Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota

EKONOMI KREATIF

Celah Menatap Masa Depan

Wednesday, 1 August 2018

Di Asia Pasifik sekitar 43% tenaga kerja terserap di industri kreatif. Sedangkan di negara-negara Eropa hanya 26% tenaga kerja yang ada di sektor ini. Jika industri kreatif lahir sebagai anak kandung revolusi telekomunikasi dan informasi plus kreativitas manusia, sesungguhnya wilayah Asia Pasifik dapat dikatakan sebagai pusat kreativitas ekonomi dunia.


Celah Menatap Masa Depan

Di Asia Pasifik sekitar 43% tenaga kerja terserap di industri kreatif. Sedangkan di negara-negara Eropa hanya 26% saja tenaga kerjanya ada di sektor ini. Jika industri kreatif lahir sebagai anak kandung revolusi telekomunikasi dan informasi plus kreativitas manusia, sesungguhnya wilayah Asia Pasifik dapat dikatakan sebagai pusat kreativitas ekonomi dunia.

Korea Selatan, salah satunya. Setelah krisis ekonomi pada 1998, negeri Ginseng ini memfokuskan pengembangan industrinya pada dua sektor, yakni teknologi informasi dan ekonomi kreatif. Hasilnya, kita bisa lihat sekarang. Serbuan K-Pop masuk ke semua negara, termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri tenaga kerja yang terserap ke sektor ekonomi kreatif baru sekitar 10% dari total angkatan kerja. Angka ini sebetulnya terus bertumbuh seiring dengan bertumbuhnya besaran industri. Pada 2019, misalnya, proyeksi angkatan kerja yang terserap di industri kreatif diperkirakan mencapai 19 juta orang. Angka ini lebih dari 15% jumlah angkatan kerja kita nantinya.

Dengan pola pengembangan industri berbasis pada sumber daya manusia, menandakan ekonomi sebuah negara yang industri kreatifnya tumbuh maksimal akan lebih kokoh dibanding dengan negara yang masih mengandalkan komoditas atau pertambangan. Sebab sumber utama industri kreatif adalah kualitas manusianya.

Pada 2016 kontribusi ekonomi kreatif pada PDB mencapai Rp851 triliun. Ketua badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf memprediksi, pada tahun ini kontribusinya sudah di atas Rp1000 triliun. Tentus aja angka tersebut merupakan jumlah yang sangat berarti pada ekonomi Indonesia.

Sedangkan khusus ekspor pada 2014 itu tumbuh dari 18,2 miliar USD menjadi 19,4 miliar USD dengan kontribusi terbesar dari sektor fesyen dan kriya mendominasi ekspor kita. Pemerintah berharap subsektor lain akan mampu meningkatkan kemampuan ekspor.

Sebagai contoh, Indonesia memiliki jenis kopi yang amat beragam. Namun demikian, gerai-gerai kopi besar yang ada di Indonesia kebanyakan brand asing. Padahal jika potensi komoditas kopi dapat dikemas sedemikian rupa kita dapat melakukan ekspansi lebih serius dibanding negara lain. Potensi dasarnya berupa komoditas kopi kita sangat berlimpah.

Di sisi lain, pasar lokal juga sangat menjanjikan. Dari dunia film, misalnya, kini makin banyak film-film Indonesia yang jumlah penontonnya menembus angka dua juta. Kreativitas para pembuat film nasional juga sudah mulai dilirik para pengusaha film kelas dunia.

Film Wiro Sableng 212, misalnya, kali ini merupakan kolaborasi pembuat film lokal dengan salah satu raksasa Hollywood, Fox Internasional. Langkah seperti ini bisa dijadikan model star-up dalam negeri yang berhasil menarik investor besar untuk mengembangkan produknya.

Ekonomi
Narasi Terpopuler
Harmonisasi Kebijakan TKDN Tengah Disiapkan
Pemerintah Indonesia siap membantu Pegatron untuk memperoleh kemudahan perizinan. ...
Negeri Kaya Nikel, Pengembangan Industri Kian Potensial
Kemampuan produksi baterai litium yang didukung kekayaan alam melimpah menjadi daya tawar tersendiri bagi Indonesia dalam pengembangan mobil listrik. ...
Produksi Kendaraan Listrik Menanti Perpres
Pemerintah telah menyiapkan tataran regulasi untuk menyambut era mobil listrik. Siapkah konsumen menuju era tersebut? ...
Jalur Non-PNS Menuju ASN
Presiden menerbitkan PP yang mengatur  pegawai honorer menjadi ASN lewat jalur Perjanjian Kerja (PPPK).  Tak ada lagi jalan mudah jadi PNS. ...
Transportasi Berbasis Rel Mengurai Kemacetan Jakarta
Inefisiensi akibat kemacetan di Jakarta bisa mencapai Rp67 triliun per tahun. Dua model transportasi berbasis rel pun dibangun. Targetnya, awal 2019 beroperasi. ...
Redistribusi Tanah untuk Rakyat
Sekitar 4,5 juta lahan yang dikuasai masyaakat akan dilegalkan dengan sertifikasi, dan 4,5 juta ha lainnya akan dibagikan sebagai program redistribusi. ...
Pemulihan Menuju Hutan Lestari Semakin Baik
Pelbagai langkah koreksi di sektor kehutanan pun dilakukan. Salah satunya adalah melakukan langkah moratorium lahan gambut. ...
Dari Honorer ke Skema Perjanjian Kerja
Presiden Jokowi terus mengendalikan laju penerimaan CPNS. Tenaga kesehatan menjadi prioritas. Rekrutmen guru honorer disetop. Jalur PPPK untuk guru honorer disiapkan. ...
Bauran Energi Indonesia Kian Baik
Indonesia tetap perlu kerja ekstra untuk bisa mencapai target bauran energi sebesar 25% pada 2025. ...
Merumuskan Strategi Kebudayaan Indonesia
Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 adalah usaha untuk merumuskan kembali strategi kebudayaan Indonesia untuk menjawab tantangan global. Indonesia membutuhkan sebuah langkah yang tersusun untuk tampil l...