Bahasa | English


NILAI TUKAR PETANI

Buah dan Sayur Makin Menjanjikan

12 June 2019, 00:00 WIB

Nilai tukar petani (NTP) Januari-Mei 2019 mencatat yang tertinggi  selama enam tahun. Ada harapan beberapa bulan ke depan akan terus bergerak positif. Namun, subsektor perkebunan rakyat masih belum pulih.


Buah dan Sayur Makin Menjanjikan Petani memanen buah cabai di Pelompek, Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi, Sabtu (4/5/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Setelah tiga bulan berturut-turut melemah, kinerja ekonomi para petani bangkit pada Mei lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat , pada Mei 2019 secara nasional  terjadi kenaikan nilai tukar petani (NTP) sebesar 0,38% ke level 102,61%. Angka  tersebut menunjukkan peningkatan indeks harga hasil pertanian lebih tinggi dibanding kenaikan pada indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani atau untuk keperluan produksi pertanian.

Pada Januari 2019, NTP itu masih  bertengger di angka 103,33 persen. Namun, sepanjang tiga bulan berikutnya,  skor ini merosot hingga ke level 102,23% pada April silam. Kenaikan di NTP pada Mei itu diharapkan akan terus berlanjut sampai beberapa bulan ke depan karena buah dan sayur (hortikultura) cenderung akan terus menguat harganya. Prospek jangka panjangnya menjanjikan.

Dalam pengamatan BPS, yang mendongkrak kenaikan NTP itu adalah hortikultura, peternakan, dan perkebunan rakyat. Subsektor tanaman pangan, utamanya padi, melandai saja. Toh, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, secara rata-rata NPT antara Januari-Mei 2019 yang tercatat 102,77% ini sebuah catatan yang terbaik selama enam tahun terakhir untuk periode bulan yang sama.

Dengan predikat sebagai komoditas strategis, produk  pertanian utamanya beras, gula tebu, jagung,  indeks harganya tidak bisa leluasa bergerak. Pemerintah menerapkan harga tertinggi (plafon) selain harga terendah (harga dasar). Dengan begitu, indeks harga subsektor tanaman pangan itu memang tak  dibiarkan bergejolak. Walhasil, kenaikan NTP tanaman pangan itu jarang melesat naik. Kenaikan kesejahteraan petani lebih diupayakan dengan penambahan produktivitas.

Kementerian Pertanian sendiri memang turut  menjaga fluktuasi harga pangan pada kisaran wajar, agar tetap terkangkau oleh masyarakat secara umum. Hasilnya cukup nyata. Inflasi  sektor pangan pada 2018 ada di kisaran 3%. Inflasi tinggi yang mendekati 10 persen pada 2017 dijaga tidak berulang.

Dengan segala fluktuasinya, indeks harga yang diterima petani (IT) terus meningkat  dari tahun ke tahun, baik di subsektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan rakyat, maupun perikanan. Namun, lonjakan-lonjakan sering muncul dari sektor peternakan (baik unggas maupun ruminansia), hortikultura serta perkebunan. Bahkan, kisaran pergerakannya di sekitar 105%. Daya beli mereka relatih lebih tinggi.

Meski ada kecenderungan menguat, nilai tukar petani subsektor perkebunan rakyat secara umum masih belum pulih. NTP-nya masih tertahan di sekitar  95%.  Kondisi muram ini telah berlangsung sejak 2016 lalu, tidak lepas dari melemahnya ekspor nasional akibat pelambatan ekonomi global. Beban atas rendahnya indeks harga produk perkebunan rakyat itu pada akhirnya membebani NPT untuk melomcat ke level di atas 105%.

Namun Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan catatan, bahwa mengukur keluaran pembangunan pertanian tak cukup hanya ditinjau dari sisi term of trade (nilai tukar petani). Andi Amran juga menunjukkan adanya penurunan angka kemiskinan di kawasan pedesaan yang lebih nyata dibanding di perkotaaan, hal yang dikatakannya tak bisa lepas  dari usaha tani di pedesaan.

Lebih jauh, Andi Amran juga memperlihatkan adanya kecenderungan kuat bahwa kontribusi dari sektor pertanian terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang terus menguat. Bila pada 2014, sumbangan sektor pertanian terhadap PDB masih sebatas Rp880 trilyun,  pada 2018 kontribusinya sudah mencapai Rp1.100 trilyun. Pada 2018, sektor pertanian mencatat pertumbuhan 3,7%. (P-1)

Ekonomi
Komoditas
Perkebunan
Narasi Terpopuler
Tak Tembus Oleh Hujan Tak Retak Oleh Beban
Campuran karet pada adonan aspal membuat jalan tak mudah melesak oleh roda. Tapi,  karet bisa melapuk oleh sengatan ultraviolet matahari. Penggunaan karet massal akan menolong petani, ...
Pusat Reparasi Burung Besi Siap Beraksi
Garuda dan Lion kerja sama membangun industri maintenance, repair, dan overhaul  (MRO) di Batam. Selain pasar domestik, bengkel ini membidik pasar Asia Tenggara dan Asia  Selatan. Spareparts...
Jejangkit Bangkit Mengungkit Nasib
Lewat Program Serasi, tata ruang persawahan di daerah rawa gambut ditata ulang. Produksi meningkat, frekuensi panen berlipat. Tapi, dari target 400 ribu ha, baro 30 ribu ha yangg terealisasi. ...
Janji Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat Semakin Nyata
Dengan keluarnya PMK baru, para pengembang diharapkan semakin bersemangat membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). ...
Yogyakarta Istimewa, Banda Aceh Luar Biasa
Kota Yogya menorehkan skor tertinggi IPM di Indonesia. Banda Aceh ada di posisi ketiga. Kota-kota dengan IPM tinggi dapat  tumbuh dengan kreativitas dan inovasi warganya tanpa mengeksploitasi ala...
Guru Terus Dididik, Siswa Terus Dibantu
Meski IPM Indonesia masuk kategori tinggi, pembangunan SDM akan terus digenjot. Bantuan bidikmisi dan KIP-Kuliah akan menjangkau 818 ribu orang. Matematika, sains, literasi untuk siswa SD. ...
Sektor Manufaktur Masih Positif
Pemerintah terus genjot kapasitas produksi industri manufaktur agar dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, bahkan mampu mengisi permintaan pasar ekspor. ...
Biarkan Air Kembali kepada Gambut
Selain menjadi rusak, lahan gambut yang kering mudah dilalap api. Tidak hanya moratorium, Presiden juga ingin memperbaiki kondisi lahan gambut. Embung menjadi salah satu solusi untuk terus membuatnya ...
Momentum Tancap Gas, Pascaterbitnya PMK Antidumping
Kondisi industri TPT (tekstil dan produk tekstil) Indonesia secara umum justru masih menjanjikan. ...
Kolaborasi Negeri Serumpun Menolak Diskriminasi
Pengenaan bea masuk (BM) bagi produk biodiesel asal Indonesia dari Uni Eropa sebesar 8%-18%. Meskipun baru diterapkan pada 2020, bisa dikatakan telah melukai harga diri bangsa ini. ...