G20
  Ocean20 atau O20 menjadi wadah bagi perusahaan global di dunia dan negara-negara anggota G20 untuk membuat dan mewujudkan komitmen bersama menuju laut yang berkelanjutan, inklusif, dan memanfaatkan peluang pasar dalam ekonomi kelautan. MCG20

Ocean20 Wujudkan Laut yang Lestari

  •   Sabtu, 26 November 2022 | 16:36 WIB
  •   Oleh : Administrator

Ocean20 merupakan sebuah inisiatif sektor publik swasta yang inovatif untuk memastikan keberlanjutan ekonomi kelautan dalam jangka panjang.

Di sela-sela hajatan G20, pemerintah Indonesia bersama dengan World Economic Forum, meluncurkan Ocean20 (O20). Ocean20 merupakan sebuah inisiatif sektor publik swasta yang inovatif untuk memastikan keberlanjutan ekonomi kelautan dalam jangka panjang. Dimulai di Bali selama serangkaian dialog high-level jelang G20 Heads of State and Government Summit, O20 diusulkan sebagai Engagement Group resmi G20.

Perlu diketahui, negara G20 mewakili 45% dari garis pantai di dunia, 80% emisi karbon global, dan 75% perdagangan global, maka pemulihan nilai laut dan memastikan keberlanjutan ekonomi kelautan jangka panjang, menjadikan hal ini sebagai peluang penting untuk menyampaikan banyak isu prioritas seperti yang ditetapkan dalam agenda G20.

“Untuk lautan yang kian membaik, dapat memberikan manfaat bagi semua orang dan memperkuat perannya dalam melindungi kita dari dampak terburuk krisis iklim, kita membutuhkan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengatasi tantangan terbesar yang dihadapi lautan saat ini,” kata Klaus Schwab, Pendiri dan Ketua Eksekutif World Economic Forum.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan, Indonesia dengan bangga memprakarsai O20 sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk melindungi lautan dan membangun ekonomi laut yang berkelanjutan. "Kami mengundang semua pemimpin G20 untuk berkontribusi secara aktif dalam upaya penting ini, termasuk dengan mengalokasikan sarana dan sumber daya yang diperlukan. Mari kita berkolaborasi untuk melestarikan bumi dan lautan yang sehat untuk generasi selanjutnya,” kata Presiden Jokowi.

O20 melibatkan para pemimpin dalam kelompok kerja khusus untuk menggerakkan ambisi menjadi komitmen melalui tindakan untuk kesehatan laut. Aksi ini akan melanjutkan fokus pada bidang-bidang utama untuk pertumbuhan ekonomi laut yang berkelanjutan, dari blue carbon dan pangan air, hingga pembiayaan cepat terhadap kesehatan laut, serta mengatasi masalah polusi plastik, perubahan iklim, dan membuka peluang terhadap transisi energi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ketika menghadiri pembukaan Ocean20 di BNDCC, Bali, pada Senin (14/11/2022), menyampaikan bahwa Ocean20 atau O20 menjadi wadah bagi perusahaan global di dunia dan negara-negara anggota G20 untuk membuat dan mewujudkan komitmen bersama menuju laut yang berkelanjutan, inklusif, dan memanfaatkan peluang pasar dalam ekonomi kelautan.

Hal tersebut tentunya dapat didorong dengan bekerja sama dengan para pimpinan untuk mengatasi kesenjangan saat ini dalam tata kelola dan manajemen laut, kesehatan laut, industri laut yang berkelanjutan, serta investasi laut untuk pengembangan laut yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Karena alasan ini, Indonesia sangat ingin mengusulkan agar O20 diselenggarakan oleh forum maupun pemerintah Indonesia selama penyelenggaraan Presidensi G20 tahun ini dan harapannya dapat dilaksanakan pada Presidensi G20 selanjutnya dengan berkolaborasi dengan industri terkait, masyarakat, serta akademisi,” ujar Luhut.

Selanjutnya, Luhut menuturkan bahwa lautan menutupi 71 persen permukaan bumi dan menyediakan berbagai sumber daya dan hal ini merupakan sumber penghidupan yang vital. Selain itu, laut memiliki prospek yang sangat besar untuk berinovasi, sebagai pertumbuhan ekonomi, dan juga sebagai sumber pekerjaan.

Pertumbuhan ekonomi, pekerjaan, dan inovasi adalah bagian topik inti dari penyelenggaraan Presidensi G20. Oleh karena itu, Menko Luhut menuturkan bahwa ada peluang yang jelas untuk menemukan solusi baru untuk aspek-aspek utama dari agenda sambil mengatasi tantangan lingkungan kritis yang dapat membahayakan sistem global.

“Di bawah kepemimpinan Indonesia, KTT G20 secara aktif melibatkan sektor swasta, akademisi, dan LSM dalam memperkuat komitmen untuk membangun dan bertransisi menuju laut yang berkelanjutan, membawa harapan baru dalam pemulihan krisis kesehatan, dan meningkatkan sistem tata kelola pemerintah yang baik,” jelasnya.

Sebagai informasi, O20 merupakan kegiatan untuk menyampaikan rekomendasi kebijakan konkret yang dapat ditindaklanjuti secara sosial-ekonomi dan ekologi untuk melestarikan serta memanfaatkan laut dan sumber daya maritim secara berkelanjutan sebagai Blue Natural Capital (BNC). Penyelenggaraan O20 pada KTT G20 memiliki tema, yaitu Building Stronger Ocean Prosperity for All (Recover Together, Recover Stronger). Adapun topik-topik pertemuan yang dibahas, yaitu blue economy, blue energy, blue carbon, blue food, blue investment, marine tourism, marine pollution, ocean conservation, dan keahlian pada bidang maritim.

Acara ini dihadiri oleh Peter Thomson, selaku United Nations Secretary General’s Special Envoy for The Ocean, Gim Huay Neo selaku Managing Director Centre for Nature and Climate World Economic Forum, dan Douglas McCauley selaku Director Benioff Ocean Initiative, sekaligus merupakan Profesor University of California, Santa Barbara USA, serta M Firman Hidayat, selaku Plt. Deputi bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marinves.

Adapun pada pembukaan Ocean20, mengangkat beberapa topik, antara lain, Financing Ocean Solutions and Stewardship, Blue Carbon for People and Planet, Blue Food for Inclusive Growth, dan Ending Plastic Waste an Opportunity for Sustainable Development.

 

Penulis: Eri Sutrisno
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari