Deskripsi Album:
Blok Rokan merupakan 'legenda hidup' industri migas nasional. Blok Migas di Riau ini begitu tersohor karena pernah mencapai puncak produksi 1 juta barel per hari (bph) pada tahun 1970-an. Dulunya blok ini dikuasai oleh Caltex yang merupakan cikal bakal PT Chevron Pacific Indonesia.

Perusahaan Amerika Serikat ini sudah mengebor sekitar 11.000 sumur minyak yang dilakukan hampir 100 tahun silam. Ada dua lapangan yang terkenal di Blok Rokan, yakni Lapangan Minas dan Lapangan Duri. Dua lapangan ini menjadi tulang punggung produksi Chevron kala itu dan juga nasional.

Pada 9 Agustus 2021, kontrak Chevron berakhir dan beralih ke PT Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina. BUMN migas ini secara penuh memiliki 100 persen saham Blok Rokan yang memiliki luas wilayah kerja 6.200 km persegi meliputi tujuh Kabupaten di Provinsi Riau. Blok Rokan diperkirakan masih memiliki cadangan minyak sekitar 1,5 miliar-2 miliar barel.

Meski wilayah kerja migas Rokan disebut sebagai Blok, jangan bayangkan wilayahnya terkumpul di satu lokasi. Wilayah kelolaan PHR ini mencakup tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau yaitu Kabupaten Siak, Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kampar serta Kota Pekanbaru dan Kota Dumai. Sebanyak 10 lapangan yang berkontribusi terhadap produksi minyak di Wilayah Kerja (WK) Rokan adalah lapangan Duri, Minas, Bangko, Bekasap, Balam South, Kota Batak, Petani, Lematang, Petapahan, dan Pager.
Hingga November 2021, rata-rata produksi Blok Rokan sebesar 162 ribu barel per hari (bph). Lapangan Duri berkontribusi 35 persen. Direktur Utama PHR Jaffee A Suardin menargetkan produksi 180 ribu bopd pada tahun 2022.

"Mimpi kami pada tahun 2024 mengejar produksi 270 ribu bph dan pada tahun 2025 kami kejar 300 ribu bph," ujar Jaffee.

Selain mimpi mendongkrak lagi kejayaan Blok Rokan, wilayah kerja ini masih menjadi penyumbang terbesar kedua lifting minyak nasional di bawah Blok Cepu. Kini, semua produksi Blok Rokan dipasok ke kilang-kilang milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sebelum dikirim ke kilang, semua produksi minyak Blok Rokan, memasuki fase akhir dengan dikumpulkan di fasilitas penimbunan bernama HCT atau HydroCarbon Transportation di Kota Dumai. Fasilitas di bawah Crude Oil Terminal Operation Center ini, merupakan suatu area berisi 16 tangki minyak raksasa. Masing-masing ada yang berkapasitas 150 ribu barel, hingga yang terbesar 650 ribu barel dengan total kapasitas sebesar 5,1 juta barel.

Dari HCT, minyak produksi Blok Rokan ini dikirim ke kilang-kilang lain milik Pertamina yaitu kilang Plaju Palembang, Balikpapan, Cilacap, Balongan dengan menggunakan kapal tanker melalui pelabuhan kargo khusus minyak yang dikelola PHR yaitu Dumai Terminal Oil Wharf yang memiliku empat dermaga untuk memuat minyak menuju kapal tanker di fasilitas ini.