Bahasa | English


RITUAL KEAGAMAAN

Yuk, Ikuti Panduan Pelaksanaan Kurban

3 July 2020, 08:47 WIB

Pengelola penjualan hewan kurban wajib memperhatikan kebersihan lokasi berjualan. Pemeriksaan kesehatan juga harus dilakukan, baik petugasnya maupun hewannya.


Yuk, Ikuti Panduan Pelaksanaan Kurban Foto Ilustrasi: Pengecekan kesehatan hewan kurban. Foto: ANTARA FOTO/ Rizky Andrianto

Tidak terlalu lama, masyarakat di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah pada 30 Juli 2020. Perayaan hari raya itu biasanya diikuti dengan pemotongan hewan kurban.

Namun, perayaan hari raya Iduladha kali ini berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya. Kini, pandemi Covid-19 masih mewabah. Nah, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) pun telah mengeluarkan panduannya melalui Surat Edaran tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19.

Upaya ini dilakukan sebagai pencegahan penularan di tempat penjualan dan pemotongan hewan kurban. Kementan meminta setiap petugas yang akan melaksanakan kurban untuk menjaga higienitas saat mengelola daging kurban. 

Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, surat edaran tersebut sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan kurban dengan penyesuaian penerapan normal baru di tengah pandemi Covid-19. "Harapannya lewat surat edaran ini kegiatan pelaksanaan kegiatan kurban di tengah situasi pandemi tetap berjalan optimal dengan mempertimbangkan aspek pencegahan dan penyebaran Covid-19," kata Ketut. 

Sesuai dengan panduan protokol kesehatan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, maka Kementan telah membuat aturan.

Kementan meminta setiap orang yang melaksanakan kurban mulai dari pembeli, petugas penyembelihan hingga masyarakat yang menerima daging kurban harus memakai masker. Tak lupa mencuci tangan dengan air dan sabun serta menjaga jarak satu meter. 

Pengelola penjualan hewan kurban juga wajib memperhatikan kebersihan lokasi berjualan hewan dan pemeriksaan kesehatan bagi petugas penjualan dan hewan yang dijual.

 

Berikut ini panduan penjualan hewan kurban mengikuti protokol kesehatan pada masa normal baru:

1. Setiap lokasi penjualan hewan kurban wajib memiliki izin dari pemerintah daerah setempat.

2. Mengatur pembatasan waktu, tata letak lapak dan jaga jarak minimal  satu meter.

3. Membedakan akses masuk dan keluar di lokasi penjualan hewan kurban.

4. Wajib menyediakan sarana mencuci tangan dan antiseptik (hand sanitizer).

5. Wajib memakai masker.

6. Memeriksa suhu tubuh pengunjung di pintu masuk.

7. Melarang orang yang sedang sakit masuk ke lokasi penjualan hewan kurban. 

 

Secara khusus Kementan juga mengingatkan kepada penjual untuk melakukan hal-hal berikut ini:

1. Mengoptimalkan pemasaran penjualan hewan kurban melalui internet. 

2. Penjual dan para karyawannya yang berasal dari daerah di luar kawasan penjualan harus mengantongi surat keterangan sehat dari puskesmas asal.

3. Menggunakan pakaian lengan panjang, masker, atau alat pelindung diri seperti pelindung wajah (face shield) disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Menyemprot lokasi penjualan dengan disinfektan.

5. Saat batuk, bersin, atau meludah harus dengan etika yang tepat. 

6. Membersihkan diri dan perlengkapan pribadi setibanya di rumah.

 

Saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban, pelaksanaannya dapat dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) serta di luar RPH. Berikut ini adalah etika pemotongan hewan kurban dengan protokol kesehatan mengikuti panduan masa normal baru di RPH, yaitu:

1. Pengukuran suhu tubuh sebelum masuk RPH.

2. Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih.

