Bahasa | English

Geliat Pariwisata Di Tengah Pandemi
30 July 2020, 19:14 WIB

Pandemi Cov-19 memang benar-benar meluluh-lantakkan industri pariwisata Indonesia. Lebih dari sejuta pekerja di sektor pariwisata terkena dampaknya. Bisnis penginapan, transportasi dan restoran menjadi yang paling mendapat pukulan telak. Tapi saat ini, industri pariwisata mulai menggeliat kembali. Pelonggarkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang sebelumnya diterapkan sebagai upaya mencegah penularan semakin meluas disambut baik tak hanya oleh pelaku usaha. Masyarakat luas pun senang, meski penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan dalam era normal bari saat ini.

Di Bali, Pantai Kuta telah didatangi wisatawan. Turis mancanegara berbaur dengan wisatawan lokal menikmati senja di sana. Candi Borobubur pun dalam skala terbatas mulai menerima kunjungan wisatawan dengan syarat dan ketentuan. Bukan cuma itu, tempat-tempat wisata berskala kecil pun ramai oleh warga yang haus akan aktivitas luar ruang di tempat yang menawan.

Gegap gempita masyarakat menyerbu tempat wisata dalam era kenormalan baru memang luar biasa. Jalur menuju kawasan Puncak macet parah. Di Jakarta warga menyerbu kawasan Kota Tua. Melampiaskan kebebasan terbatas mereka suka ria. Tentu saja itu disambut girang pelaku industri pariwisata yang sudah lima bulan ini diam dalam dilema.

Hotel-hotel bersiap. Pengkodisian era normal baru diterapkan demi meyakinkan tamu tetap terjaga. Pundi-pundi uang memang datang. Tapi pandemi belum berakhir, gelombang kedua wabah ini saja sudah mengancam. Tentu saja sektor pariwisata harus bersiap kembali untuk terkena dampak. 

Teks : Bismo Agung

Foto : Antara Foto