Bahasa | English


APLIKASI SIPONGI

SiPongi KLHK

26 June 2019, 00:00 WIB

SiPongi berbasis data bernama satelit NOAA dan Tera serta dibantu cahaya matahari. Cara kerjanya adalah dengan menangkap suhu dan luasan titik api lalu disampaikan ke pusat informasi dan ditampilkan ke web.


SiPongi KLHK SiPongi Karhutla Monitoring Sistem. Foto: SiPongi KLHK

Setiap tahun, Indonesia tak pernah luput dari bencana kebakaran hutan. Bukan hal yang mengherankan karena ada begitu banyak titik api di Tanah Air. Guna meminimalisasi bencana tersebut, pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), meluncurkan aplikasi kebakaran dini hutan bernama SiPongi. Aplikasi tersebut bisa dilihat dalam laman web http://sipongi.menlhk.go.id/.

SiPongi bertujuan untuk mengantisipasi dan melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dengan lebih cepat sehingga bencana tersebut dapat dikurangi. Ini membantu pemerintah mengurangi titik api yang berpotensi menyumbang karbon. Sebagai catatan, Indonesia masuk ke dalam daftar 10 negara penghasil karbon terbesar di dunia. Kebakaran hutan menjadi salah satu penyebab utama tingginya karbon tersebut.

SiPongi berbasis data bernama satelit NOAA dan Tera serta dibantu cahaya matahari. Cara kerjanya adalah dengan menangkap suhu dan luasan titik api lalu disampaikan ke pusat informasi dan ditampilkan ke web. Aplikasi ini memiliki dua tampilan, yang bisa dibuka masyarakat maupun khusus pihak internal KLHK dengan unit-unit terkait dalam permasalahan kebakaran hutan.

Aplikasi ini didukung fasilitas call center dengan nomor +6281310035000 dan SMS Center pada nomor +6281297185000 untuk pengaduan titik api baru. Sistem aplikasi ini juga dapat dipantau melalui Twitter di @hotspotsipongi.

Cara penggunaan aplikasi:

1. Akses aplikasi

Untuk memulai menggunakan aplikasi, ketik: http://sipongi.menlhk.go.id/laporan_dalkarhutla_mitra/ pada kolom Address di web browser anda, kemudian tekan enter atau klik tombol Go. Kemudian akan tampil windowuntuk Login.

2. Login

Pengguna harus melakukan proses login untuk dapat menggunakan aplikasi. Caranya, ketik pada kolom Username dan Password, lalu klik tombol Masuk. User name dan Password yang digunakan dari akun user yang telah terdaftar pada aplikasi ini.

3. Operasi data

Terdapat sejumlah tombol pada penggunaan aplikasi ini:

  1. Tambah (+): Untuk menambahkan data baru dari tabel yang ada. Terletak pada pojok kiri atas.
  2. Detail: Untuk melihat lebih detail salah satu data. Terletak di kolom "Opsi" pada tabel.
  3. Edit: Untuk mengedit data. Terletak di kolom "Opsi" pada tabel atau terletak di pojok kanan atas.
  4. Hapus: Untuk menghapus data. Terletak di kolom "Opsi" pada tabel.
  5. Print/PDF: Untuk mengekspor ke dalam file format PDF sehingga bisa dicetak. Terletak di pojok kanan atas.
  6. Simpan: Untuk menyimpan data dari form yang diisikan saat Menambah atau Mengedit Data. Terletak di bawah form.
  7. Reset: Untuk me-reset atau mengembalikan isian data ke isian data bawaan/default dari form pada saat Menambah atau Mengedit. Terletak di bawah form.
  8. Batal: Untuk membatalkan Menambah atau Mengedit Data. Terletak di bawah form.
  9. Filter: Untuk mem-filter data yang akan ditampilkan dari wilayah, parameter atau waktu yang dipilih.
  10. Informasi: Untuk memberikan informasi kepada User mengenai format pengisian dan standar penilaian.

4. Menu

Terdapat beberapa menu pada aplikasi ini:

  1. Menu Perusahaan: digunakan untuk pengelolaan data umum perusahaan.
  2. Menu Pelaporan Permen 32: digunakan untuk pengelolaan data laporan perusahaan berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 32 Tahun 2016.
  3. Menu Pelaporan Hotspot: digunakan untuk pengelolaan data laporan monitoring dan pengecekan lapangan (ground check) hotspot.
  4. Menu Rekap Laporan: digunakan untuk pengelolaan rekap laporan perusahaan.

5. User

User yang sudah melakukan proses login atau yang saat ini aktif

  1. Profil: untuk melihat profil user lebih detail.
  2. Keluar: untuk keluar dari aplikasi.
Layanan
Lingkungan Hidup
Perkebunan
Sosial
Layanan Terpopuler
Layanan Legalisasi Dokumen Kemenlu
Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan permohonan legalisasi dokumen, Kementerian Luar Negeri RI telah menerapkan prosedur permohonan layanan legalisasi melalui aplikasi berbasis android. Layanan ...
SaPa Kemendagri
SaPa Kemendagri merupakan aplikasi pengaduan dan aspirasi yang dioperasikan oleh Kemendagri. Melalui SaPa, masyarakat dapat membuat pengaduan dan menyatakan aspirasi terhadap layanan yang diberikan ol...
Cara Pasang Sambungan Sementara Listrik PLN
Tak perlu khawatir karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyediakan layanan penyambungan sementara untuk kebutuhan daya listrik yang besar. ...
Izin Memelihara Hewan Langka
Hewan langka wajib dijaga dan dilestarikan. Secara umum, hal tersebut menjadi perhatian pemerintah melalui Balai Konservasi atau pun Suaka Margasatwa. ...
Call Center Polri 110
Untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan secara mudah, responsif, dan tidak diskriminatif, Polri pun memiliki layanan Call Center Polri 110. ...
Serempak, Seputar Perempuan dan Anak, Kementerian PPPA
Serempak merupakan media interaktif sebagai wadah kerja sama multi-stakeholder dan untuk Meningkatkan akses perempuan pada TIK (teknologi informasi dan komunikasi). ...
Izin Memiliki Senjata
Warga sipil boleh memiliki senjata api (senpi) sebagai alat pertahanan diri. Namun, kepemilikan senjata api ini harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan Kepolisian Republik Indon...
Tarif Preferensi Free Trade Agreement (FTA)
Perjanjian perdagangan tersebut memungkinkan Indonesia untuk memperoleh manfaat dari pemberlakuan tarif preferensi, misalnya untuk menekan biaya produksi sehingga dapat meningkatkan daya saing industr...
Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP)
Satu dari beberapa bagian penting dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (Kem...
Prosedur Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional
Gelar pahlawan nasional diberikan kepada warga Negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur a...