Bahasa | English


NORMAL BARU

Protokol bagi Penyelenggaraan Hajatan hingga Tempat Wisata

6 July 2020, 12:18 WIB

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengeluarkan aturan normal baru bagi desa. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat desa yang produktif dan aman dari penularan Covid-19.


Protokol bagi Penyelenggaraan Hajatan hingga Tempat Wisata Seorang balita memakai masker di Pos Pelayanan Keluarga Berencana-Kesehatan Terpadu (Posyandu), Desa Ilie, Banda Aceh, Aceh. Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar mengemukakan, protokol itu juga bertujuan untuk meningkatkan dukungan pemerintah desa dan segenap elemen masyarakat desa dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di desa, serta untuk menciptakan tata kelola desa dalam pencegahan penularan Covid-19 melalui adaptasi pola hidup bermasyarakat dalam tatanan normal baru.

“Pelaksana penerapan normal baru desa dilakukan oleh pemerintah desa dan segenap elemen masyarakat desa dengan prinsip terbuka, sederhana dan jelas, serta partisipatif,” kata Halim dalam video conference, Kamis (2/7/2020).

Protokol ini diatur dalam keputusan Menteri (Kepmen) Desa PDTT Nomor 63 Tahun 2020 tentang Protokol Normal Baru Desa, yang diteken pada 2 Juli 2020.

Panduan protokol normal baru desa itu mencakup kegiatan sosial, keagamaan dan hajatan, kegiatan ibadah, pasar desa, kegiatan padat karya tunai desa (PKTD), serta tempat wisata.
Untuk protokol kegiatan sosial, keagamaan dan hajatan, Kepmen itu mengatur tentang penyelenggara dan tamu. Untuk penyelenggara mempunyai kewajiban:

  • Membersihkan tempat kegiatan dengan disinfektan;
  • Menyediakan tempat khusus hadiah dari tamu;
  • Menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun;
  • Menyediakan tempat sampah tertutup;
  • Menata tempat duduk dengan jarak minimal satu meter;
  • Menyiapkan relawan pemeriksa suhu dan pengawas penerapan protokol;
  • Mengatur jalur kedatangan dan kepulangan tamu;
  • Mempercepat durasi/ waktu pelaksanaan kegiatan;
  • Jamuan makan dalam bentuk boks (menghindari prasmanan);

 

Sementara kewajiban tamu adalah

  1. Dalam kondisi sehat;
  2. Menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan;
  3. Selalu menggunakan masker dan hindari menyentuh area wajah;
  4. Menjaga jarak fisik minimal satu meter;
  5. Menghindari penggunaan peralatan makan secara bersamaan;
  6. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman, berpelukan, bercium pipi, dan lain-lain;
  7. Membuang sampah pada tempatnya;
  8. Membersihkan barang bawaan, mandi, dan berganti pakaian saat tiba di rumah.

 

Untuk pasar desa, Kepmen itu juga mengatur kewajiban bagi pengelola, pedagang, dan pengunjung. Untuk kewajiban pengelola adalah:
1.  Membersihkan area pasar dengan disinfektan;
2. Menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun;
3.  Menyediakan tempat sampah tertutup;
4.  Mengatur jarak antarlapak pedagang minimal satu meter;
5.  Menerapkan jarak fisik antarorang minimal satu meter;
6. Menyiapkan relawan pemeriksa suhu dan pengawas penerapan protokol;
7. Mengatur jalur kedatangan dan kepulangan pengunjung pasar

 

Sedangkan kewajiban pedagang adalah:

  1. Dalam kondisi sehat;
  2. Memastikan lapak dan barang dagangan bersih;
  3. Menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan;
  4. Selalu menggunakan masker dan hindari menyentuh area wajah;
  5. Setiap lapak menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun;
  6. Menjaga jarak fisik minimal satu meter;
  7. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman, berpelukan, bercium pipi, dan lain-lain;
  8. Setelah melakukan pembayaran segera mencuci tangan dengan sabun;
  9. Membuang sampah pada tempatnya;
  10. Membersihkan barang bawaan, mandi, dan berganti pakaian saat tiba di rumah.

