GORONTALO – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, Provinsi Gorontalo, terus memperkuat sektor perdagangan, dengan merevitalisasi empat pasar tradisonal yang tersebar di daerah itu. Yaitu pasar di Kelurahan Liluwo, Pasar Moodu di Kecamatan Kota Timur, Pasar Biawu di Kecamatan Kota Selatan, dan pasar Dungingi di Kecamatan Dungingi.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengatakan, revitalisasi pasar ditunjang dengan peningkatan akses jalan. Semua jalan menuju pasar telah diperlebar sebagai penunjang revitalisasi pasar. “Hal itu dimaksudkan sebagai peningkatan kualitas sarana dan prasarana untuk mendukung kawasan ekonomi tingkat kecamatan,” katanya, Senin (20/3).

Selain jalan, saluran air juga telah diperbaiki, agar tidak ada lagi genangan di sekitar pasar, bahkan bisa menghindarkan kawasan itu dari banjir jika hujan turun dengan intensitas tinggi. Dengan revitalisasi itu, Marten menginginkan agar perekonomian masyarakat bisa meningkat, sehingga mampu menambah pendapat asli daerah yang nyatanya diperuntukan bagi rakyat.

Dari hasil revitalisasi juga, diharapkan masyarakat mampu bersaing dengan pasar modern. Apalagi Kota Gorontalo sebagai daerah jasa, yang tentunya semua roda perekonomian berputar di daerah tersebut. “Jika pasar menjadi lebih baik, maka masyarakat dan pedagang juga bisa menikmatinya. Revitalisasi juga mampu menghindarkan pasar dari kesan kumuh dan penuh sampah,” katanya.

HUT Kota Gorontalo yang ke 289 pada 19 Maret, dijadikan sebagai refleksi pemerintahannya yang sudah berjalan tiga tahun. Refleksi itu berupa evaluasi sejauh mana perkembangan kemajuan pembangunan maupun peningkatan kesejahteraan rakyatnya.

Sumber : http://www.kemendagri.go.id/news/2017/03/20/kota-gorontalo-revitalisasi-empat-pasar-tradisional