PPKM MIKRO
  Petugas kepolisian meletakkan papan informasi saat melakukan penutupan jalan dalam rangka pembatasan mobilitas warga guna menekan penyebaran COVID-19 di kawasan Bulungan, Jakarta, Senin (21/6/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bersatu Menghentikan Wabah

  •   Kamis, 24 Juni 2021 | 14:38 WIB
  •   Oleh : Administrator

Pemerintah memutuskan penerapan PPKM Mikro di Indonesia dilanjutkan sebagai upaya menyelamatkan warga bangsa ini. Presiden Jokowi pun telah meminta setiap kepala daerah mempertajam penerapan kebijakan itu.

Presiden Joko Widodo melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/6/2021), melontarkan permintaan kepada seluruh kepala daerah. "Saya minta kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk meneguhkan komitmennya mempertajam penerapan PPKM mikro," ujar Presiden Jokowi.

Pasalnya, Presiden Jokowi meyakini, kasus Covid-19 bisa kembali terkendali jika PPKM mikro diimplementasikan dengan tindakan di lapangan dengan baik. Kendati begitu, Presiden Jokowi mengakui, ada persoalan yang masih merudung. Yakni, kata Presiden Jokowi, PPKM Mikro belum diterapkan secara sporadis di sejumlah tempat.

"Optimalkan posko-posko Covid-19 yang telah terbentuk di masing-masing wilayah desa atau kelurahan. Fungsi utama posko adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar disiplin 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Kedisiplinan 3M ini menjadi kunci dan menguatkan pelaksanaan 3T, yakni testing, tracing, treatment, hingga ke tingkat desa," tandas Presiden Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mewanti-wanti masyarakat agar berdisiplin menerapkan protokol kesehatan. Dia mengingatkan, virus SARS COV-2 tidak mengenal agama ataupun ras. "Penyakit ini tidak mengenal ras maupun diskriminasi setiap orang, tidak peduli apa asal-usulnya, status ekonominya, agamanya, maupun suku bangsanya," tutur Jokowi.

Penyakit itu, Presiden Jokowi menegaskan, juga tidak melihat siapa kita. “Jika kita tidak berhati-hati dan tidak disiplin menjaga diri, kita bisa kena.”

Presiden Jokowi juga mengingatkan agar masyarakat tidak menolak vaksinasi. Sebab, Presiden Jokowi menambahkan, vaksin merupakan upaya terbaik yang ada saat ini untuk menekan laju penularan penyakit yang kini tengah mewabah.

“Jika sudah ada kesempatan mendapatkan vaksin, segera ambil, jangan ada yang menolak, karena agama apapun tidak ada yang melarang vaksin. Ini demi keselamatan kita. Vaksin merupakan upaya terbaik yang tersedia saat ini,” tuturnya.

Tujuan dari vaksinasi sendiri, kembali disampaikan Presiden Jokowi, bahwa bangsa ini harus mencapai kekebalan komunitas untuk mengatasi pandemi. Dan sebelum itu tercapai, sambung dia, kita harus tetap berdisiplin dan menjaga diri, terutama memakai masker.

 

Paling Tepat

Dalam pernyataannya itu, Presiden Jokowi juga mengaku telah menerima banyak masukan dari berbagai pihak. Termasuk soal pemberlakuan lockdown hingga PSBB. Menanggapi masukan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan, PPKM mikro masih menjadi pilihan yang tepat untuk menangani penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan Covid-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, kondisi sosial, kondisi politik di negara kita Indonesia dan juga pengalaman-pengalaman dari negara lain. Pemerintah telah memutuskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan Covid-19 hingga ke tingkat desa atau langsung ke akar masalah, yaitu komunitas," tutur Presiden Jokowi.

Bukan hanya itu, Presiden Jokowi pun menambahkan, pemerintah juga melihat bahwa kebijakan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini untuk mengendalikan Covid-19. Sebab, kata dia, bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat.

Presiden Jokowi juga meminta tidak ada lagi upaya mempertentangkan kebijakan PPKM Mikro dengan lockdown. Sebab sejatinya, menurut Presiden Jokowi, esensi keduanya sama.  “Saya sampaikan bahwa PPKM mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama, yaitu membatasi kegiatan masyarakat. Untuk itu, tidak perlu dipertentangkan,” katanya.

 

Please, Stay at Home

Lonjakan kasus Covid-19 hingga Rabu (23/6/2021) masih terus terjadi. Dikutip dari laman covid19.go.id, jumlah penambahan kasus positif harian kembali menembus angka 15 ribu, atau tepatnya 15.308.

Terjadi peningkatan jumlah tambahan kasus harian dibanding Selasa (22/6/2021), yakni 13.668. Dengan penambahan itu, total penularan Covid-19 di tanah air sudah ada berada di angka 2.033.421 kasus. Selain itu, tercatat pula jumlah pasien sembuh bertambah sebanyak 7.761 orang, sehingga total angka kesembuhan menjadi 1.817.303 orang.

Sedangkan, kasus kematian juga mencatatkan adanya penambahan sebanyak 303 jiwa pada hari ini, membuat jumlah infeksi berujung kematian menjadi 55.594 kasus.

Bertolak dari kondisi itulah, Presiden Jokowi pun mengingatkan rakyat Indonesia untuk tetap tinggal rumah (stay at home) jika tidak ada kebutuhan yang mendesak. Presiden Jokowi bahkan menyebut adanya varian virus corona baru yang lebih menular.

“Dan, saya minta satu hal yang sederhana ini, tinggal di rumah jika tidak ada kebutuhan yang mendesak. Hanya dengan langkah bersama kita bisa menghentikan wabah ini. Semua orang harus berperan-serta, semua warga harus ikut berkontribusi, tanpa kesatuan itu kita tak akan mampu menghentikan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.



Penulis: Ratna Nuraini
Redaktur: Elvira Inda Sari