 

Sementara untuk pengunjung pasar desa wajib:

  1. Dalam kondisi sehat;
  2. Menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan;
  3. Selalu menggunakan masker dan hindari menyentuh area wajah;
  4. Menjaga jarak fisik minimal satu meter;
  5. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman, berpelukan, bercium pipi, dan lain-lain;
  6. Setelah melakukan pembayaran segera mencuci tangan dengan sabun;
  7. Membuang sampah pada tempatnya;
  8. Membersihkan barang bawaan, mandi, dan berganti pakaian saat tiba di rumah.
  9. Untuk tempat wisata, ada 13 aturan yang harus dilaksanakan oleh pengelola tempat wisata. Ke-13 aturan itu, yakni:
  10. Menguasai protokol kesehatan,
  11. membersihkan tempat, wahana, dan peralatan dengan desinfektan,
  12. Menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun,
  13. Menyediakan tempat sampah tertutup,
  14. Memasang pembatas antara petugas tiket dengan pengunjung,
  15. Memastikan fasilitas umum (seperti tempat ibadah dan toilet) dalam kondisi bersih,
  16. Menyiapkan relawan pemeriksa suhu dan pengawas penerapan protokol,
  17. Mengatur jalur kedatangan dan kepulangan pengunjung,
  18. Menerapkan sistem antrean di pintu masuk,
  19. Menerapkan jarak fisik antarorang minimal satu meter,
  20. Membatasi jumlah pengunjung,
  21. Mengatur jam operasional,
  22. Memastikan lapak dan barang dagangan bersih.

 

Sementara untuk pengunjung tempat wisata, ada enam aturan yang harus ditaati. Keenamnya adalah:

  1. Dalam kondisi sehat;
  2. Menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan;
  3. Selalu menggunakan masker dan hindari menyentuh area wajah;
  4. Menjaga jarak fisik minimal satu meter;
  5. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman, berpelukan, bercium pipi, dan lain-lai;
  6. Saat tiba di rumah segera bersihkan barang bawaan, mandi, dan berganti pakaian;

 

 

 

Penulis: Fajar WH
Editor: Firman Hidranto/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Abdul Halim Iskandar
Corona
Covid-19
Dampak Covid-19
Era Normal Baru
Kementerian Desa
Kenormalan Baru
LawanCovid19
Menteri Desa dan PDTT
New Normal
Obat Covid-19
Pandemi Covid-19
Penanganan Covid-19
Protokol
protokol utama untuk penanganan kasus penyebaran virus corona
Layanan Terpopuler
Program Keluarga Harapan (PKH) 2021, Berikut Syarat dan Ketentuan Penerimanya
Kebutuhan dasar kesehatan ibu hamil dan anak usia 0--6 tahun pun kini dijamin pemerintah sebagai bagian program PKH.   ...
Sembilan Syarat Penerima Vaksin Covid-19
Masyarakat yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 harus memenuhi kondisi kesehatan yang telah ditetapkan. Apa saja syarat-syaratnya? ...
Alur Registrasi Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama
Sebelum divaksin, peserta vaksinasi Covid-19 harus melakukan registrasi dan verifikasi. Dalam proses verifikasi, peserta mengkonfirmasi domisili serta penapisan sederhana terhadap penyakit penyerta ya...
Stimulus Tarif Listrik Jalan Terus, Begini Cara Mendapatkannya
PLN kembali memberikan stimulus atau bantuan keringanan biaya listrik kepada pelanggan rumah tangga bersubsidi maupun bisnis dan industri golongan tegangan rendah. ...
Syarat Menerima Bantuan Modal untuk Lulusan Program Keluarga Harapan (PKH)
Kementerian Sosial mulai tahun ini menyalurkan bantuan modal kewirausahaan untuk Keluarga Penerima Manfaat yang telah lulus Program Keluarga Harapan (KPM PKH). ...
Bansos Tunai Tahun 2021 Diluncurkan, Begini Cara Mengeceknya
Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos tahun 2021 akan menyasar 10 juta keluarga di seluruh Indonesia. Bansos ini akan diberikan secara bertahap mulai Januari hingga April. ...
Program Indonesia Pintar Bergulir, Ini Cara Pencairannya
Pengecekan nama di dalam daftar penerima bantuan PIP dapat dilakukan dengan cara mengakses laman pip.kemdikbud.go.id. ...
Mengenal Layanan 6 Fitur Baru Aplikasi Mobile JKN
Penambahan fitur-fitur Mobile JKN sejalan dengan upaya BPJS Kesehatan untuk memudahkan layanan, transparansi dan meningkatkan mutu fasilitas kesehatan. ...
Cara Mengecek Jumlah Pemilih di TPS
Masyarakat bisa mengecek jumlah pemilih di TPS terdekat yang sudah ditentukan oleh KPU. ...
Mengecek Bantuan Subsidi Guru Agama
Kementerian Agama mengalokasikan anggaran dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terkait dengan pendidikan agama dan keagamaan. Salah satunya dialokasikan untuk bantuan subsidi upah (BSU)...