Bahasa | English

Pelayaran Diplomasi Bima Suci
24 Febuary 2020, 10:38 WIB

Gema suara dari seluruh pengeras suara di geladak kapal terdengar nyaring memanggil seluruh prajurit TNI AL untuk melaksanakan peran layar, dalam sekejap prajurit dengan safety harnest nya sudah dalam posisi siaga di tiga tiang kapal Tringginas, Tanggon dan Tanggap.

Peluit ditiupkan sebagai tanda aba-aba mengisyaratkan sejumlah prajurit untuk memeriksa kelengkapan safety sebelum merayap di atas tangga tali yang ketinggiannya hampir 54 meter.

Dalam hitungan detik beberapa prajurit bergegas naik hingga berada di simpul-simpul tali layar yang kemudian di lepas dan dikembangkan untuk menambah kecepatan kapal. Dengan ketelitian dan kemampuan prajurit yang sudah terlatih dan jam terbang layar cukup panjang mereka dengan mudah mengembangkan layar dari tiga tiang KRI Bima suci.

?kapal ini memiliki jumlah 26 layar dan pada tiap layarnya memiliki nama-nama tertentu guna memudahkan saat peran layar, kata Kadiv Layar KRI Bima Suci Letnan Satu Laut (P) Husni H Saputra.

KRI Bima Suci-945 merupakan kapal layar tiang tinggi sebagai kapal latih calon perwira TNI AL. Kapal ini memiliki panjang 111,20 meter lebar 13,65 meter dengan kecepatan 12 knot menggunakan mesin dan 15 knot saat menggunakan layar.

Selain itu, selama pelayaran yang menempuh jarak sepanjang 13.775 mil laut ini prajurit TNI AL juga merawat berbagai macam sudut-sudut kapal hingga ornamen kapal yang berkarat karena terpapar air laut.

?Selama perjalanan muhibah ini prajurit melakukan perawatan kapal setiap harinya, khususnya perawatan lantai kayu geladak, ornamen dan dinding kapal agar selalu bersih dan indah saat bersandar di Negara yang dikunjungi?, kata Bintara Utama KRI Bima Suci Sersan Kepala Bahari (P) Umar Sabat.

KRI Bima Suci yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) Waluyo membawa kurang lebih 200 prajurit TNI AL dan Taruna AAL.

Pelayaran ini bertugas membawa misi diplomasi Maritime Fulctrum Brotherhood yang mana untuk menunjukan kepada dunia internasional bahwa negara Indonesia adalah sebagai poros maritim dunia yang memiliki karakter dan keanekaragaman seni budaya.

KRI Bima Suci yang dibuat oleh galangan kapal Freire, Vigo, Spanyol tahun 2017 ini telah mengunjungi negar-negara antara lain Spanyol, Italia, Mesir, Arab Saudi, Sri Lanka, China, Korea Selatan, Rusia, Jepang, Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Myanmar dan Darwin Australia.

Foto : Antara Foto/ M Agung Rajasa