PAJAK
  Ilustrasi. Jajaran mobil yang akan didistribusikan ke sejumlah kota di Indonesia. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Insentif PPnBM Kendaraan Bermotor Diperluas

  •   Senin, 12 April 2021 | 12:29 WIB
  •   Oleh : Administrator

Di era pandemi potensi daya beli kelas menengah masih tinggi. Pemerintah mendorong konsumsi kelas menengah dengan memperluas stimulus diskon PPnBM

Kebijakan diskon pajak atas kendaraan bermotor yang telah diterbitkan melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-20/PMK.010/2021 yang ditetapkan pada 25 Februari 2021 dan berlaku sejak 26 Februari 2021 disambut positif oleh masyarakat. Dalam PMK tersebut, pemerintah memberikan stimulus diskon pajak untuk segmen sama dan lebih dari 1.500 cc kategori sedan dan 4x2 yang memiliki local purchase paling sedikit 70%.

Untuk meningkatkan daya dorong kebijakan, baik dalam mengungkit tingkat konsumsi masyarakat maupun memulihkan sektor otomotif, pemerintah memperluas cakupan kendaraan bermotor yang mendapatkan fasilitas diskon pajak. Yaitu, dengan melakukan relaksasi persyaratan local purchase menjadi paling sedikit 60% dan menambah segmen kendaraan 4x2 dan 4x4 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc.

Perincian kebijakan itu adalah untuk kendaraan bermotor segmen lebih dari sama dengan 1.500 cc kategori sedan dan 4x2, skema fasilitas potongan tarif PPnBM masih sama dengan pengaturan sebelumnya, yaitu diskon pajak sebesar 100% untuk April sampai dengan Mei 2021 (melanjutkan diskon PPnBM masa Maret 2021), 50% diskon PPnBM untuk masa Juni--Agustus dan 25% diskon PPnBM untuk masa September--Desember 2021.

Diskon pajak atas tambahan segmen kendaraan 4x2 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc hingga 2.500 cc yang memenuhi syarat dilakukan secara bertahap. Diskon pajak sebesar 50% dari tarif normal akan diberikan pada masa pajak April-- Agustus 2021, kemudian 25% dari tarif normal pada masa pajak September--Desember 2021.

Diskon pajak atas tambahan segmen kendaraan 4x4 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc yang memenuhi syarat juga dilakukan secara bertahap. Diskon pajak sebesar 25% dari tarif normal akan diberikan pada masa pajak April--Agustus 2021, kemudian 12,5% dari tarif normal pada masa pajak September--Desember 2021.

Kebijakan ini akan menggunakan skema PPnBM ditanggung pemerintah (DTP) melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan nomor 31/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021 dan mulai diberlakukan pada April 2021.

Sedangkan untuk daftar kendaraan yang memenuhi ketentuan local purchase, sama dengan yang diatur sebelumnya yaitu mengacu kepada Keputusan Menteri Perindustrian. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dengan penerbitan PMK ini, bobot kebijakan stimulus menjadi semakin kuat dan cakupannya semakin luas. “Pemerintah berharap kebijakan stimulus ini mampu merangsang konsumsi masyarakat, khususnya pada produk-produk unggulan industri kendaraan bermotor dalam negeri. Ini penting untuk terus mempercepat ritme pemulihan ekonomi nasional,” ujar Menkeu.

Relaksasi ini merupakan  bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah melihat bahwa stimulus sisi permintaan untuk kelas menengah memiliki peluang yang besar untuk mendorong konsumsi masyarakat. Hal ini mengingat potensi daya beli masyarakat kelas menengah atas selama pandemi masih tinggi, sebagaimana diindikasikan dengan nilai tabungan di perbankan yang meningkat. Pemerintah memberi stimulus konsumsi kelas menengah berupa diskon pajak (PPnBM Ditanggung Pemerintah/DTP) sektor otomotif.

Revisi kategori kendaraan yang  menerima relaksasi PPnBM, dari 21 menjadi 29 mobil.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian nomor 839 tahun 2021, syarat mobil baru mendapatkan relaksasi PPnBM, yakni diproduksi di dalam negeri dengan komponen lokal minimal 60 persen. Delapan mobil tambahan yang masuk dalam daftar adalah Honda City Hatchback, Toyota Innova 2.0, Toyota Innova 2.4, Toyota Fortuner 2.4 4x2, Toyota Fortuner 2.4 4x4, Honda HR-V 1.8 L, 18. Honda CR-V 1.5 T, dan Honda CR-V 2.0 CVT.

Berikut 29 mobil yang dapat fasilitas relaksasi PPnBM:

Mesin maksimal 1.500 cc

  1. Toyota Yaris
  2. Toyota Vios
  3. Toyota Sienta
  4. Daihatsu Xenia
  5. Toyota Avanza
  6. Toyota Rush
  7. Toyota Raize
  8. Daihatsu Gran Max
  9. Daihatsu Luxio
  10. Daihatsu Terios
  11. Daihatsu Rocky
  12. Mitsubishi Xpander
  13. Mitsubishi Xpander Cross
  14. Nissan Livina
  15. Honda Brio RS
  16. Honda Mobilio
  17. Honda BR-V
  18. Honda CR-V 1.5 T
  19. Honda HR-V 1.5 L
  20. Honda City Hatchback
  21. Suzuki Ertiga
  22. Suzuki XL7
  23. Wuling Confero

 

Mesin 1.501 - 2.500 cc

  1. Toyota Innova 2.0
  2. Toyota Innova 2.4
  3. Toyota Fortuner 2.4 4x2
  4. Toyota Fortuner 2.4 4x4
  5. Honda HR-V 1.8 L
  6. Honda CR-V 2.0 CVT

 

Sementara itu, Mitsubishi Pajero Sport tidak masuk ke dalam daftar penerima insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru 2.500cc pada April--Agustus 2021. Mobil SUV Mitsubishi Pajero Sport sejak awal diyakini bakal mendapat relaksasi pajak.

“New Pajero Sport tidak disertakan dalam program relaksasi PPnBM 1.500-2.500 cc dikarenakan persentase kandungan lokalnya belum mencapai 60 persen sebagaimana disebutkan dalam kriteria,” ujar President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura kepada media, seraya menyebut local purchase (kandungan lokal) SUV Mitsubishi Pajero Sport masih 40 persen.

 

Penulis: Eri Sutrisno
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari