G20
  Gerai planogram yang dikelola Kemenparekraf di Bali. Menampilkan aneka ragam produk kriya UMKM Bali. KEMENPAREKRAF

Promosi Digital Produk Ekraf Hadir di Bali

  •   Jumat, 2 September 2022 | 07:40 WIB
  •   Oleh : Administrator

Sedikitnya 400 jenis barang dari 300 pelaku usaha ekonomi kreatif seluruh Indonesia tergabung dalam Planogram.

Kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Nusa Dua, Bali, kembali menggeliat dalam beberapa bulan terakhir. Area ini dikenal memiliki infrastruktur untuk Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) terbaik.

Sejumlah pertemuan G20 berlangsung di kawasan Nusa Dua, Bali pada akhir Agustus hingga awal September 2022. Baik yang digelar di hotel di ITDC maupun sekitar Nusa Dua. Mulai Digital Economy Working Group (DEWG), Energy Transtition Working Group (TEWG), Education Working Group (EdWG), dan G20 Supreme Audit Instituition (SAI) Summit.

Kendati kondisinya belum seramai sebelum pandemi yang merebak pada 2020, beberapa gerai seperti cafe, restoran, toko kriya dan asesoris Bali, toko peralatan selancar, pusat perbelanjaan Sogo, dan pusat kebudayaan sudah beroperasi.

Salah satu gerai yang buka adalah Planogram, rumah kreatif yang dikelola Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenprekraf).

Gerai itu terletak di Art Building, Bali Collection. Biasanya di sekitar area itu diramaikan dengan atraksi budaya tradisional maupun modern.

Menurut Ida Ayu Putu Eni Wahyuni, pengelola Gerai Planogram di Bali Collection, cukup banyak turis asing dan delegasi peserta pertemuan G20. “Tapi memang tidak seramai seperti kegiatan sebelum pandemi. Apalagi tempat ini baru dibuka beberapa bulan lalu,” jelasnya, Rabu (31/8/2022).

Diakui Putu Eni, sejak 1 Agustus 2022, sekitar 100 konsumen asing maupun lokasi sudah membeli produk-produk melalui Instalasi Planogram maupun membeli langsung barang yang dipajang di display. Produk kriya yang banyak terjual seperti anyaman Bali, wastra (kain) tradisional, serta makanan ringan khas Bali seperti kue talas dan pai susu.

Produk yang dipajang di gerai itu dia antaranya tas kulit, dompet kulit, jaket kulit, ikat pinggang, sepatu, kopi, herbal hingga kain tenun. Bisa dibeli, tapi stok terbatas ada di gerai itu. Pengunjung lebih diutamakan untuk memesan produk lewat Planogram.

Instalasi Planogram merupakan pameran berformat instalasi portable, di mana setiap poster jenama (merek) produk ekraf yang ditampilkan, dilengkapi kode batang (barcode) yang akan mengarahkan pengunjung ke toko penjualnya secara daring.

Pada Instalasi Planogram ini ada dua panel vertikal dan satu meja display yang dapat diputar menggunakan sensor tombol touchless biru.

Di setiap meja display-nya juga terdapat mini screen yang akan memutar video looping atau penjelasan tentang produk kreatif karya anak bangsa serta cara pembeliannya.

Putu Eni menerangkan, sedikitnya 400 jenis barang dari 300 pelaku usaha ekonomi kreatif seluruh Indonesia tergabung dalam Planogram. Seluruhnya merupakan produk buatan dalam negeri khusus dari kelompok UMKM. Tentunya yang telah dikurasi Kemenparekraf.

Sebagai dukungan terhadap perhelatan G20 di Bali, produk buah tangan untuk delegasi KTT G20 November sudah disiapkan oleh Kemenparekraf.

Gerai Planogram itu juga memajang purwarupa buah tangan G20 berbentuk jam tangan kayu produk asli Bali. Sementara suvenir itu belum untuk dijual untuk umum.

Pasangan suami istri, Edward Herman Sanjaya dan Yuliana, yang baru pertama kali mengunjungi Planogram mengaku kagum dengan instalasi digital tersebut.

"Kami kaget karena aplikasi ini sudah ada di Nusa Dua. Lokasinya strategis, barang-barangnya kualitasnya bagus, meski buatan UMKM lokal. Harganya pun terjangkau," tutur Edward yang asal Surabaya namun sudah bermukim di Denpasar.

Mereka berharap pemerintah terus mengembangkan promosi digital produk dalam negeri seperti ini. Jadi dari instalasi ini diharapkan para turis asing tidak sekadar membeli eceran tapi juga bisa melakukan transaksi bisnis lebih besar lagi. "Saya berharap ke depan, produk-produk kita memiliki kemasan yang semakin bagus. Itu menambah nilai jualnya di pasar," tukas Yuliana.

Instalasi Planogram merupakan dukungan Kemenparekraf dalam mempromosikan produk ekonomi kreatif (ekraf) anak bangsa. Khususnya karya kriya, fesyen, dan produk kuliner.

Sebelum hadir di Bali, Planogram sudah pernah ditempatkan di pintu kedatangan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk mendukung perhelatan MotoGP Mandalika pada Februari dan Maret 2022.

Planogram kembali hadir di acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang berlangsung di Art Building Bali Collection, Nusa Dua pada 23-28 Mei 2022. Sebanyak 140 pelaku UMKM Bali terlibat dalam promosi produk ekonomi kreatif.

 

Transformasi Digital Bali

Pertumbuhan ekonomi digital di Pulau Dewata mendapatkan dukungan optimal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemprov Bali, Gede Pramana dengan membuat lokapasar (market place) Made in Bali dan Bali Mall. Produk-produk UMKM khas Bali dipasar melalui aplikasi digital tersebut.

“Hal itu merupakan upaya kami agar ekonomi Bali kembali bangkit pasca pandemi,” jelas Gede yang ditemui di Denpasar, Kamis (1/9/2022).

Untuk itu, Bali membentuk Tim Percepatan Transformasi Digital agar proses transformasi Bali menjadi Pulau Digital terwujud. Sesuai dengan keinginan Pemprov agar Bali sebagai pusat destinasi wisata yang berbudaya, berkualitas, dan bermartabat.

“Kami juga sudah melibatkan para start up, gamers, dan teknologi metaverse yang potensial mendorong ekonomi digital Bali. Selain itu, pelayanan pemerintah daerah untuk publik kini sudah banyak berbasis SPBE,” ujar Kadis Kominfo Pemprov Bali.

Dalam hal ini, Pemprov Bali, tentunya terus mendukung kegiatan G20 yang puncaknya akan digelar di Nusa Dua pada November 2022. Baik kesiapan infrastruktur digital maupun mengawal proses aktivitas para delegasi agar nyaman merasakan nuansa keindahan dan keramahan budaya Bali.

 


Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Redaktur: Elvira Inda Sari