Bahasa | English


ADUAN KONTEN

Melaporkan Hoaks dan Cyber Crime

16 April 2019, 15:31 WIB

Harus diakui, berita hoaks alias kabar bohong sudah menjamur di dunia maya. Hal tersebut menimbulkan keresahan karena tak sedikit orang yang percaya dengan konten yang tidak ada nilai kebenarannya tersebut.


Melaporkan Hoaks dan Cyber Crime Ilustrasi. Sumber foto: Istimewa

Pemerintah terus berupaya melakukan sosialisasi guna meminimalisasi penyebaran konten negatif, termasuk hoaks.

Bahkan, masyarakat juga telah diinformasikan mengenai hukuman bagi mereka yang berujar kebencian atau berbau SARA. UU ITE menjadi senjata untuk "melumpuhkan" mereka yang terlibat dalam konten negatif dan hoaks.

Berikut ini rujukan untuk mengetahui apakah sebuah berita termasuk konten negatif atau tidak. Sebuah konten tergolong negatif jika:

  • Berbau pornografi
  • SARA
  • Penipuan atau perdagangan ilegal
  • Narkoba
  • Perjudian
  • Radikalisme

Akun Twitter Indonesia Baik ‏@GPRindonesia juga menyebut konten yang termasuk konten negatif seperti:

  • Kekerasan
  • Kekerasan anak
  • Malware dan phising
  • Pelanggaran kekayaan intelektual

Nah, jika menemukan konten negatif seperti yang disebutkan tadi, masyarakat bisa segera memberikan laporan. Bagaimana caranya?

  • Pengguna bisa melakukan screen capture alias tangkapan layar disertai url link, kemudian mengirimkan data ke aduankonten@mail.kominfo.go.id.
  • Kiriman aduan segera diproses setelah melalui verifikasi. Kerahasiaan pelapor dijamin dan aduan konten dapat dilihat di laman web trustpositif.kominfo.go.id.
  • Bisa juga WhatsApp ke nomor 0811-922-4545
  • Atau Twitter @aduankonten, @BNPTRI, @CCICPolri, @DivHumas_Polri

Selain hoaks, hal lain yang perlu diwaspadai adalah kejahatan dengan menggunakan internet seperti peretasan dan penipuan.

Untuk membatasi dan meredam kejahatan di dunia internet, pihak kepolisian Indonesia telah melakukan beberapa upaya, termasuk menyediakan email khusus untuk menerima laporan kasus-kasus terkait cyber crime.

Masyarakat yang pernah menjadi korban penipuan lewat internet dalam mengirim laporan ke alamat cybercrime@polri.go.id. Dalam laporan tersebut, harus disertakan keterangan yang jelas seperti:

  • Identitas pelaku
  • Alamat yang diberikan pelaku
  • Nomor rekening pelaku
  • Nomor telepon pelaku
  • Kronologi kejadian
  • Kerugian yang dialami akibat penipuan
  • Bukti foto atau screen capture atau SMS atau apa pun dari pelaku
  • Informasi pendukung lainnya yang dirasa perlu

Jika dirasa belum cukup, anda disarankan datang dan melaporkan secara langsung ke kantor polisi terdekat terkait apa yang dialami.

Layanan
Layanan Terpopuler
Cara Melacak Barang Kiriman Lewat Bea Cukai
Untuk melakukan impor barang, penduduk Indonesia harus melalui pintu masuk bernama Bea Cukai. ...
Cara Mengecek Keaslian Sertifikat Tanah
Permasalahan seputar keaslian sertifikat tanah umumnya disebabkan kecerobohan masyarakat sebelum proses transaksi berjalan. Di Indonesia, permasalahan yang paling sering terjadi ialah sertifikat bodon...
Aturan Barang Bawaan Masuk ke Indonesia
Ada ketentuan yang harus dipatuhi terkait barang bawaan penumpang yang masuk ke Indonesia. ...
Cara Mengecek Legalitas Ponsel
Pemerintah telah resmi mengeluarkan peraturan untuk memerangi ponsel ilegal masuk ke Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai memberlakukan aturan tentang Internation...
Aplikasi "sikapiuangmu" OJK
Aplikasi "Sikapiuangmu" adalah Aplikasi ponsel yang dibangun sebagai alat untuk membantu Anda merencanakan keuangan dan melacak pengeluaran Anda dengan bijak. ...
E-SKA, Surat Keterangan dari Kementerian Perdagangan
Surat Keterangan Asal (SKA) atau biasa disebut Certificate of Origin (COO) adalah merupakan sertifikasi asal barang, di mana dalam sertifikat tersebut dinyatakan bahwa barang/komoditas yang diekspor a...
Beda Perpanjang Dengan Ganti Paspor
Proses perpanjangan paspor lebih mudah dibandingkan mengganti paspor. Hal itu berkaitan dengan kelengkapan yang akan dibawa. ...
Prosedur Memulangkan Jenazah dari Luar Negeri ke Indonesia
Beberapa syarat wajib dipenuhi oleh orang yang mengurus kepulangan jenazah dari Luar Negeri ke Indonesia. ...
Aturan WNA yang Akan Menikah dengan WNI
Bagi pasangan yang menikah beda negara (WNI dengan WNA), sejumlah persyaratan yang diminta akan sedikit lebih rumit dan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkannya. Ini karena diperluk...
Tilang Elektronik (E-Tilang)
Polda Metro Jaya mulai melakukan sistem tilang elektronik alias E-Tilang untuk para pengendara di Jakarta. Langkah ini diharapkan bisa menekan angka pelanggaran lalu lintas di Ibu Kota. ...