3. Seluruh petugas wajib memakai masker, pelindung wajah (face shield), sarung tangan, dan penutup kaki atau sepatu bot.

4. Menjaga jarak antarpetugas minimal satu meter.

5. Menghindari kontak langsung antarpetugas.

6. Mengatur kepadatan orang yang hadir di dalam RPH dan menjaga kebersihan diri.

7. Pengelola RPH wajib menyemprot disinfektan sebelum dan setelah pelaksanaan kurban.

8. Wajib membersihkan seluruh peralatan pelaksanaan kurban sebelum dan setelah kegiatan. 

 

Jika pelaksanaan kurban dilakukan di luar lingkungan RPH, selain memiliki kesamaan dengan panduan kesehatan ketat di RPH, juga ada tambahan sebagai berikut: 

1. Melarang orang yang sedang sakit dan suhu badan tinggi untuk ikut dalam pelaksanaan kurban. 

2. Para petugas yang melaksanakan kurban tidak saling berhadapan ketika melakukan kegiatan pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging.

3. Untuk penanganan daging dan jeroan tidak dilakukan oleh orang yang sama.

4. Pembagian daging kurban dilakukan dengan cara mengirimkan langsung ke rumah-rumah warga yang berhak menerimanya. Ini dilakukan untuk menghindari kerumunan orang yang berpotensi terjadinya penularan virus Covid-19.

Apabila ingin mengetahui lebih lanjut mengenai protokol kesehatan pelaksanaan kurban dapat menghubungi Ditjen PKH Kementan di laman www.ditjenpkh.pertanian.go.id dan platform media sosial Instagram, Facebook, Twitter dengan akun ditjen_pkh. Atau dapat mendatangi kantor Ditjen PKH di Kompleks Kementerian Pertanian Jl Harsono RM Nomor 3 Gedung C Lantai 6-9, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 12550, dengan nomor telepon (021) 7815580-83, 7847319 serta faksmili di (021) 7815583 atau email ditjennak@pertanian.go.id.

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Editor: Firman Hidranto/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Covid-19
Dampak Covid-19
Kementan
Kurban
LawanCovid19
Menteri Pertanian
Pandemi Covid-19
Penanganan Covid-19
Layanan Terpopuler
Pemerintah Beri Subsidi bagi Guru Honorer, Begini Cara Pencairannya
Pemerintah berikan bantuan subsidi bagi para guru dan tenaga pendidik non-PNS, baik di sekolah negeri maupun swasta. ...
Aturan Mencoblos di Pilkada Masa Pandemi
Ada yang berbeda pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang akan digelar 9 Desember 2020. Sederet aturan khusus diberlakukan demi menjamin pelaksanaan protokol kesehatan. ...
Layanan Pajak di Masa Pandemi
Sejak 1 September 2020, masyarakat yang ingin mendapatkan layanan tatap muka di kantor pajak wajib mengambil nomor tiket antrean secara online. ...
Memastikan Subsidi Gaji Masuk ke Rekening
Awal November merupakan jadwal realisasi penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) gelombang II. Pengecekan pun segera dapat dilakukan. ...
Menjaga Aman saat Liburan Tiba
Liburan itu penting, tapi agar tidak menimbulkan masalah, haruslah tetap mematuhi protokol kesehatan. ...
Mengurus Visa di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru
Fasilitas bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival) ditiadakan selama pandemi Covid-19. ...
Sudahkah Anda Terdaftar Sebagai Pemilih di Pilkada 2020?
Sebelum jalan ke bilik suara Pilkada 2020, sebaiknya mengecek status Anda dan keluarga di Daftar Pemilih Tetap (DPT). ...
Cara Akses Sertifikasi Standar Kebersihan Pelaku Wisata
Program Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) merupakan salah satu strategi menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru di sektor parekraf. ...
Oktober 2020, Waktunya Klaim Token Listrik Gratis
Pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA bersubsidi serta pelanggan berkategori sosial dan bisnis kecil berhak mengklaim token listrik gratis, sekarang! ...
Mengecek Sendiri Apakah Terdaftar Sebagai Penerima Bansos
Sudahkah Anda telah terdaftar sebagai penerima bansos tunai? Silakan dicek melalui tautan https://cekbansos.siks.kemsos.go.id. ...