danau toba

Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-71 “Indonesia Kerja Nyata” akan berlangsung di Balige (Tobasa) dan Parapat (Simalungun) Toba, Sumatera Utara (Sumut) pada 20-21 Agustus 2016. Dipilihnya Danau Toba menjadi lokasi Karnaval Kemerdekaan tahun ini dalam rangka menggaungkan Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan dan menjadi salah satu “10 Bali Baru”.

 

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan kegiatan Karnaval Kemerdekaan, dahulu dikenal dengan Karnaval Budaya dari 34 provinsi se-Indonesia diselenggarakan di sekitar Istana Negara Jakarta, sejak tahun 2015 dilaksanakan di daerah. Tahun lalu berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) sedangkan tahun ini di Danau Toba, Sumut dengan tema karnaval “Pesona Danau Toba”.

 

“Even Karnaval Kemerdekaan menjadi agenda Kemenpar. Presiden Joko Widodo memilih Danau Toba sebagai pusat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-71 dengan tujuan membangkitkan kebanggan berbangsa dan menjadi penyulut semangat Indonesia kerja nyata, serta untuk menindaklanjuti kebijakan nasional dalam pembangunan kepariwisataan agar lebih fokus dalam pengembangan 10 destinasi unggulan,” kata Menpar Arief Yahya dalam jumpa pers persiapan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Rabu (10/8).

 

Menpar Arief Yahya menjelaskan setelah Danau Toba ditetapkan sebagai destinasi prioritas pembangunan infrastruktur terus ditingkatkan antara lain persiapan jalan tol dari Kota Pematangsiantar hingga kawasan Danau Toba di Parapat yang akan dimulai tahun depan serta peningkatan bandar udara Silangit Toba yang kini sudah ada penerbangan langsung dari Jakarta, Kualanamu, maupun Batam.

“Danau Toba merupakan destinasi yang lengkap sebagai wisata alam, geopark, dan water sport dan memiliki budaya yang unik. Kita sengaja memilih dua lokasi untuk karnaval pada tahun yaitu; Balige di Kabupaten Tobasa yang memilik panorama alam seperti Ubud di Bali. Di sana dijumpai pemandangan alam berupa sawah menghijau yang subur dan menyejukkan mata, dan Parapat di Simalungun dikenal wisatawan karena keramahan penduduknya serta budaya lokalnya yang menarik dan unik,” kata Arief Yahya.

 

Kegiatan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba terdiri dari karnaval budaya yang diikuti 26 provinsi, 7 kabupaten sekitar Toba, 8 sub-etnik, Kementerian BUMN, dan komunitas budaya dengan jumlah peserta sekitar 4.000 orang. Karnaval ini mengambil rute sejauh 3,5 km di Balige dengan tema defile “merah putih hitam”. Kegiatan lain, parade perahu berhias lampu warna warni di Danau Toba, pertunjukan konser musik Slank di atas panggung apung (floating stage), serta kuliner rakyat dengan menghadirkan chéf Bara Pattiradjawane dan food truck di Parapat, serta pertunjukan Judika dan kawan-kawan di Balige. Kegiatan ini diharapkan menjadi representasi beragam suku dan budaya bangsa dan menjadi kegiatan yang festive yang menarik perhatian masyarakat dengan target 50.000 pengunjung.

 

Destinasi Danau Toba gencar dipromosikan melalui even olahraga (sport tourism) maupun wisata budaya (culture tourism) antara lain Toba Ultra Marathon, Toba Gran Fondo, dan International Jazz Samosir sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta wisatawan nusantara (wisnus). Tercatat pada 2015 jumlah kunjungan wisatawan ke Toba sebanyak 11.215.535 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014 sebanyak 11.046.234, sedangkan target tahun 2016 sebanyak 11,4 juta wisatawan.

 

Sumber: http://pesona.indonesia.travel/D/NW/20160810164302/0/0.html