Deskripsi Album:
Bawomataluo adalah bahasa Nias yang berarti bukit matahari. Sebuah desa di atas bukit yang telah ada sejak berabad-abad lalu dan masih terpelihara dengan baik. Desa ini adalah ibu kota desa-desa adat yang tersebar di Nias.

Desa Bawomataluo menyimpan sebuah tradisi yang masih terjaga kelestariannya yaitu lompat batu atau Fahombo. Dahulu, pada saat masa peperangan antar suku, bagi prajurit yang ikut berperang diharuskan mampu melompati tumpukan batu untuk masuk ke dalam benteng musuh yang tinggi.

Saat ini, lompat batu tetap dipertahankan bukan lagi dijadikan syarat menjadi prajurit. Tradisi ini digunakan para pemuda untuk uji ketangkasan dan menunjukkan kematangan secara fisik. Masyarakat Nias memaknai tradisi ini sebagai proses pendewasaan dan pembentukan karakter yang kuat untuk menjalani kehidupan.

Ketika ritual Fahombo dilaksanakan, pemuda Nias akan mengenakan pakaian adat pejuang. Batu yang harus dilompati berbentuk seperti sebuah piramida dengan permukaan atas yang datar. Tingginya kurang lebih dua meter, dengan lebar sekitar satu meter. Ketika melompat tidak diperbolehkan menyentuh batu, sebab jika kulit menyentuh batu, maka mereka dianggap belum berhasil.

Keberadaan lompat batu ini merupakan warisan tak ternilai dari para leluhur dan bukti sejarah akan kejayaan nenek moyang masyarakat Nias yang patut dijaga serta dilestarikan. Lompat batu adalah sebuah kearifan lokal yang kini telah menjadi salah satu warisan budaya dunia.

Foto dan Teks : Muhammad Adimaja
Editor : Prasetyo Utomo