G20 Indonesia 2022 | Di KTT G20, Presiden IOC Bicara Persatuan dan Perdamaian lewat Olahraga

Di KTT G20, Presiden IOC Bicara Persatuan dan Perdamaian lewat Olahraga

G20

  Foto: Media Center KTT G20


Atlet yang menjadi wakil dari 206 negara di dunia yang akan menjadi alat pemersatu berbagai negara di berbagai belahan dunia manapun. 

Nusa Dua, InfoPublik - Presiden International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach, mengatakan pihaknya berharap semua bisa memberikan kesempatan pada olahraga, untuk ikut berkontribusi dalam menyatukan negara-negara di dunia. Sehingga, perdamaian di seluruh benua dapat diwujudkan. 

Atlet yang menjadi wakil dari 206 negara di dunia di Olimpiade, akan menjadi alat pemersatu berbagai negara di berbagai belahan dunia manapun. 

Dari setiap pertandingan, banyak nilai yang didapatkan baik oleh suporter maupun para pemain yang bertanding dalam suatu kompetisi di antaranya solidaritas dan harapan. 

"Pertandingan Olimpiade menyatukan seluruh dunia dalam solidaritas dan dalam perayaan harapan," kata Presiden IOC Thomas Bach ketika memberikan pidato dalam Leader's Lunch di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali pada Selasa (15/11/2022). 

Menurut Thomas Bach, lembaganya akan menjaga marwah dari kompetisi olahraga yang dipertandingkan agar dapat tetap menularkan semangat positif. Sehingga, setiap pertandingan yang digelar dapat selalu menularkan rasa solidaritas dan harapan. 

Dengan sekuat tenaga, pihaknya mencegah adanya politisasi masuk dalam ranah olahraga. Sehingga, nilai-nilai luhur yang terdapat dalam pertandingan tidak luntur oleh kepentingan kelompok maupun golongan. 

"IOC harus netral secara politik untuk menyambut atlet terbaik dunia," imbuh Thomas Bach. 

Atas semangat itu, Thomas Bach pun menyerukan pada negara-negara yang sedang berkonflik politik untuk segera berdamai. Karena, konflik menjadikan hambatan dalam olahraga menyatukan seluruh negara pada satu pertandingan. 

"Kami membutuhkan partisipasi semua atlet, bahwa dari negara-negara yang berpikiran berbeda, (perang, red) bukanlah simbol perdamaian," katanya.

Diketahui, Presiden IOC Thomas Bach diberikan kesempatan pidato pada saat makan siang yang diadakan dibangunan Bamboo Dome di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali. 

Terletak di tepi pantai, Bamboo Dome dapat dilihat dari anjungan lobi hotel tempat berlangsungnya KTT Presidensi G20 Indonesia.

Dalam ruang makan seluas 32 meter tersebut disediakan 43 kursi dengan tata letak satu meja besar melingkar, sehingga para pemimpin dan delegasi dapat menikmati suguhan makanan khas Indonesia bersama-sama.

Momen makan siang merupakan salah satu pertemuan penting, sehingga untuk memilih dan mewujudkan lokasi dilakukan hampir sepanjang tahun.


Top