KTT D-8
  Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) secara virtual dari Istana Negara, Jakarta pada Kamis (08/04). SETPRES

D-8 Bersama Hadapi Pandemi

  •   Selasa, 13 April 2021 | 09:46 WIB
  •   Oleh : Administrator

Presiden Joko Widodo menekankan agar anggota D-8 terus mendorong akses pemerataan vaksin. Dunia perlu bersatu untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin untuk semua.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ke-10 pada 2021 menyepakati pentingnya kerja sama untuk menangani pandemi dan mendorong percepatan pemulihan ekonomi bagi negara-negara anggota. “Upaya untuk bekerja sama menangani pandemi dan mendorong percepatan pemulihan ekonomi mendominasi pandangan para pemimpin D-8 dalam KTT tadi,” ungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, setelah mendampingi Presiden Joko Widodo mengikuti KTT D-8 dari Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Dalam KTT D-8 kali ini Presiden Joko Widodo menekankan, anggota D-8 terus mendorong akses pemerataan vaksin. Dia pun mengajak pimpinan negara-negara D-8 untuk menolak nasionalisme vaksin dan mendukung vaksin multilateral.

"Ditegaskan oleh Bapak Presiden bahwa vaksin Covid-19 adalah barang publik global. Oleh karenanya, dunia perlu bersatu untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin untuk semua," tutur Retno Marsudi.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengatakan, Indonesia tengah mengembangkan produksi vaksin mandiri atau vaksin merah putih. "D-8 harus terus dapat mendorong akses adil terhadap vaksin ketersediaan dan keterjangkauan vaksin merupakan kunci untuk keluar dari krisis ini," tutur Retno menyampaikan pernyataan Presiden Jokowi.

Dalam KTT ini telah dihasilkan dua dokumen, yakni Dhaka Declaration dan Decennial Roadmap for 2020-2030. Dalam kesempatan itu juga dilakukan serah terima keketuaan dari Turki sebagai Ketua D-8 sebelumnya kepada Bangladesh.

Dhaka Declaration merupakan deklarasi yang berisikan komitmen politis arah D-8 ke depan untuk terus bekerja sama di bidang ekonomi pembangunan dan meningkatkan daya tawar organisasi di tingkat global. Sementara itu, Decennial Roadmap for 2020-2030 merupakan pedoman dan kerangka waktu yang disusun negara-negara anggota D-8 untuk mencapai komitmen yang telah ditetapkan dalam Dhaka Declaration selama satu dekade ke depan.

Untuk diketahui, KTT yang digelar pada 8 April 2021 ini merupakan puncak rangkaian pertemuan D-8 selama empat hari yang dimulai sejak 5 hingga 8 April 2021. Rangkaian acara tersebut terdiri atas pertemuan komisioner, pertemuan tingkat menteri luar negeri, dan berbagai side event, antara lain, youth summit dan business forum.

Sejumlah prakarsa yang juga disahkan pada KTT ke-10 kali ini, antara lain, soft launching D-8 Payment Card, kemudian D-8 Network of Pioneer for Research and Innovation, dan D-8 Creative, Economy, and Financial Center. Semuanya adalah untuk memfasilitasi kerja sama di antara negara-negara anggota D-8.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) tahun 2021 dilaksanakan secara virtual. Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengikutinya dari Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/4/2021). KTT ini merupakan pertemuan tiga tahunan para kepala negara atau kepala pemerintahan negara-negara anggotanya.

Retno Marsudi mengatakan, KTT yang mengangkat tema ‘Partnership for a Transformative World: Harnessing the Power of Youth and Technology’ ini dihadiri oleh hampir semua pemimpin negara anggota. Negara-negara itu adalah Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Pakistan, Turki, dan Nigeria. KTT ke-10 D-8 ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina selaku ketua atau chair dari D-8.

D-8 didirikan pada 15 Juni 1997 untuk menghimpun kekuatan ekonomi negara-negara berpenduduk muslim dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI) yang beragam. Penyelenggaraan KTT kali ini bertepatan dengan 24 tahun berdirinya D-8.

Selain Menlu, turut mendampingi Presiden Jokowi saat menghadiri KTT ke-10 D-8, antara lain, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.



Penulis: Eri Sutrisno
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari