Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Tuesday, 4 September 2018
  1. Memiliki Nilai Akademis yang Bagus

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memiliki nilai akademis yang bagus. Meskipun angka di atas kertas bukanlah segalanya, tapi tetap saja ketika akan mengajukan beasiswa, nilai akademislah yang pertama kali dilirik. Semakin baik nilai akademis yang kamu capai, maka semakin besar peluangmu untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri.


Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Sebagian besar universitas yang ada di luar negeri mensyaratkan pelamarnya memiliki pencapaian akademis yang baik, dari segi nilai maupun prestasi.

 

  1. Aktif berorganisasi

Nilai akademis yang bagus memang syarat yang paling utama, tapi alangkah baiknya kalau kamu memiliki nilai lebih selain dari segi akademis. Biasanya universitas luar negeri akan melirik siswa yang aktif berorganisasi atau melakukan kegiatan sosial. Dengan aktif berorganisasi, kamu akan dianggap memiliki pengalaman untuk berinteraksi dengan orang banyak dan terjun langsung dalam masyarakat. Selain menjadi anggota organisasi sekolah atau kampus, kamu juga bisa ikut organisasi di luar kampus seperti menjadi relawan atau kegiatan bakti sosial.

 

  1. Menguasai Bahasa Asing

Penting bagimu untuk menguasai bahasa asing, baik itu bahasa asing setempat, maupun bahasa Inggris. Meski kamu akan mengambil beasiswa untuk kuliah di negara Asia seperti Jepang, bukan berarti kamu tidak membutuhkan keahlian bahasa Inggris yang lihai.

Keahlian bahasa Inggris sudah menjadi salah satu syarat untuk mengajukan beasiswa luar negeri. Umumnya tes bahasa yang digunakan adalah TOEFL (Test of English as Foreign Language) dan IELTS (International English Language Testing System). Pastikan kamu memiliki skor TOEFL di atas 550 dan skor IELTS di atas 6,5 untuk mendapatkan posisi yang aman.

 

  1. Meminta Surat Rekomendasi

 

Untuk menilai tentang dirimu, pihak yang memberikan beasiswa akan meminta surat rekomendasi dari mereka yang sudah mengetahui rekam jejakmu. Biasanya surat rekomendasi diberikan oleh staf pengajar institusi tempat kamu mengenyam pendidikan atau dari atasan tempat kamu bekerja.

 

 

  1. Membuat CV untuk Beasiswa

 

Saat akan mengembalikan formulir pengajuan beasiswa, kamu juga diwajibkan untuk membuat Curriculum Vitae (CV). Dengan adanya CV, maka pihak pemberi beasiswa akan melihat bagaimana diri selama ini telah berkembang dan apa saja pengalaman yang kamu miliki.

Buatlah CV yang informatif dan sejelas mungkin. Sebelum membuat CV, kamu bisa mencaritahu terlebih dahulu format CV apa yang cocok untuk kamu jadikan panduan.

 

 

  1. Menulis Motivation Letter

 

Motivation letter atau surat motivasi memang tidak diwajibkan, tapi ini bisa menjadi cara yang cukup jitu untuk mendapatkan beasiswa luar negeri. Sebab tujuan dari surat motivasi ini adalah menunjukkan alasan kenapa kamu tertarik mengambil bidang studi dan universitas yang kamu pilih.

Jelaskan kenapa jurusan studi yang akan kamu ambil itu menarik dan apa yang akan kamu lakukan setelah kamu mendapatkan ilmu dari jurusan studi tersebut. Kamu harus bisa meyakinkan pihak pemberi beasiswa kalau kamu memiliki komitmen serius untuk memberikan yang terbaik jika kamu dapat menerima beasiswa mereka.

 

  1. Latihan Wawancara untuk Beasiswa

Proses penyaringan beasiswa luar negeri ini memang ada beberapa tahap. Setelah kamu dinyatakan lolos administrasi, maka tahap selanjutnya adalah interview atau tes wawancara. Di tahapan ini, kamu akan bertemu dengan pihak yang akan memberikan beasiswa. Tak sedikit orang yang gugur dalam tahap ini karena grogi atau tidak percaya diri.

Oleh karena itu, sebelum melakukan tes wawancara, sebaiknya kamu memperbanyak latihan agar terbiasa dan tidak kaget. Bekali diri dengan informasi tentang bidang studi yang kamu pilih.

 

Kalau kamu sudah mengetahui ketujuh hal di atas, sekarang kamu bisa menyimak bagaimana cara mendapatkan beasiswa di luar negeri, yaitu:

 

1. Tentukan jurusan dan universitas

 

Memilih Jurusan dan Universitas (EDNET.ae)

 

Pertama-tama tentukan terlebih dahulu jurusan yang akan kamu ambil. Ambil jurusan yang kamu inginkan agar nantinya kamu bisa menjalani kuliah dengan sepenuh hati tanpa adanya paksaan. Setelah menentukan jurusan, barulah kamu bisa menentukan universitas mana yang akan kamu tuju.

 

Perlu kamu ketahui, meski universitas yang kamu pilih memiliki reputasi dan kredibilitas yang bagus, tapi beda jurusan, beda pula peringkat nilai dalam dunia pendidikan internasional. Jadi kamu juga harus memperhatikan keduanya.

 

2. Lengkapi semua persyaratan yang diperlukan

Setelah menentukan jurusan dan universitas, mulailah untuk melengkapi semua persyaratan yang diperlukan untuk pengajuan beasiswa ke luar negeri tersebut, mulai dari mengisi formulir pendaftaran, menyiapkan CV, surat referensi, surat motivasi, serta kelengkapan dokumen pendukung lainnya seperti sertifikat dan lain sebagainya.

 

3. Ajukan sesegera mungkin dan jangan menunda-nunda

Kalau kamu sudah mendapatkan informasi terkini mengenai pembukaan pendaftaran beasiswa kuliah di luar negeri, jangan pernah sekalipun menunda-nunda karena untuk menyiapkan persyaratan dan dokumen yang diperlukan pastinya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

 

Jadi ketika pendaftaran sudah dibuka, kamu harus langsung segera menyiapkan persyaratan dan dokumen lalu apply sesegera mungkin.

Layanan
Layanan Terpopuler
Cara Membuat dan Memperpanjang SIM Online
Inovasi dilakukan Kepolisian Republik Indonesia dalam proses pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM), yaitu dengan adanya SIM Online. Tapi, sebelum jauh membahas prosedur pembuatan maupu...
Cara Mendapatkan iDeb
Sebelumnya dikenal dengan nama Sistem Informasi Debitur yang dikelola oleh Bank Indonesia, atau yang selama ini lebih dikenal dengan nama BI Checking. Mulai 1 Januari 2018, operasionalisasinya pindah ...
Prosedur Penyetaraan Ijazah Pendidikan Tinggi Luar Negeri
Penyetaraan ijazah bukan dimaksudkan untuk menentukan diakui atau tidaknya ijazah dan gelar yang diperoleh seseorang dalam menempuh pendidikannya di luar negeri. ...
Konsultasi Kesehatan Interaktif Via SehatPedia
Aplikasi Sehatpedia merupakan aplikasi kesehatan yang akan dibuat oleh Direktorat Jenderal Layanan Kesehanan Kementerian Kesehatan untuk mengakomodir dan memfasilitasi masyarakat terhadap informasi ke...
Syarat Menjadi Eksportir dan Prosedur Kepabeanannya
Ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean Indonesia ke daerah pabean negara lain. ...
Mengurus Hak Merek
Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk dua dimensi dan/atau tiga dimensi, suara, hologram, atau kombinasi da...
Cara Mengurus Hak Cipta
Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentu...
Perizinan Berusaha Melalui OSS
Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) adalah Perizinan Berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernu...
Cara Mendapatkan Hak Paten
Paten adalah perlindungan Hak Kekayaan Intelektual bagi karya intelektual yang bersifat teknologi, atau dikenal juga dengan istilah invensi, dan mengandung pemecahan/solusi teknis ...
Bea Masuk dan Pajak Impor Belanja Online
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.04/2018 tentang Perubahan PMK Nomor 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman, batas nilai pembebasan bea masuk dan pajak dalam r...