Indonesia.go.id - Menjawab Tantangan Masa Depan Media Penyiaran

Menjawab Tantangan Masa Depan Media Penyiaran

  • Administrator
  • Senin, 22 Mei 2023 | 13:44 WIB
  • 0
ASIA MEDIA SUMMIT 2023
  Pada KTT ke-18 Media se-Asia Pasifik Tahun 2023 (18th Asia Media Summit 2023) yang berlangsung di Bali, UMKM lokal akan dihadirkan untuk menjadi daya tarik di event itu. DISKOMINFO DENPASAR
Asia Media Summit 2023 menjadi kesempatan baik untuk merumuskan tantangan media penyiaran, membahasnya bersama-sama, serta bergotong royong untuk pulih dari dampak pandemi dan memperkuat resiliensi.

Setelah menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 9--11 Mei 2023, Indonesia kembali menggelar pertemuan taraf internasional.

Kali ini, Bali menjamu para pelaku industri penyiaran dari segala penjuru dunia sebagai tuan rumah KTT ke-18 Media se-Asia Pasifik Tahun 2023 (18th Asia Media Summit 2023).

Pertemuan para anggota Asia-Pacific Institute Broadcasting Development (AIBD) itu digelar pada 22--25 Mei 2023 di Bali. Perhelatan tersebut akan dibuka Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Selasa (23/5/2023).

KTT Media se-Asia Pasifik merupakan kegiatan tahunan seluruh broadcaster di Asia Pasifik untuk berbagi pemikiran mereka tentang penyiaran dan informasi. Sedikitnya ada 300 peserta yang terdiri dari pembuat keputusan, profesional media, cendekiawan, dan pemangku kepentingan berita dan program dari Asia Pasifik, Afrika, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Utara menghadiri konferensi tahunan itu.

Adapun Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI merupakan Host City KTT yang telah bergabung sebagai anggota AIBD sejak 1977. Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno menjelaskan, melalui tema KTT "Media Enhancing Economic Sustainability", Indonesia mendorong peran media khususnya di Asia Pasifik untuk berkontribusi pada ekonomi berkelanjutan. Untuk itu, para anggota AIBD akan berdiskusi dan menajamkan peran tersebut, sekaligus kemudian menguatkan kolaborasi dengan masyarakat, sektor industri, dan pemerintah.

Selama rangkaian KTT digelar, panitia turut menghadirkan pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat lokal. Langkah ini selain sebagai upaya mendorong percepatan pemulihan ekonomi, juga untuk menunjukkan bahwa UMKM adalah salah satu penopang ekonomi Indonesia dari hantaman pandemi Covid-19.

“Kami pun melibatkan generasi milenial sebagai peserta. Kami undang mahasiswa dan mahasiswi dari Politeknik Negeri Pariwisata Bali yang berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Kita akan duduk bersama dengan mereka untuk berdiskusi membahas masa depan media terutama dari sudut pandang anak muda,” ungkap Dirut LPP TVRI, Minggu (21/5/2023).

Pada hari pertama KTT, serangkaian seminar digelar dengan mengangkat tema-tema penting di antaranya, "The Future of Television (Masa Depan Televisi)", "Media Literacy: Creating a more informed society (Literasi Media: Membentuk Masyarakat Sadar Informasi)", "Leaders for Digital Revolution (Para Pemimpin Revolusi Digital)", dan "Engineering Fundamentals in the Era of Automation (Rekayasa Dasar-dasar di Era Automatisasi)".

Dalam workshop "Creating a More Informed Society" yang masih dilanjutkan Senin (22/5/2023), para jurnalis, pembuat konten, dan produser televisi, membahas dan menajamkan perannya dalam membentuk berbagai narasi sosial yang signifikan untuk pembangunan berkelanjutan. Hasil dari sesi ini sangat penting bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan dan penguatan informasi yang relevan yang dibutuhkan untuk mempromosikan literasi media.

Bagi pihak TVRI, ajang Asia Media Summit 2023 ini menjadi sangat penting dan relevan. Ini menjadi kesempatan baik untuk merumuskan tantangan media penyiaran, membahasnya bersama-sama, serta bergotong royong untuk pulih dari dari dampak pandemi dan memperkuat resiliensi.

“Pertemuan AMS yang diadakan di Bali juga bagian dari upaya media penyiaran mendukung pemulihan ekonomi nasional, utamanya di bidang akomodasi, pariwisata, dan UMKM,” kata Dirut LPP TVRI Iman Brotoseno.

Untuk mempromosikan dan mengenalkan Bali dan Indonesia, para anggota AIBD akan diajak berkeliling sekaligus berwisata. Beberapa tempat yang akan dikunjungi adalah Desa Wisata Penglipuran dan Garuda Wisnu Kencana (GWK), mencicipi kuliner khas Bali, dan berbelanja produk UMKM Bali.

Seperti dilansir dari kemenparekraf.go.id, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan event meeting, incentive, conference, exhibition (MICE) kelas dunia Asia Media Summit 2023 itu. “Saya sangat berbangga bisa membantu publikasi dan fasilitasi Asia Media Summit ke-18 yang mengusung tema 'Media Enhancing Economic Sustainability' dan Indonesia bisa menjadi tuan rumah,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam "The Weekly Brief with Sandi Uno", Senin (15/5/2023).

Menparekraf Sandiaga berharap, penyelenggaraan Asia Media Summit 2023 akan memperkuat Bali sebagai salah satu destinasi MICE kelas dunia. Dari ajang tersebut diharapkan memberikan dampak pada kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat Bali.

 

Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari