Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


ADUAN KONTEN

Melaporkan Hoaks dan Cyber Crime

Tuesday, 16 April 2019

Harus diakui, berita hoaks alias kabar bohong sudah menjamur di dunia maya. Hal tersebut menimbulkan keresahan karena tak sedikit orang yang percaya dengan konten yang tidak ada nilai kebenarannya tersebut.


Melaporkan Hoaks dan Cyber Crime Ilustrasi. Sumber foto: Istimewa

Pemerintah terus berupaya melakukan sosialisasi guna meminimalisasi penyebaran konten negatif, termasuk hoaks.

Bahkan, masyarakat juga telah diinformasikan mengenai hukuman bagi mereka yang berujar kebencian atau berbau SARA. UU ITE menjadi senjata untuk "melumpuhkan" mereka yang terlibat dalam konten negatif dan hoaks.

Berikut ini rujukan untuk mengetahui apakah sebuah berita termasuk konten negatif atau tidak. Sebuah konten tergolong negatif jika:

  • Berbau pornografi
  • SARA
  • Penipuan atau perdagangan ilegal
  • Narkoba
  • Perjudian
  • Radikalisme

Akun Twitter Indonesia Baik ‏@GPRindonesia juga menyebut konten yang termasuk konten negatif seperti:

  • Kekerasan
  • Kekerasan anak
  • Malware dan phising
  • Pelanggaran kekayaan intelektual

Nah, jika menemukan konten negatif seperti yang disebutkan tadi, masyarakat bisa segera memberikan laporan. Bagaimana caranya?

  • Pengguna bisa melakukan screen capture alias tangkapan layar disertai url link, kemudian mengirimkan data ke aduankonten@mail.kominfo.go.id.
  • Kiriman aduan segera diproses setelah melalui verifikasi. Kerahasiaan pelapor dijamin dan aduan konten dapat dilihat di laman web trustpositif.kominfo.go.id.
  • Bisa juga WhatsApp ke nomor 0811-922-4545
  • Atau Twitter @aduankonten, @BNPTRI, @CCICPolri, @DivHumas_Polri

Selain hoaks, hal lain yang perlu diwaspadai adalah kejahatan dengan menggunakan internet seperti peretasan dan penipuan.

Untuk membatasi dan meredam kejahatan di dunia internet, pihak kepolisian Indonesia telah melakukan beberapa upaya, termasuk menyediakan email khusus untuk menerima laporan kasus-kasus terkait cyber crime.

Masyarakat yang pernah menjadi korban penipuan lewat internet dalam mengirim laporan ke alamat cybercrime@polri.go.id. Dalam laporan tersebut, harus disertakan keterangan yang jelas seperti:

  • Identitas pelaku
  • Alamat yang diberikan pelaku
  • Nomor rekening pelaku
  • Nomor telepon pelaku
  • Kronologi kejadian
  • Kerugian yang dialami akibat penipuan
  • Bukti foto atau screen capture atau SMS atau apa pun dari pelaku
  • Informasi pendukung lainnya yang dirasa perlu

Jika dirasa belum cukup, anda disarankan datang dan melaporkan secara langsung ke kantor polisi terdekat terkait apa yang dialami.

Layanan
Layanan Terpopuler
Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi
Judicial review atau hak uji materi merupakan proses pengujian peraturan perundang-undangan yang lebih rendah terhadap peraturan perundang-undangan lebih tinggi yang dilakukan oleh lembaga peradilan. ...
Syarat Ekspor Jasa Bebas PPN
Pemerintah baru saja mengeluarkan beleid atau kebijakan baru yang memperluas pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 0 persen untuk ekspor jasa. ...
Tata Cara Bayar Denda SPT Pajak
"Warga negara yang baik adalah warga negara yang taat pajak." Anda mungkin familiar atau pernah mendengar kalimat tersebut, bukan? Sebuah ajakan yang baik. Sederhananya, jika ada hak kita ya...
Melaporkan Hoaks dan Cyber Crime
Harus diakui, berita hoaks alias kabar bohong sudah menjamur di dunia maya. Hal tersebut menimbulkan keresahan karena tak sedikit orang yang percaya dengan konten yang tidak ada nilai kebenarannya ter...
Pengurusan Tiket A via KAI Access
PT Kereta Api (KAI) Indonesia telah memiliki layanan online via aplikasi telepon pintar (smartphone), yakni KAI Access. KAI Access adalah satu-satunya aplikasi resmi yang dikeluarkan oleh PT KAI Indon...
Cara Mengurus atau Mendapatkan Label SNI
Berbicara soal produk, baik itu barang, makanan, atau minuman di sekitar kita mungkin tak terbayang jumlahnya. Jangankan yang dapat dilihat oleh pengamatan sehari-hari, barang-barang terdekat ali...
Cara Tambah Daya Listrik PLN
Lampu menyala, mesin cuci bekerja, atau televisi sudah bisa ditonton dengan saksama. Tentu ada “kekuatan” yang bisa membuat perangkat alat elektronik tersebut bisa digunakan. Ya, itu adala...
Panduan MRT Jakarta
Senin, 1 April 2019, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta resmi beroperasi secara komersial setelah menjalani masa percobaan hingga akhir Maret sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Ratangga, demikia...
Mengurus Izin Keramaian
Izin keramaian dikeluarkan dari Kepolisian Republik Indonesia bagi masyarakat yang akan melangsungkan acara yang berpotensi menghadirkan banyak orang. ...
Hak Pilih dalam Pemilu 2019
Pemilihan Umum 2019 dilakukan secara serentak dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden serta Perwakilan Rakyat yang akan duduk di DPR maupun DPD. Pesta demokrasi yang berlangsung lima tahun sekali in...