KONEKTIVITAS
  Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, kembali melayani penerbangan umrah mulai Minggu 20 November 2022. ANGKASA PURA II

Bandara Kertajati Kembali Menggeliat

  •   Senin, 28 November 2022 | 13:33 WIB
  •   Oleh : Administrator

Sebanyak 224 jemaah umrah dari sekitar Jawa Barat diberangkatkan menuju Jedah, Arab Saudi, dari Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Setelah sekian bulan digunakan untuk penerbangan kargo, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, di Majalengka, Jawa Barat, kembali melayani penerbangan umrah mulai Minggu (20/11/2022) siang. Sebanyak 224 jemaah umrah dari sekitar Jawa Barat diberangkatkan menuju Jedah, Arab Saudi oleh maskapai Garuda Indonesia.

Maya Apriliani, jemaah umrah asal Indramayu yang berangkat ke Jedah melalui Bandara Kertajati mengaku senang dan terbantu karena akses ke Bandara Kertajati sangat dekat bagi jemaah asal Jawa Barat seperti dirinya.  “Ada bandara yang bagus (Bandara Kertajati,red) dan dekat, jadi tidak usah ke Jakarta. Di sini saja, ada bandara, lebih nyaman dan akses lebih dekat,” ujar Maya.

Hal senada diutarakan oleh Charly, jemaah umrah yang juga berasal dari Indramayu. “Sangat membantu dan dekat. Biasanya (berangkat,red) ke Bandara Soekarno-Hatta. Senang sekali sekarang dari Bandara Kertajati. Harapan ke depannya supaya terus penerbangan umrah dari sini jangan berhenti,” ujarnya ketika ditemui saat memproses keberangkatan di area check-in counter Bandara Kertajati, Minggu (20/11/2022).

Charly menuturkan, dirinya menjalani ibadah umrah ke tanah suci dari Bandara Kertajati bersama 14 rekan lainnya asal Indramayu. Pun demikian, Muhammad Iksan, jemaah umrah asal Cirebon, Jawa Barat, mengaku nyaman terbang dari Bandara Kertajati menuju Jedah. “Semakin maju, fasilitas semakin lengkap. Bandara Kertajati ke depan bisa menyamai atau lebih hebat dari Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Muhammad Iksan.

Adapun mulai 20 November 2022, penerbangan umrah kembali dibuka di Bandara Kertajati oleh Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus A330-300 dengan nomor penerbangan GA 902. Sebelumnya, penerbangan umrah pernah dioperasikan dari Bandara Kertajati, yakni pada 2018 dan 2020.

Bandara Kertajati sendiri dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP) II. Selain sebagai pengelola, AP II juga memegang saham di PT Bandara Internasional Jawa Barat selaku pemilik Bandara Kertajati selain saham mayoritas dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bandar udara ini diresmikan pada 24 Mei 2018 yang terletak di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Berdasarkan luasnya, bandar udara ini merupakan bandar udara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Bandar udara ini diharapkan menjadi masa depan layanan penerbangan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Total nilai proyek pembangunan Bandar Udara Internasional Kertajati mencapai Rp2,6 triliun.

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, dibukanya penerbangan umrah di Bandara Kertajati, berkat dukungan penuh Kementerian Perhubungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Sementara itu, Direktur Operasional AP II Muhamad Wasid menuturkan, dibukanya penerbangan umrah di Bandara Kertajati juga untuk mendukung Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang sebagai bandara utama tersibuk di Indonesia.

Dikatakan, lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta saat ini tengah meningkat, termasuk penerbangan umrah yang mengalami peningkatan cukup signifikan. Dibukanya penerbangan umrah di Bandara Kertajati untuk melayani jemaah asal Jawa Barat, akan membantu operasional Bandara Soekarno-Hatta.

“Ini sejalan dengan konsep multi-airport system yang dijalankan AP II, di mana satu bandara dengan bandara lainnya saling mendukung dalam hal operasional dan pelayanan,” tukas Muhamad Wasid.

Sejalan dengan momentum pemulihan penerbangan umrah yang juga turut diselaraskan dengan optimalisasi kapasitas produksi yang terus diperkuat oleh perusahaan, saat ini Garuda Indonesia melayani sedikitnya 19 penerbangan per minggu, terdiri dari 17 penerbangan dari Jakarta dan Kertajati, satu penerbangan dari Surabaya, dan satu penerbangan dari Makassar.

Sedangkan, potensi jemaah umrah dari Jawa Barat dalam satu musim (8 bulan dalam setahun) bisa mencapai 70 ribu orang bahkan bisa berkembang hingga 500 ribu orang. Adapun calon jemaah haji bisa mencapai 40 ribu orang dari seluruh Jawa Barat.

Potensi jemaah umrah dan haji terbesar dari Bandung Raya dan Kawasan Cirebon Raya, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan (Ciayumajakuning). Diharapkan dengan penerbangan reguler ke Jedah serta tambahan dukungan maskapai lainnya--dikabarkan Lion Air siap beroperasi lagi--, mampu mengangkut sekira 40 ribu calon penumpang pada Januari--Mei 2023.

Dengan adanya penerbangan umrah ini diharapkan, ada penerbangan feeder dari daerah lain, seperti Kalimantan-Kertajati-Jedah, tentu ini membuat Bandara Kertajati lebih ramai. Kemudian, aksesibilitas transportasi darat dari dan menuju bandara ini juga akan terus ditingkatkan melalui penyediaan angkutan jalan.

Sejumlah kota siap menyediakan transportasi ulak-alik (shuttle) seperti Majalengka, Bandung, Cirebon, Indramayu, Brebes, dan Tegal. Apalagi dijadwalkan pada Desember 2022, tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sudah mulai beroperasi. Jika sudah beroperasi, jarak tempuh Kota Bandung-Bandara Kertajati lewat Cisumdawu tak lebih dari satu jam.

Sejak beroperasi dari 2018, Bandara Kertajati semakin aktif melayani penerbangan kargo. Jumlah volume kargo yang dilayani terus mengalami peningkatan. Ada dua maskapai yang melayani penerbangan kargo di Bandara Kertajati yakni PT Rafles Global Angkasa (Asia Cargo) dan PT Trigana Air Service.

Pada Desember 2021, masih tercatat pergerakan sebesar 15 ton per hari. Per Juli 2022, sudah mencapai 40 ton hingga 60 ton per hari. Kapasitas layanan kargo akan terus ditingkatkan menjadi 100 ton per hari atau 3.000 ton per bulan.

Mulai November dan Desember 2022, direncanakan Bandara Kertajati tidak hanya membuka penerbangan umrah, melainkan juga jadwal penerbangan komersial umum. Khususnya, untuk rute ke Kalimantan dan Bali.

 

Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari