena berdasarkan usulan DPR dan berbagai pihak, telah dilakukan perubahan penyebutan dari Menteri Eksplorasi Laut menjadi Menteri Eksplorasi Laut dan Perikanan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145 Tahun 1999 tanggal 1 Desember 1999. Perubahan ini ditindaklanjuti dengan penggantian nomenklatur DEL menjadi Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan (DELP) melalui Keputusan Presiden Nomor 147 Tahun 1999 tanggal 1 Desember 1999.

Dalam perkembangan selanjutnya, telah terjadi perombakan susunan kabinet setelah Sidang Tahunan MPR tahun 2000, dan terjadi perubahan nomenklatur DELP menjadi Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sesuai Keputusan Presiden Nomor 165 Tahun 2000 tanggal 23 November 2000 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Wewenang, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Departemen.

Kemudian berubah menjadi Kementrian Kelautan dan Perikanan sesuai dengan Peraturan Presiden No. 47 tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, maka Nomenklatur Departemen Kelautan dan Perikanan menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan, sedangkan struktur organisasi pada Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak mengalami perubahan.

Dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 165 Tahun 2000 tersebut, pada November 2000 telah dilakukan penyempurnaan organisasi DKP. Pada akhir tahun 2000, diterbitkan Keputusan Presiden Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen, dimana organisasi DKP yang baru menjadi :

  1. Menteri Kelautan dan Perikanan;
  2. Sekretaris Jenderal;
  3. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap;
  4. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya;
  5. Direktorat Jenderal Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan;
  6. Direktorat Jenderal Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pemasaran;
  7. Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-pulau Kecil;
  8. Inspektorat Jenderal;
  9. Badan Riset Kelautan dan Perikanan;
  10. Staf Ahli.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Preaturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006, maka struktur organisasi KKP menjadi :

  1. Menteri Kelautan dan Perikanan;
  2. Sekretaris Jenderal;
  3. Inspektorat Jenderal;
  4. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap;
  5. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya;
  6. Direktorat Jenderal Pengawasan & Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan;
  7. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan;
  8. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;
  9. Badan Riset Kelautan dan Perikanan;
  10. Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan;
  11. Staf Ahli.

Tebentuknya Kementrian Kelautan dan Perikanan pada dasarnya merupakan sebuah tantangan, sekaligus peluang bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Artinya, bagaimana KKP ini menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu sektor andalan yang mampu mengantarkan Bangsa Indonesia keluar dari krisis ekonomi yang berkepanjangan. Setidaknya ada beberapa alasan pokok yang mendasarinya.

Pertama, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau 17.508 dan garis pantai sepanjang 81.000 km tidak hanya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia tetapi juga menyimpan kekayaan sumberdaya alam laut yang besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Kedua, selama beberapa dasawarsa, orientasi pembangunan negara ini lebih mangarah ke darat, mengakibatkan sumberdaya daratan terkuras. Oleh karena itu wajar jika sumberdaya laut dan perikanan tumbuh ke depan.

Ketiga, dikaitkan dengan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatnya kesadaran manusia terhadap arti penting produk perikanan dan kelautan bagi kesehatan dan kecerdasan manusia, sangat diyakini masih dapat meningkatkan produk perikanan dan kelautan di masa datang. Keempat, kawasan pesisir dan lautan yang dinamis tidak hanya memiliki potensi sumberdaya, tetapi juga memiliki potensi bagi pengembangan berbagai aktivitas pembangunan yang bersifat ekstrasi seperti industri, pemukiman, konservasi dan lain sebagainya.

Pemberitahuan Perubahan Nomenklatur Departemen Kelautan dan Perikanan Menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan

Perubahan Nomenklatur Departemen menjadi Kementerian: Dengan ditetapkannya Peraturan Presiden No. No. 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, maka Nomenklatur Departemen Kelautan dan Perikanan menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan, sedangkan struktur organisasi pada Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak mengalami perubahan.

Visi Kementerian Kelautan dan Perikanan 

Visi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode tahun 2019. Sebagai bagian dari lembaga Pemerintahan Indonesia yang membidangi urusan kelautan dan perikanan, maka visi KKP selaras dengan visi pembangunan nasional serta bertujuan untuk mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritime dunia. Visi KKP adalah sebagai berikut:

“ Terwujudnya pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan secara berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan untuk kemakmuran rakyat.”

Visi KKP mengandung 3 esensi, yaitu Kedaulatan (Soverignity), Keberlanjutan (Sustainibility), dan Kemakmuran (Prosperity).

Kepentingan nasional yang dimandatkan kepada KKP utamanya adalah terkait dengan pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing, yang akan berdampak pada aspek produksi, nilai tambah dan daya saing, pemasaran serta konservasi dengan didukung oleh SDM kompeten dan IPTEK yang inovatif. Hal tersebut mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritime dunia.

Kedaulatan diartikan sebagai kemandirian dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya kelautan dan perikanan dengan memperkuat kemampuan nasional untuk melakukan penegakan hukum demi mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain.

Keberlanjutan dimaksudkan untuk pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya KP secara lestari sehingga dapat memperkuat daya saing bagi pencapain kemajuan dan kemandirian bangsa di masa mendatang.

Kemakmuran dicapai melalui pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan pendapatan dan pemerataan pendapatan sehingga akan meningkatkan taraf hidup dan ketentraman masyrakat kelautan dan perikanan.

Misi Kementerian Kelautan dan Perikanan

Misi KKP merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Perumusan misi mengacu kepada tugas, fungsi KKP dan dijabarkan dari misi pembangunan nasional. Misi Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah:

  1. Mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya kelautan dan perikanan , dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
  2. Memperkuat jati diri sebagai negara maritim/kepulauan.
  3. Mewujudkan kualitas hidup masyarakat kelautan dan perikanan yang tinggi, maju dan sejahtera, serta berkepribadian dalam berkebudayaan.
  4. Mewujudkan usaha kelautan dan perikanan yang berkelanjutan yang didukung oleh sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan IPTEK yang inovatif.
  5. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim/kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

TUJUAN

Tujuan merupakan penjabaran dari visi dan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka mencapai sasaran program prioritas Kabinet Kerja. Oleh karena itu, tujuan pembangunan kelautan dan perikanan adalah: Mengelola sumberdaya kelautan dan  perikanan secara berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kemakmuran masyrakat kelautan dan perikanan.

SASARAN STRATEGIS

Sasaran strategis pembangunan kelautan dan perikanan tahun 2015-2019 sebagai penajabaran Visi dan Misi pembangunan nasional ddan Visi Misi KKP, ditetapkan melalui tahapan-tahapan berdasarkan tujuan yang akan dicapai dan arah kebijakan yang ditetapkan. Sasaran strategis pembangunan kelautan dan perikanan disusun dengan pendekatan metoda Balanced Scorecad (BSC) yang dibagi dalam empat perspektif, sebagai berikut:

  1. Konstribusi KKP bagi pemenuhan kebutuhan dan ekspektasi stakeholders.
  2. Pemenuhan kebutuhan pelanggan (masyarakat kelautan dan perikanan).
  3. Internal Process. Proses kerja kunci yang dilakukan untuk meningkatkan kontribusi KKP.
  4. Learning and Growth. Pemenuhan mutu SDM, organisasi, informasi dan teknologi, dan anggaran dikelola.

Sumber: http://kkp.go.id/index.php/sejarah-terbentuknya-kementrian-kelautan-dan-perikanan-kkp/


Kementerian Kelautan dan Perikanan