Indonesia.go.id - Peran Tangguh Menjawab Kebutuhan Energi Gas

Peran Tangguh Menjawab Kebutuhan Energi Gas

  • Administrator
  • Kamis, 26 Oktober 2023 | 20:59 WIB
  • 0
ENERGI
  Pemerintah Indonesia dan operator Blok Tangguh Papua Barat baru saja mencapai kesepakatan untuk perpanjangan kontrak Blok Tangguh. Dari semula hingga 2035, kini menjadi sampai 2055. BP MIGAS
Penambahan kapasitas produksi gas menjadikan Tangguh berperan penting dalam menjawab kebutuhan atas energi gas.

Pemerintah Indonesia dan operator Blok Tangguh Papua Barat baru saja mencapai kesepakatan untuk perpanjangan kontrak Blok Tangguh. Dari semula hingga 2035, kini menjadi sampai 2055.

Terjadinya kesepakatan itu tentu cukup menggembirakan dan menjadi sinyal positif bagi iklim usaha di Indonesia. Pasalnya, iklim perekonomian global kini tidak sedang baik-baik saja.

Di belahan Eropa, perang Ukraina-Rusia masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda mereda. Di belahan dunia lainnya, kawasan Timur Tengah, situasinya kini sedang memanas dengan meningkatnya eskalasi antara Palestina dan Israel.

Konflik itu tentu sangat berpengaruh terhadap pasar komoditas, termasuk pasar gas alam cair atau liquified natural gas (LNG). Kekurangan pasokan pun terjadi, apalagi dunia kini menjelang musim dingin. Gas dibutuhkan sebagai pembangkit listrik.

Panasnya situasi geopolitik dunia, bagi Indonesia, terutama industri migas nasional, rupanya menjadi berkah tersendiri. Sebab, investor global pun harus mencari wilayah yang iklimnya kondusif dan aman bagi investasinya.

Investasi itu bisa dalam bentuk investasi baru maupun memperpanjang investasi yang telah ditanamkan sebelumnya. Bisa jadi, berkah inilah yang terjadi dengan industri migas Indonesia. Di mana, kepercayaan investor terhadap Indonesia terus menunjukkan bukti.

Salah satu wujud dari kepercayaan investor adalah terealisasinya fasilitas Train 3 Blok Tangguh, Papua Barat. Hal itu diumumkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pada Kamis (19/10/2023).

Dengan beroperasinya fasilitas Train 3 Blok Tangguh, maka kapasitas produksi Train Tangguh akan bertambah 3,8 juta ton sehingga total kapasitas produksi tahunan LNG Blok Tangguh menjadi 11,4 juta ton. Sebagai informasi, BP mengembangkan Proyek Tangguh Train 3 dengan investasi USD8,9 miliar. Pembangunan LNG Tangguh Train 3 sudah dimulai sejak 2009.

Bersamaan dengan beroperasinya Train 3 Blok Tangguh, SKK Migas melakukan pengapalan kargo LNG pertama dari blok migas dari Teluk Bintuni untuk kepentingan pembangkit milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan, pengiriman kargo LNG pertama Train 3 Tangguh menuju regasifikasi PLN di Arum, Provinsi Aceh telah jadi tonggak sejarah baru industri migas nasional.

"Pengapalan pertama kargo LNG ke PLN ini juga memberikan sinyal positif terhadap daya serap gas dalam negeri yang akan digunakan untuk menjawab tantangan energi Indonesia,” ujarnya, Kamis (19/10/2023). 

Dwi menambahkan, Blok Tangguh merupakan produsen LNG terbesar di Indonesia. Produksi LNG dari Blok Tangguh berkontribusi signifikan dalam pencapaian target produksi gas nasional sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030.

“Dengan bertambahnya kapasitas produksi gas, Tangguh jadi memegang peranan penting dalam menjawab kebutuhan energi gas di Indonesia yang terus bertambah. Total produksi gas dari Tangguh kini mencapai lebih dari sepertiga produksi gas nasional,” kata Dwi.

Di luar tambahan Train LNG baru, proyek pengembangan Tangguh juga mencakup konstruksi dua anjungan lepas pantai, 13 sumur produksi, fasilitas pemrosesan LNG, serta infrastruktur pendukung lainnya. Proyek Blok Tangguh, Provinsi Papua Barat, Indonesia, merupakan proyek berstatus proyek strategis nasional (PSN). Blok itu memulai operasinya sejak 2009 dan telah mengirimkan lebih dari 1.450 kargo ke pasar domestik dan internasional melalui dua trainnya yang berkapasitas 7,6 juta ton LNG per tahun.

Di Blok Tangguh, BP berperan sebagai operator dengan porsi kepemilikan 40,22 persen. Kemudian MI Berau BV 16,3 persen, CNOOC Muturi Ltd 13.90 persen, Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd 12.23 persen, KG Berau Petroleum Ltd 8.56 persen, KG Wiriagar Petroleum Ltd 1.44 persen, dan Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc 7.35 persen.

BP dan mitranya mengantongi izin operasi Blok Tangguh hingga 2035. Pada akhir 2022, atau tepatnya Jumat (23/12/2022), mereka baru saja mendapatkan perpanjangan kontrak kerja sama Blok Tangguh hingga 2055.

Ketika itu, penandatanganan perpanjangan kontrak dilakukan dua pihak, Pemerintah Indonesia dan BP bersama mitranya. Pihak Indonesia diwakili Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, sementara pihak BP diwakili oleh Kathy Wu, BP Regional President Asia Pacific Low Carbon Energy.

Apa makna dari perpanjangan kontrak Tangguh bagi BP dan mitranya? Kontraktor kerja sama itu mendapatkan izin untuk mengembangkan proyek LNG Tangguh hingga 2055. Wilayah KKS Tangguh melingkupi Wiriagar, Berau, dan Muturi di Teluk Bintuni Papua Barat.

Selain pengembangan Train 3, BP dan para mitranya juga telah memulai proyek Tangguh UCC yang meliputi pengembangan lapangan gas Uba dari, enhanced gas recovery (EOR) melalui penangkapan, penggunaan, dan penyimpanan karbon (EGR/ CCUS) di lapangan Vorwata, serta onshore compression.

Di luar proyek Tangguh LNG, BP juga mempunyai kepemilikan di Blok Andaman II, serta Blok Agung I dan Agung II.

Terlepas dari semua itu, beroperasinya infrastruktur Train 3 Blok Tangguh diharapkan bisa memberikan sinyal yang positif bagi iklim investasi di Indonesia, khususnya bagi industri migas nasional. Investor berbondong-bondong masuk ke Indonesia.

 

Penulis: Firman Hidranto
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari