Indonesia.go.id - Mendorong Industri Kecil Naik Kelas

Mendorong Industri Kecil Naik Kelas

  • Administrator
  • Sabtu, 18 November 2023 | 20:25 WIB
  • 0
BANGGA BUATAN INDONESIA
  Ilustrasi. Untuk meningkatkan partisipasi industri kecil pada kegiatan belanja pemerintah, telah diterbitkan Peraturan Menteri Perindustrian nomor 46 tahun 2022 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN untuk Industri Kecil. ANTARA FOTO/ Andreas Fitri Atmoko
Ada 30 industri kecil dan menengah (IKM) terbaik Provinsi Bengkulu dan lima IKM Champion dengan total penjualan secara online dan offline sebesar Rp11,72 miliar selama lima bulan pelaksanaan Gernas BBI/BBWI Bengkulu 2023.

Bangga dan cinta produk lokal. Jargon tersebut bergema sepanjang lima bulan acara Kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2023. Diawali dengan kick off pada 27 Juli 2023, bertepatan dengan malam penutupan Festival Tabot Bengkulu, dan puncaknya pada Bencoolen Fest di Bengkulu, Sabtu (18/11/2023).

Gernas BBI sendiri pertama kali diluncurkan Presiden pada 14 Mei 2020. Tujuannya, memberi dukungan terhadap sektor industri di Indonesia, khususnya pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Sejak itu, pemerintah terus mengajak masyarakat Indonesia untuk bangga dan cinta pada produk lokal, yang kualitasnya semakin bersaing dengan produk dari luar negeri, sebagai upaya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Pada penyelenggaraan Gernas BBI 2023, pencapaian key performance indicator (KPI) program tidak hanya diukur dari jumlah IKM/UMKM yang onboarding dan belanja produk dalam negeri, melainkan juga selaras dengan Gerakan Nasional Bangga Berwisata Indonesia (BBWI) yang bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata ke berbagai destinasi wisata di tanah air. Selain itu, pemerintah daerah juga memiliki peran utama sebagai campaign manager.

Pada 2023, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu berperan sebagai co-campaign manager penyelenggaraan BBI dan BBWI di Provinsi Bengkulu. Rangkaian Gernas BBI 2023 dilaksanakan oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan top brands, BUMN, BUMD, serta stakeholder lainnya.

BBI dan BBWI Bengkulu 2023 mengangkat tema “Mela Belanjo kek Bejalan ke Bengkulu” yang memiliki makna “Ayo Berbelanja dan Berkunjung ke Bengkulu”. Sementara itu, untuk Gernas BBWI mengangkat tema “Bulan Olahraga”. “Melihat kondisi ekonomi Indonesia yang kian membaik, kita semua optimis dengan terus menggemanya Gernas BBI/BBWI, maka para pelaku industri di Indonesia bisa mendapatkan manfaat yang besar dari tingginya animo masyarakat yang membeli produk dalam negeri, terutama produk IKM,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Bengkulu, Sabtu (18/11/2023).

IKM Champion

Dalam Gernas BBI Bengkulu yang berlangsung selama lima bulan itu, juga dilaksanakan proses pembinaan berupa pendampingan dan fasilitasi kepada 30 IKM terpilih, yang selanjutnya dinilai untuk mendapatkan lima IKM champion yang diumumkan pada Harvesting Gernas BBI Bengkulu pada 18 November 2023 bertempat di Balai Raya Semarak, Kota Bengkulu.

Menperin mengungkapkan, dalam perannya sebagai co-campaign manager, Kemenperin mendukung peningkatan daya saing produk dan kualitas SDM IKM Bengkulu melalui berbagai fasilitasi dan pendampingan, yaitu penguasaan teknologi e-business melalui program e-smart IKM, on-boarding ke dalam e-katalog LKPP, edukasi, dan konsultasi usaha, literasi digital, webinar, pendaftaran merek IKM, pendampingan sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk industri kecil, desain kemasan dan cetak kemasan, serta publikasi dan promosi di media sosial.

Pada kesempatan ini, Kemenperin mencatat 30 IKM terbaik Provinsi Bengkulu dan lima IKM champion dengan total penjualan terbanyak selama diadakannya Gernas BBI/BBWI Bengkulu 2023. Total penjualan 30 IKM secara online dan offline selama 1 September 2023 hingga 11 November 2023 tercatat sebesar Rp11,72 miliar.

Pendataan omset dilakukan dengan mendata total transaksi para IKM yang dilakukan secara online maupun offline. Tercatat rata-rata omset bulanan offline selama pendampingan mencapai angka Rp5,12 miliar dengan peningkatan sebesar 62,06%, serta rata-rata omset bulanan online selama pendampingan sebesar Rp85,3 juta dengan peningkatan sebesar 235,97%. Sehingga, rata-rata omset bulanan total selama pendampingan mencapai nilai Rp5,2 miliar dengan peningkatan rata-rata bulanan sebesar 63,44%.

“Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan internet dan teknologi dalam aspek pemasaran produk IKM terbukti nyata dapat meningkatkan akses pasar para pelaku IKM, dan tentu ini merupakan kesuksesan kita bersama,” tambah Menperin Agus.

Kemenperin berkomitmen untuk melakukan pendampingan kepada IKM Bengkulu yang terpilih dan terus mengajak seluruh masyarakat untuk bangga dan membeli produk dalam negeri, termasuk produk kreasi IKM Bengkulu. Menperin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam pelaksanaan Gerakan Nasional BBI/BBWI Bengkulu 2023.

Kemenperin juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kolaborasi antarkementerian, lembaga, dan pemda berhasil menyukseskan rangkaian kegiatan Gernas BBI/BBWI di Provinsi Bengkulu Tahun 2023. “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia serta seluruh pendukung Gernas BBI/BBWI Bengkulu tahun 2023 atas kerja sama yang baik selama kegiatan ini,” ujar Agus.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah (IKM), dan Aneka Kemenperin Reni Yanita menyampaikan, nantinya para IKM yang telah mendapatkan pendampingan ini akan terus dibina dan dikembangkan baik oleh pemerintah daerah, Bank Indonesia, maupun Kementerian Perindustrian agar dapat terus maju dan berinovasi membawa dampak positif bagi perkembangan IKM dan ekonomi daerah Provinsi Bengkulu.

Dukung P3DN

Penyelenggaraan Gernas BBI tidak hanya ditujukan kepada masyarakat umum, melainkan juga untuk mendorong kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta BUMN dan BUMD untuk dapat belanja produk dalam negeri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini semakin diperkuat melalui Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Sebagai upaya mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) khususnya melalui belanja barang dan jasa pemerintah, Kemenperin secara aktif melakukan sosialisasi, business matching, mempertemukan penyedia bahan baku/ komponen dengan industri, serta kegiatan fasilitasi sertifikasi TKDN.

Untuk meningkatkan partisipasi industri kecil pada kegiatan belanja pemerintah, telah diterbitkan Peraturan Menteri Perindustrian nomor 46 tahun 2022 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN untuk Industri Kecil, yang akrab disebut Permenperin TKDN-IK.

“Kemudahan dalam memperoleh sertifikat TKDN-IK di antaranya berupa penyederhanaan penghitungan nilai TKDN dan pengajuan pendaftaran secara daring melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Nilai TKDN yang diberikan hingga 40% sehingga Industri Kecil dapat bersaing di e-katalog. Tentunya sertifikat TKDN-IK ini gratis tanpa dipungut biaya,” pungkas Menperin.

 

 

Penulis: Dwitri Waluyo
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari