Bahasa | English


BPJS KESEHATAN

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan

16 November 2019, 22:31 WIB

BPJS Kesehatan merupakan sarana untuk memperluas kepesertaan program jaminan kesehatan yang mencakup seluruh penduduk Indonesia. Mengenai pelayanan, BPJS Kesehatan pun berusaha menjaga kesinambungan finansial program jaminan kesehatan.


Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan BPJS Kesehatan. Foto: Dok. BPJS

Untuk mewujudkan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, pemerintah telah memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, negara hadir di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia terlindungi oleh jaminan kesehatan yang komprehensif, adil, dan merata.

BPJS Kesehatan merupakan sarana untuk memperluas kepesertaan program jaminan kesehatan yang mencakup seluruh seluruh penduduk Indonesia. Mengenai pelayanan, BPJS Kesehatan pun berusaha menjaga kesinambungan finansial program jaminan kesehatan.

Terkait hal kesinambungan finansial itu pula, kini, tepatnya pada 24 Oktober 2019, pemerintah telah secara resmi menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan, yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Berdasarkan keterangan dari situs resmi Sekretariat Kabinet, setkab.go.id, Perpres itu mengubah Pasal 29 sehingga besaran iuran BPJS adalah sebagai berikut:

1. Kenaikan iuran terjadi pada semua kelas peserta mandiri kategori pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP). Kenaikan akan berlaku pada 1 Januari 2020.

  • Iuran peserta kelas 3 meningkat menjadi Rp 42.000, dari sebelumnya Rp 25.500
  • Iuran peserta kelas 2 meningkat menjadi Rp 110.000, dari sebelumnya Rp 51.000
  • Iuran peserta Kelas 1 naik jadi Rp 160.000 dari sebelumnya Rp 80.000

2. Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)

Iuran bagi Peserta PBI dan warga yang didaftarkan pemerintah daerah adalah Rp 42.000 per orang per bulan yang berlaku pada 1 Agustus 2019.

3. Peserta Penerima Upah

Adapun iuran bagi peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) adalah sebesar 5 persen dari gaji atau upah per bulan.

PPU ini mencakup pegawai pemerintah pusat, pegawai pemerintah daerah, dan swasta. Kenaikan iuran pegawai pemerintah pusat berlaku pada tanggal 1 Oktober 2019, sedangkan pegawai pemerintah daerah dan swasta akan berlaku pada 1 Januari 2020.

Demi kelancaran pelayanan dan "sehatnya" finansial dari sistem gotong royong BPJS Kesehatan, pemerintah pun berharap agar peserta tetap bisa membayar iuran dengan tertib dan tidak menunggak.

Terlebih lagi, pemerintah pun saat ini masih menyubsidi BPJS Kesehatan demi terciptanya pelayanan kesehatan yang adil dan terjangkau bagi masyarakat.

Di satu sisi, warga pun berharap pelayanan BPJS Kesehatan bisa semakin baik, prima, dan tak mempersulit pasien yang akan berobat. Dengan gotong royong, semua tertolong.

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan memiliki berbagai cara untuk mempermudah masyarakat saat akan membayar iuran sesuai kelasnya. Adapun tenggat waktu dalam membayar iuran adalah paling lambat tanggal 10 pada setiap bulannya.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk membayar BPJS Kesehatan:

  1. Datangi kantor BPJS Kesehatan terdekat. Cukup datang ke kantor BPJS Kesehatan terdekat dan membawa kartu atau memberi informasi soal nomor anggota, peserta tinggal menuju loket yang disediakan untuk melakukan pembayaran.
  2. Lewat layanan bank yang telah bermitra atau bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BCA. Proses pembayaran dapat dilakukan melalui internet banking dan mobile banking. Bank juga memiliki layanan autodebet langsung atau otomatis terpotong dari tabungan. Aturan teknis terkait autodebet bisa menghubungi bank yang dimaksud.
  3. Bayar via minimarket seperti Indomart dan Alfamart. Peserta tinggal menghubungi kasir untuk membayar.
  4. Via Kantor Pos. Cara ini juga bisa menjadi pilihan. Dengan mendatangi Kantor Pos terdekat, peserta dapat membayar iuran.
  5. Kian majunya dunia e-commerce dan pembayaran digital atau online, peserta pun dapat membayar iuran BPJS Kesehatan lewat e-commerce mitra seperti bukalapak, tokopedia, Gopay, dll.
  6. Lewat aplikasi mobile JKN. Dengan aplikasi mobile JKN, peserta bisa melakukan pembayaran autodebet. Pastikan Anda telah mendownload aplikasi mobile JKN via Playstore. 
Layanan
Layanan Terpopuler
Cara Mengisi SPT Pajak Online 2019
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), pelaporan merupakan kewajiban para wajib pajak. Kelalaian seperti telat lapor dapat berakibat penjat...
Mau Meraih KIP Kuliah? Ini Syaratnya
Presiden Joko Widodo memenuhi janjinya untuk memberikan KIP Kuliah bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi mulai tahun ini. Kartu sakti ini memiliki banyak kelebihan. ...
Cara Mengikuti Sensus Penduduk Online 2020
Tahun 2020, Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Pusat Statistik dan Kementerian Dalam Negeri melakukan Sensus Penduduk.  Pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat  melakukan...
Syarat dan Ketentuan Menurunkan Kelas Rawat BPJS Kesehatan
Iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) disesuaikan sejak 1 Januari 2020 berdasarkan Peraturan Presiden No.75/2019. Jumlah peserta mandiri Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ke...
Cara Registrasi ISBN untuk Penerbit Baru
ISBN berfungsi sebagai identitas sebuah buku yang akan diterbitkan. Selain itu, ISBN juga bisa menjadi bukti bahwa penerbit merupakan perusahaan sah dan terverifikasi. ...
Cara Mengurus Kartu BPJS yang Hilang
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah layanan kesehatan yang wajib dimiliki oleh Warga Negara Indonesia. ...
e-Layanan Dikdasmen Kemendikbud untuk Siswa dari Luar Negeri
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) telah membuatkan layanan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan para peserta didik dalam pelayanan izin belajar dan penyetaraan ij...
Satpam Mantap, Aplikasi Tindak Kejahatan Khusus Satpam
Aplikasi Satpam Mantap ini mendata anggota satpam yang sudah terlatih dan mempunyai sertifikat. Selain itu, melalui aplikasi ini kedekatan antara Polri dan satpam akan semakin dekat. ...
Aplikasi SIPUKAT Memetakan Kawasan Transmigrasi
Pada 11 Oktober 2019 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi meluncurkan aplikasi SIPUKAT (Sistem Informasi Peta Terpadu Kawasan Transmigrasi). ...
Cara Mengurus Surat Pindah Domisili
Pengurusan surat pindah ini bertujuan untuk memperbarui database di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta mengganti data di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) mil...