Indonesia.go.id - Inilah Tiga Provinsi dan Penjabat Gubernur di Papua

Inilah Tiga Provinsi dan Penjabat Gubernur di Papua

  • Administrator
  • Selasa, 22 November 2022 | 07:54 WIB
  • 0
PAPUA
  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat meresmikan tiga provinsi baru di Papua. KEMENDAGRI
Kementerian Dalam Negeri telah meresmikan pemekaran wilayah di Papua dan menetapkan tiga penjabat gubernur untuk tiga provinsi di Papua.

Kini, Indonesia memiliki 37 provinsi yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Pemerintah secara resmi menambah tiga provinsi di Papua, yaitu Papua Selatan dengan Marauke sebagai ibu kota, lalu Papua Tengah dengan Ibu Kota Nabire, dan Papua Pegunungan yang beribu kota di Wamena/Jayawijaya.

"Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Jumat, 11 November, saya Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI, dengan ini meresmikan Provinsi Papua Selatan berdasarkan UU nomor 14 tahun 2022, Provinsi Papua Tengah berdasarkan UU nomor 15 tahun 2022, dan Provinsi Papua Pegunungan berdasarkan UU nomor 16 tahun 2022," kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2022).

Dalam peresmian ketiga provinsi baru di Papua, dengan masing-masing ibu kotanya, Mendagri Tito Karnavian juga menunjuk tiga penjabat (Pj) gubernur yang akan mengisi tampuk kepemimpinan.

Pelantikan kepada ketiga penjabat itu diawali pembacaan Keppres nomor 115/P tahun 2022 tentang Pengangkatan Penjabat Gubernur.

  1. Pj Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo.

Apolo Safanpo merupakan Staf Ahli Mendagri bidang Pemerintahan. Pria kelahiran 24 April 1975 itu juga pernah menjadi akademisi di Universitas Cenderawasih. Dia sempat menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih pada 2003-2005.

Dia kemudian menjabat sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih pada 2005 hingga 2012. Selanjutnya, Apolo Safanpo menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih pada 2012 hingga 2017.

Apolo menempuh pendidikan S1 di Teknik Sipil UNS Solo. Dia kemudian melanjutkan S2 Teknik Lingkungan di ITS Surabaya dan meraih gelar doktor di Teknik Sipil Universitas Diponegoro, Semarang.

 

  1. Pj Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk.

Ribka merupakan Staf Ahli Mendagri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik. Wanita kelahiran 10 Januari 1971 ini juga pernah dua kali menjadi Pj Bupati.

Ribka menempuh pendidikan S1 di Universitas Cenderawasih. Dia melanjutkan pendidikan magister Ilmu Administrasi di Universitas Garut dan meraih doktor Ilmu Manajemen di Universitas Cenderawasih.

Ribka pernah menduduki sejumlah jabatan sebelum menjadi Pj Gubernur Papua Tengah, yakni:

  • Kasubdin Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Jayawijaya pada 2001
  • Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Jayawijaya pada 2004
  • Kasubbag Tata Usaha Kabupaten Jayawijaya pada 2009
  • Sekretaris Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Jayawijaya pada 2010
  • Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Jayawijaya pada 2011
  • Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Masyarakat Terisolir Provinsi Papua pada 2013
  • Kadis Sosial dan Permukiman Provinsi Papua pada 2014
  • Pj Bupati Kabupaten Mappi pada 2017
  • Pj Bupati Kabupaten Yalimo pada 2021

 

  1. Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo.

Nikolaus Kondomo merupakan seorang jaksa. Sebelum ditunjuk sebagai Pj Gubernur Papua Pegunungan, dia bertugas sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga dan Kerja Sama Internasional Kejaksaan Agung RI.

Nikolaus meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dan Magister Hukum dari Universitas Cenderawasih. Nikolaus pernah menduduki sejumlah jabatan di Kejaksaan. Berikut riwayat jabatannya:

  • Kepala Kejaksaan Negeri Fak-fak pada 2007
  • Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Papua pada 2012
  • Kepala Kejaksaan Negeri Sleman pada 2014
  • Asisten Pengawasan Kejati Jatim pada 2015
  • Koordinator di Kejagung Datun: Jam Perdata dan Tata Usaha Negara Kejagung RI pada 2017
  • Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah pada 2018
  • Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua pada 2019

 

Perlu diketahui, pemekaran Provinsi Papua Selatan tercantum dalam UU nomor 14 tahun 2022. Ibu Kota Provinsi Papua Selatan ditetapkan di Kabupaten Merauke, yang meliputi wilayah empat kabupaten, yaitu Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, dan Kabupaten Asmat.

Papua Selatan di wilayah utara berbatasan dengan Kabupaten Nduga, Kabupaten Yahukimo, dan Kabupaten Pegunungan Bintang serta berada di wilayah timur berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Sementara itu di wilayah selatan dengan Laut Arafura dan Wilayah Barat berbatasan dengan Kabupaten Mimika dan Laut Aru.

Adapun pembentukan Provinsi Papua Tengah tertuang dalam UU nomor 15 tahun 2022. Profil Provinsi Papua Tengah dengan ibu kota di Kabupaten Nabire termasuk provinsi yang cukup luas. Meliputi delapan kabupaten, yaitu Nabire, Puncak Jaya, Paniai, Mimika, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, dan Deiyai.

Batas daerah Papua Tengah di wilayah utara dengan Kabupaten Waropen, Kabupaten Mamberamo Raya, dan Teluk Cenderawasih. Batas wilayah timur dengan Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Nduga, Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Asmat. Di selatan, berbatasan dengan Laut Aru serta di wilayah barat berbatasan dengan Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Teluk Wondama di Provinsi Papua Barat.

Sedangkan Provinsi Papua Pegunungan termaktub dalam UU nomor 16 tahun 2022. Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan ada di Kabupaten Jayawijaya. Wilayah provinsi itu meliputi delapan kabupaten. Yaitu, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Lanny Jaya, dan  Kabupaten Nduga.

Papua Pegunungan berbatasan langsung dengan Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Sarmi,  Kabupaten Jayapura,  Kabupaten Keerom,  Negara Papua Nugini,  Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Asmat,  Kabupaten Puncak Jaya,  Kabupaten Puncak dan  Kabupaten Mimika.

 

Penulis: Eri Sutrisno
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari