Indonesia.go.id - Otorita IKN Gandeng Siemens Bangun Kota Pintar

Otorita IKN Gandeng Siemens Bangun Kota Pintar

  • Administrator
  • Selasa, 2 Mei 2023 | 12:45 WIB
  • 0
IBU KOTA NEGARA
  Kepala OIKN, Bambang Susantono (kanan)bersama President Director and CEO PT Siemens Indonesia Dr. Lamine Jendoubi. Siemens-perusahaan penyedia teknologi di sektor energi modern, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk berkolaborasi dalam pengembangan sektor smart energy, smart city, smart building, infrastruktur mobilitas cerdas, dan sistem otomasi industri cerdas di ibukota Nusantara. OIKN
Ibu Kota Negara Nusantara dibangun menjadi kota pintar yang menggunakan teknologi digital canggih, sehingga dapat mengurangi biaya dan konsumsi, serta terlibat lebih aktif dan efektif dengan warganya.

Pekan Hannover Messe 2023 atau HM23 di Kota Hannover, Jerman, menjadi ajang Otoritas Ibu Kota Negara (OIKN) Nusantara untuk menampilkan perkembangan pembangunan IKN serta menarik investor. Pameran ini menyatukan para pemain kunci di bidang industri, teknologi, dan inovasi untuk memamerkan produk dan layanan terbaru mereka, bertukar ide, dan menjelajahi peluang kerja sama bisnis baru.

Indonesia sebagai negara mitra mengangkat tema ‘Indonesia, Infinite Journey’. Bersama dengan 157 co-exhibitor Indonesia lainnya, Otorita Ibu Kota Nusantara memamerkan kemajuan terbaru dari pembangunan dan investasinya. Pada kesempatan itu, OIKN berhasil melakukan kerja sama dengan perusahaan penyedia teknologi asal Jerman, Siemens.

Otorita IKN telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk berkolaborasi dalam pengembangan sektor energi pintar, kota pintar, gedung pintar, infrastruktur mobilitas cerdas, dan sistem otomasi industri cerdas di Ibu Kota Negara  Nusantara. Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menyambut baik kerja sama dengan Siemens untuk pengembangan IKN Nusantara menuju kota pintar dan hijau.

"MoU ini menandai langkah penting untuk mencapai tujuan kami menjadikan Nusantara sebagai pusat inovasi dan teknologi yang menarik pengembangan bisnis dan ekonomi hijau di Indonesia," ujarnya, Senin (17/4/2023).

Kepala OIKN menjelaskan, nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama kedua belah pihak, serta bertukar pikiran, dan pengalaman dalam perencanaan dan implementasi konsep kota pintar di IKN Nusantara yang mendukung pengembangan ekonomi hijau di Indonesia.

Adapun, ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi pembentukan kelompok kerja dengan pemangku kepentingan terkait untuk pengembangan lingkup kota pintar, melakukan studi kelayakan awal di bidang tertentu berdasarkan informasi yang tersedia, serta menjajaki kerja sama strategis dalam pelaksanaan proyek. Selain itu, Otorita IKN bertujuan menjadikan Ibu Kota Negara Nusantara sebagai pusat inovasi dan teknologi yang menarik pengembangan bisnis dan ekonomi hijau di Indonesia.

OIKN bermaksud untuk membangun Ibu Kota Negara Nusantara menjadi kota pintar yang menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan kemampuannya, mengurangi biaya dan konsumsi, serta terlibat lebih aktif dan efektif dengan warganya. Sebagai salah satu perusahaan terkemuka dunia yang bergerak di bidang teknologi, Siemens turut aktif dalam kegiatan standardisasi, terutama kegiatan di ISO/TC 64 bidang kelistrikan, dengan mengusung konsep kota cerdas yang berbasis digitalisasi yang dinamakan infrastruktur cerdas (intelligent infrastructure).

HM23 ini adalah kesempatan penting bagi OIKN untuk berbagi dan mengomunikasikan kemajuan pembangunan Nusantara kepada khalayak global. Namun yang terpenting adalah untuk mengajak dan meyakinkan investor dan media internasional bahwa Nusantara adalah proyek nasional yang diamanatkan undang-undang.

Pemindahan ibu kota negara ke Nusantara merupakan bagian dari strategi mewujudkan Visi Indonesia 2045. Nusantara adalah kota modern; hijau, cerdas, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Ibu Kota Nusantara akan menjadi kota hutan pintar berkelanjutan yang merepresentasikan penggunaan teknologi dan inovasi terkini yang memungkinkan model baru pertumbuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan untuk menciptakan kota yang layak huni secara adil. Nusantara dirancang dan dibangun untuk memiliki emisi nol, penggunaan energi bersih dan terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan mobilitas cerdas dengan sekitar 65 persen ditujukan untuk hutan lindung untuk mengembalikan kejayaan hutan tropis dan 35 persen akan menjadi kawasan perkotaan.

Progres pengembangan infrastruktur Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur sendiri sudah mencapai 26 persen. Di mana berbagai infrastruktur utama dikembangkan secara progresif, antara lain, area Istana Negara, pembagian kantor kementerian dan perumahan aparatur sipil negara (ASN).

Rencananya, pemindahan aparatur sipil negara akan dimulai pada 2024 dan peringatan 79 tahun kemerdekaan Republik Indonesia akan digelar di ibu kota baru, Nusantara. Menurut Sekretaris OIKN, Achmad Jaka Santos Adiwijaya, pengembangan infrastruktur Nusantara sudah sesuai perencanaan.

Saat ini, lebih dari 30 proyek pembangunan tengah berlangsung, termasuk Istana Presiden dan Wakil Presiden, kantor-kantor kementerian, bendungan, jalan, dan tempat tinggal para pekerja. Indonesia menyambut baik tingginya minat investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara, sebuah forest city yang dapat mengatasi krisis iklim.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia memfasilitasi penanaman modal di Nusantara, dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2023 tentang Izin Usaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal bagi Pelaku Usaha di Nusantara. Peraturan itu bertujuan untuk memberikan kepastian, kesempatan, dan ruang berpartisipasi yang lebih luas bagi investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk mempercepat pembangunan Nusantara.

“Kami berharap semakin banyak investor kelas dunia yang dapat memanfaatkan investasi di Nusantara. Fasilitas terbaik akan diberikan untuk kemudahan berbisnis di ibu kota masa depan Indonesia, Nusantara," imbuh Jaka Santos, Senin (17/4/2023).

Beberapa fasilitas kemudahan berusaha bagi investor, antara lain, tax holiday, keringanan pajak hingga 100 persen bagi investor di bidang infrastruktur, dan usaha lainnya, termasuk untuk sektor wilayah kawasan pusat keuangan. Kemudian ada juga super tax deduction, bea masuk dan kemudahan untuk impor barang modal, serta bebas bea masuk untuk impor bahan dan barang.

Ajang Hannover Messe 2023 hanyalah salah satu upaya pemerintah untuk membuka kerja sama dan investasi bagi terwujudkan Ibu Kota Negara Nusantara. Setidaknya Presiden RI Joko Widodo sendiri yang berkesempatan menawarkan proyek itu ke sejumlah negara sahabat dan korporasi dunia.   

 

Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari