Bahasa | English

Semangat Kemanusiaan Melawan Covid-19
22 March 2020, 20:05 WIB

Indonesia benar-benar tengah berjuang melawan Covid-19. Bukan Cuma di Jakarta saja, perlawanan juga berlangsung di sejumlah daerah di Nusantara. Bersatu padu, aparatnya bekerja. Jihad akbar  telah digelorakan. Dan sampai hari ini, total warga yang terpapar virus Corona telah menembus 514 yang dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 48 orang meninggal dunia, 29 lainnya sembuh dan telah dinyatakan negatif pada tes terakhirnya.

Kota Jakarta yang biasanya ramai semarak oleh geliat warganya sepi. Himbauan untuk tetap berdiam di rumah perlahan mulai dituruti. Di rumah sakit-rumah sakit, tenaga medis berjibaku berpeluh. Tiga dokter bahkan syahid demi tugas suci kemanusiaan tak berpamrih. Sementara pada jalan-jalan di kota-kota besar aparat TNI/Polri, dan relawan bahu membahu menyemprotkan disinfektan yang dipercaya bisa membunuh sumber Covid-19.

Umat dari berbagai agama berdoa. Mereka rela menggelar ibadah di rumah. Tapi tetap saja ada yang memaksa, karena keyakinan berpasrah pada Tuhan YME menjadi akhir dari sebuah jawaban, walau itu menjadikan resiko terpapar menjadi besar.

Sejumlah tempat wisata kini sepi. Bandar udara pun yang biasanya ramai kini kosong melompong tak tanpa derap kaki. Pulau Bali yang biasa diserbu wisatawan asing mendadak sunyi. Umat Hindu Bali pun terpaksa melakukan Upacara Melasti dengan masker yang menutupi hidung dan mulut agar terlindung dari Covid-19. Beruntung, mantera dan doa yang dipanjatkan pada Sang Hyang Widi Wasa pemilik alam tetap terdengar.

Negara mengubah Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta sebagai Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19. Mulai Senin, 23 Maret 2020, tempat itu mulai beroperasi. Dari 10 unit bangunan yang ada di Wisma Atlet Kemayoran empat tower akan digunakan sebagai RS Darurat dalam misi kemanusiaan ini. Pada rumah sakit darurat itu,  1.750 orang dapat ditampung.

Agar penyebaran dapat ditangkal, pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan. Himbauan untuk diam di rumah adalah salah satunya. Penerapan Social Distancing pun diterapkan. Tak hanya di ruang-ruang publik, sarana transportasi umum pun memberlakukan gerakan antisipasi itu. Tentu itu dilakukan demi keamanan masyarakat agar tak terpapar virus itu.

Di jalanan, sejumlah orang bergerak. Mereka membagikan cairan pembersih tangan dan masker pelindung diri. Bersatu padu, solidaritas kemanusiaan menjadi gaung memerangi musuh yang tak tampak ini. Tentu tak ada harapan lain dalam perang ini selain Indonesia terbebas dari Covid-19, dan masyarakatnya bergelora kembali.

Teks :  Bismo Agung

Foto : Antara