Indonesia.go.id - Optimistis Sektor Pariwisata Capai Target Devisa

Optimistis Sektor Pariwisata Capai Target Devisa

  • Administrator
  • Jumat, 1 Desember 2023 | 13:32 WIB
  • 0
PARIWISATA
  Ilustrasi. Pertumbuhan ekspor produk ekonomi kreatif per triwulan III-2023 terus bertambah. Saat ini perolehan devisa dari ekonomi kreatif telah mencapai Rp1.054 triliun atau sekitar 82,13 persen dari target sebesar Rp1.279 triliun. ANTARA FOTO/ Hendra Nurdiyansyah
Nilai devisa pariwisata sudah mencapai angka yang sangat signifikan dari target yang sudah ditetapkan. Demikian pula untuk nilai ekspor produk ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam "The Weekly Brief with Sandi Uno" di Jakarta, Senin (20/11/2023), menyatakan optimistisnya atas kinerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di 2024 akan semakin baik. Perkembangan ini akan memberikan dampak yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja di kalangan masyarakat.

Ia mengatakan, optimistis yang tinggi itu tidak lepas dari capaian sektor parekraf yang juga terus meningkat, khususnya pascapandemi. "Nilai devisa pariwisata sudah mencapai angka yang sangat signifikan dari target yang sudah ditetapkan," ujar Menparekraf Sandiaga.

Begitu juga untuk nilai ekspor produk ekonomi kreatif. Hingga Juni 2023 sudah mencapai USD11,8 miliar. Sandiaga memaparkan, hasil “expert survey” dalam outlook pariwisata dan ekonomi kreatif 2023/2024 yang menyebutkan ada sebanyak 77 persen pakar menilai kondisi pariwisata dan ekonomi kreatif dalam keadaan yang baik-baik saja dan 36 persen optimistis kondisi pariwisata di 2024 akan bisa melewati angka sebelum pandemi.

"Yang paling membuat kami optimistis adalah nilai tambah produk ekonomi kreatif juga menunjukkan angka yang sangat signifikan," ujar Sandiaga. 

Pertumbuhan nilai tambah ekonomi kreatif tertinggi ada di sektor transportasi dan pergudangan, jasa lainnya, penyediaan akomodasi, serta makan dan minum. Per triwulan III-2023, nilai tambah ekonomi kreatif telah mencapai Rp1.054 triliun atau sekitar 82,13 persen dari target sebesar Rp1.279 triliun. "Terlihat (target) ini akan tercapai, malah akan ada di atas target," kata Sandiaga. 

Hal yang sama juga tercatat pada devisa ekspor ekonomi kreatif yang telah mencapai USD17,4 miliar. Dari tujuan negara ekspor ekonomi kreatif, Amerika Serikat masih menjadi tujuan ekspor terbesar dengan subsektor fesyen, kriya, dan kuliner masih mendominasi.  "Dengan fluktuasi dan ketegangan geopolitik, kami berharap ini tidak akan berdampak kepada hasil akhir (target) yaitu di atas USD27 miliar. Kinerja ekonomi kreatif Indonesia kita harapkan akan lebih baik. Oleh karena itu teman-teman semua jangan ditinggalkan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia," ujar Sandiaga.

Di kesempatan yang sama, Menparekraf Sandiaga juga menyampaikan kabar terkini tentang penyelenggaraan konser dan sertifikasi promotor. Banyak penyelenggaraan konser juga event yang berjalan dengan baik termasuk konser Coldplay, pada 15 November 2023.

Kendati demikian, masih ada catatan perbaikan yang diharapkan melalui proses perizinan penyelenggaraan event juga sertifikasi promotor berlandaskan digitalisasi yang sedang disiapkan pemerintah. Hal ini tentunya akan membuat penyelenggaraan konser dan event lainnya di tanah air semakin lebih baik lagi.

"Ini akan kita fasilitasi dengan pengkajian sertifikasi dari event organizer atau promotor dan tentunya proses digitalisasi perizinan event akan terintegrasi," kata Sandiaga.

 

Penulis: Eri Sutrisno
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari