Indonesia.go.id - Menjejak Prasejarah dan Pesona Alam Merangin

Menjejak Prasejarah dan Pesona Alam Merangin

  • Administrator
  • Senin, 5 Juni 2023 | 14:06 WIB
  • 0
KEANEKARAGAMAN HAYATI
  Air tejun di Merangin. MERANGINKAB.GO.ID
Kawasan Geopark Merangin di Provinsi Jambi merupakan tempat tinggal dari lebih 4.000 macam tanaman dan 372 macam spesies fauna. Sebagian besar merupakan fauna spesies langka dan terancam punah. Merangin juga menyimpan fosil yang usianya lebih tua dari pulau Sumatra.

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) kembali menetapkan empat situs geopark di Indonesia ke dalam jaringan UNESCO Global Geoparks (UGG). Dengan demikian, sejak 2012, sudah 10 geopark atau taman bumi yang ada di Nusantara ini yang terdaftar di UNESCO.

Keempat geopark tersebut adalah Ijen UNESCO Global Geopark, Maros Pangkep UNESCO Global Geopark, Merangin Jambi UNESCO Global Geopark, dan Raja Ampat UNESCO Global Geopark. Penetapan keempat situs geopark tersebut berdasarkan keputusan pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis, Rabu (24/5/2023).

Menyikapi kabar ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap penetapan empat situs geopark Indonesia ke dalam jaringan UNESCO Global Geoparks akan memperkuat promosi pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air sekaligus memperkuat arah pembangunan pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.

Menparekraf Sandiaga mengatakan akan all out mendorong promosi baik di keempat geopark yang baru saja ditetapkan dalam jaringan UGG ataupun enam geopark yang sebelumnya telah lebih dulu ditetapkan agar semakin dikenal dan menarik minat wisatawan. Termasuk, melakukan pendampingan dan pelatihan dalam penguatan SDM guna memastikan agar keragaman yang ada di dalam geopark tetap terjaga.

Selain itu, melalui jaringan UGG ini juga memastikan geopark sebagai wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilai tinggi, termasuk di dalamnya keanekaragaman hayati dan keragaman budaya yang menyatu yang dikembangkan dengan tiga pilar utama, yakni konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal.

“Termasuk memastikan keterlibatan desa-desa wisata di sekitar geopark agar dapat berkontribusi dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis geopark,” kata Menteri Sandiaga, dikutip dari laman Kemenparekraf, Kamis (25/5/2023).

UNESCO Global Geopark adalah sebuah wilayah geografis di mana situs dan lanskap yang menjadi aset geologis internasional dikelola dengan konsep konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu. Taman Bumi (geopark) yang mendapat pengakuan UNESCO akan dikembangkan dengan pendekatan konservasi dan pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan komunitas lokal.

Pihak UNESCO dalam keterangan resminya menyatakan terdapat 18 situs geopark terbaru yang ditetapkan dalam jaringan UGG. Termasuk di dalamnya empat situs geopark Indonesia. Dengan penetapan itu, total ada 195 situs geopark dalam jaringan UGG yang tersebar di 48 negara.

Salah satu geopark yang memiliki potensi keanekaragaman hayati dan budaya luar biasa adalah Merangin. Terletak pusat Pulau Sumatra, tepatnya di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Lokasi kota terdekat adalah Kota Bangko dan dapat ditempuh perjalanan darat sekira 5--6 jam dari Kota Jambi.

Kawasan Merangin UNESCO Global Geopark ini memiliki luas 4.832,31 km persegi seluruhnya berupa dataran, dengan puncak tertinggi Gunung Masurai dengan ketinggian sekitar 2,900 mdpl. Keanekaragaman pesona alam kawasan ini cukup komplet, terdiri dari gunung, kawah, lembah, air terjun, sungai, danau sampai goa.

Kawasan Geopark Merangin Jambi merupakan tempat tinggal dari lebih 4.000 macam tanaman dan 372 macam spesies fauna. Sebagian besar merupakan fauna spesies langka dan terancam punah.

Bagi Anda yang berjiwa petualang dan tertarik soal prasejarah, Geopark Merangin menawarkan banyak hal. Setidaknya, seperti dilansir dari geopark.meranginkab.go.id, terdapat tiga inti keunikan geologi di Geopark Merangin Jambi.

Fosil flora Jambi yang mewakili Terrane Sumatra Barat dari dataran Cathaysia dengan Flora Euramerican, pemandangan Karst yang mewakili era Mesozoic dengan artefak prasejarah dan Kaldera Masurai yang mewakili vulkanik Kuarter.

Selain menyimpan fosil yang usianya lebih tua dari pulau Sumatra, Geopark Merangin juga menyimpan pesona alam yang luar biasa indah. Ada beberapa gua yang bisa dijelajahi pelancong seperti Gua Sengayu, Gua Sengering hingga Gua Tiangko.

Tidak hanya itu, Merangin juga dikelilingi oleh beberapa danau. Ada Danau Pauh, Danau Depati Empat hingga Danau Telago Biru yang keindahannya diburu oleh banyak wisatawan. Air terjun juga banyak di Geopark Merangin. Sebut saja air terjun Sigerincing, air terjun Lempisang, air terjun Mukus, air terjun Serintik Hujan Panas dan juga air terjun Dukun Betuah.

Bagi yang ingin menikmati dan berendam di air panas bisa mampir ke sumber mata air panas bernama Fumarol Grao Sakti dan mata air panas Nilo Sungsang.

Masyarakat adat di kawasan Geopark Merangin juga turut menjaga kelestarian alam maupun budayanya. Di situ ada wilayah Hutan Adat Guguk hingga Hutan Adat Serampas Rantau Kermas yang masih terjaga keasriannya oleh masyarakat setempat.

Masyarakat di sekitar Geopark Merangin sendiri sudah sadar betul dengan kekayaan alam yang mereka miliki sehingga akan menjaganya sampai akhir hayat, seperti yang dilakukan warga Desa Adat Air Batu dan Perkampungan Tradisional Rantau Panjang. Aktivitas adat lokal bisa dirasakan oleh para pengunjung. Tentunya dengan tetap menghormati adat istiadat lokal.

 

Fasilitas Wisata

Apa saja fasilitas bagi wisatawan di Geopark Merangin ini? Fasilitas homestay tersedia di Desa Air Batu. Penginapan tersebut dikelola warga. Bagi yang hendak menuju ke desa tersebut, juga tersedia jasa travel dari Kota Jambi dan Kota Bangko. Selain itu, terdapat pula fasilitas seperti toilet, tempat parkir dan juga musala di Desa Air Batu.

Bagi wisatawan yang ingin melakukan aktivitas arung jeram, bisa menyewa perahu karet dengan biaya sebesar Rp450.000 per orang, sudah termasuk makan dan biaya menginap. Biaya sewa ini juga sudah termasuk jasa pemandu, yang akan menemani wisatawan berarung jeram dari titik start hingga finish.

Agenda jelajah yang cukup menarik di Geopark Merangin adalah melakukan arung jeram di Sungai Manau sembari melihat beberapa artefak fosil dan menyusuri gua karst. Disarankan agar berkunjung ke Geopark Merangin sejak pagi hari, agar puas mengeksplorasi kekayaan alam dan budaya Merangin. Untuk itu, sebaiknya berangkat dari Kota Jambi atau Bangko sejak malam hari sebelumnya. Tertarik?

 

Penulis: Kristantyo Wisnubroto
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari