Indonesia.go.id - Indonesia Kini Punya Pengolahan Emas Terbesar di Dunia

Indonesia Kini Punya Pengolahan Emas Terbesar di Dunia

  • Administrator
  • Rabu, 26 Maret 2025 | 13:02 WIB
HILIRISASI INDUSTRI
  Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat peresmian pabrik pemurnian logam mulia atau Precious Metal Refinery (PMR) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Senin (17/3/2025). ANTARA FOTO/ Rizal Hanafi
Ketika smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) ini beroperasi penuh akan menyerap sedikitnya 2.000 tenaga kerja yakni terdiri dari 1.200 karyawan kontraktor dan 800 karyawan langsung PTFI.

Harga emas dunia naik tipis pada minggu terakhir Maret 2025. Harga emas dunia di pasar spot naik 0,01 persen ke USD3.023,93/troy ons. Dalam seminggu terakhir, harga emas dunia naik 0,87 persen secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 2,57 persen.

Analis Citigroup, melihat kini emas tidak hanya diburu oleh bank sentral atau korporasi, tetapi juga rumah tangga. Sebagai upaya lindung nilai dari fluktuasi yang terjadi pada pasar keuangan global saat ini. Menyusul kebijakan penaikan tarif dagang yang dilakukan pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump terhadap Tiongkok dan Kanada.

Menyikapi kondisi dan peluang gobal dari komoditas tersebut, pemerintah Indonesia tetap fokus mengembangkan hilirisasi industri pertambangan nasional. Ini dibuktikan saat Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik pemurnian (smelter) logam mulia atau Precious Metal Refinery (PMR) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur, Senin (17/3/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Negara menekankan pentingnya industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Apalagi Indonesia memiliki cadangan emas nomor enam terbesar di dunia.

“Ini yang kita kehendaki bahwa negara kita, bangsa kita, tidak hanya akan menjual bahan baku. Tetapi kita ingin juga menjual barang-barang jadi, produk akhir yang punya nilai tambah yang sangat besar. Kita bersyukur bahwa kita punya fasilitas ini,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa keberadaan proyek smelter yang menjadi terbesar di dunia diharapkan mampu menjadi stimulus untuk pembukaan lapangan kerja. Terlebih, proyek pertambangan ini menjadi satu dari 30 proyek strategis nasional.

“Perkiraan kita, dari program investasi yang akan dimulai tahun ini, bisa menciptakan lapangan kerja kurang lebih 8 juta lapangan kerja. Menjadi tugas dan kewajiban kita untuk mengelola sumber daya tersebut dengan sebaik-baiknya, dengan tertib, good governance, transparansi, dan akuntabilitas yang sebaik-baiknya,” tegasnya.

Beberapa tahun terakhir, industri pertambangan merupakan penopang penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor pertambangan menempati posisi kedua tertinggi dalam kategori ekspor nonmigas, dengan menyumbang 18,22 persen dari total ekspor Indonesia pada Januari–Agustus 2024.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan keberadaan smelter logam mulia ini, diharapkan dapat menjadi pendorong utama hilirisasi industri pertambangan di Indonesia. Sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertambangan dalam negeri, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen emas utama di dunia.

”Saya pikir ini adalah kesempatan bagi teman-teman pengusaha atau seluruh masyarakat untuk melakukan investasi di bidang emas karena kita tahu salah satu investasi yang stabil di era ekonomi global yang tidak menentu, yaitu emas,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadia.

Apalagi, pemerintah juga baru saja mendirikan bank emas (bullion bank) melalui Bank Syariat Indonesia (BSI) dan Pegadaian sebagai alternatif pendanaan masyarakat umum dan investor. Keberadaan PMR ini menjadi pemasok utama emas dalam negeri. Dengan begitu, tidak perlu ada devisa keluar untuk membeli emas dari pasar luar negeri.

 

Pengolahan Terbesar di Dunia

Proyek smelter PTFI merupakan fasilitas pemurnian lumpur anoda yang menggunakan proses hydrometallurgy terbesar di dunia dan menjadi fasilitas pemurnian emas modern pertama di dunia yang terintegrasi dari hulu (pertambangan dan pengolahan) ke hilir (pemurnian). Hal ini tecermin melalui biaya investasi senilai USD630 juta atau setara Rp10 triliun.

Smelter ini merupakan bagian dari ekspansi PT Smelting Gresik dan memiliki kapasitas Precious Metal Refinery sebesar 6.000 ton per tahun. Selain emas, smelter ini juga menghasilkan produk lain seperti katoda tembaga, perak murni batangan, dan PGM (Platinum Group Metals), serta produk sampingan seperti asam sulfat, terak, gipsum, dan timbal.

Seberapa besar konsentrat emas yang diolah di PMR ini? Sebanyak produksi emas dari 3 juta ton konsentrat yang dibawa dari Freeport Papua diperkirakan mencapai 50-60 ton. Sementara itu, konsentrat dari smelter Amman Sumbawa Nusa Tenggara Barat yang jumlahnya sekitar 900 ribu ton diperkirakan menghasilkan 18-20 ton emas.

Total produksi emas dari kedua pabrik, yaitu di Gresik dan Amman, diharapkan dapat mencapai 60-70 ton per tahun di Indonesia. Kontrak kerja sama sudah diteken PT Aneka Tambang (Antam) sejumlah 30 ton. Sisanya akan diprioritaskan untuk pasar dalam negeri.

Ketika smelter PTFI ini beroperasi penuh akan menyerap sedikitnya 2.000 tenaga kerja, yakni terdiri dari 1.200 karyawan kontraktor dan 800 karyawan langsung PTFI. Adapun selama masa konstruksi telah mempekerjakan tenaga konstruksi yang kumulatif jumlahnya mencapai 40.000 tenaga kerja.

Sejak dilakukan pemancangan tiang pertama di lokasi smelter pada Oktober 2021, proyek tersebut membutuhkan total 3 tahun 4 bulan untuk menyelesaikan konstruksi pada akhir Juni 2024 lalu. Total investasinya mencapai Rp56 triliun.

 

 

Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Redaktur: Untung Sutomo

Berita Populer