Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


Infrastruktur Menekan Biaya Logistik

Wednesday, 7 November 2018

Pada tahun 2012 sekitar tigapuluh persen biaya produksi kita habis untuk biaya logistik. Kondisi alam Indonesia yang dipisahkan pulau dan luasnya wilayah mengakibatkan ongkos transportasi jadi mahal. Padahal di negara-negara maju biaya logistik hanya memakan 5% sampai 7% saja.


Infrastruktur Menekan Biaya Logistik

Tidak ada jalan lain jika Indonesia mau bersaing dengan negara lain kecuali berusaha menekan biaya logistik ini. Karena itu pemerintah Kebinet Kerja seperti mengejar bagaimana pembangunan infrastruktur khususnya sarana dan prasarana transportasi. Targetnya komposisi biaya logistik Indonesia turun sampai 19%, meskipun saat ini baru menurun sekitar 26% saja.

Memang angka itu masih jauh dari ideal. Setidaknya sudah cukup menurunkan biaya produksi lumayan. Ini akan menyebabkan hasil produksi masyarakat bisa tersebar luas.

Kita tahu ada banyak produksi yang dihasilkan masyarakat tidak mampu diakses warga Indonesia di wilayah lain. Malah dipenuhi dengan cara impor karena jauh lebih murah. Padahal Indonesia sendiri sudah bisa menghasilkan produk yang sama. Itu semua disebabkan karena faktor angkutan, transportasi, dan akhirnya menyebabkan distribusi yang tidak merata.

Hal lain yang dilakukan adalah menjalankan program tol laut. Program ini berupa penyediaan kapal, pembangunan dermaga serta pelayaran rutin untuk menghubungkan antar wilayah di Indonesia.

Pemerintah misalnya mengekuarkan uang Rp 35 triliun untuk membangun pelabuhan dan Rp57 triliun untuk pengadaan kapal. Keberadaan tol laut yang operasionalnya disubsidi pemerintah akan memberikan dampak pada makin terdistribusinya hasil produksi masyarakat di wilayah yang jauh.

Pada 2015 telah dibangun 13 pelabuhan untuk melayani 3 trayek. Sementara pada 2016 dibangun 31 pelabuhan singgah dengan 6 trayek. Jumlah terus meningkat. Pada 2017 tol laut sudah melayani 13 trayek dengan 40 pelabuhan. Dan diakhir 2018 ada 15 trayek dengan 58 pelabuhan singgah.

Laut sebagai wilayah tidak harus dipandang sebagai pemisah pulau-pulau tetapi justru merupakan jalan yang menyatukan. Keberadaan kapal-kapal yang selalu melayani rute yang sama dan rutin akan memberikan kemudahan distribusi produk-produk masyarakat.

Selama ini, kapal-kapal yang berlayar dari Jawa menuju daerah timur Indonesia, misalnya, hanya membawa maksimal 10% muatan balik. Tentu saja jika pengelolaan diserahkan pada swasta tidak ada yang berminat. Nah, pemerintah melakukan perintisan dengan memberikan subsidi kepada operator yang melayani trayek tol laut.

Pemangkasan biaya logistik ini juga secara serius dilakukan untuk wilayah-wilayah terpencil dan terluar. Pemerintah menetapkan komitmen BBM satu harga. Caranya dengan membangun stasiun pengisian BBM di berbagai wilayah itu serta memastikan ketersediaan bahan bakar.

Pertamina sebagai BUMN ditugasi membangun 150 SPBU di wilayah paling terpencil. Bukan hanya itu, Pertamina juga dimibta jaminan ketersediaan stok. Saat ini sudah dibangun 121 SPBU dan pada 2019 target 150 titik itu sudah terpenuhi.

 

Implikasi serius dari membenahan sarana transportasi dan juga penunjangnya adalah terciptanya keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. Itulah yang disampaikan Presiden ketika berpidato mengenai BBM satu harga di Yahukimo, Papua.

 

Bagaimana dengan biaya logistik ekspor?

Kemenhub sudah mendatangkan tiga kapal raksasa ke Pelabuhan Tanjung Priok dengan rute perjalanan langsung Jakarta-Los Angeles, AS. Dengan cara itu ekspor kita tidak perlu lagi melalui pelabuhan Singapura, yang otomatis menyebabkan penurunan biaya logistik barang ekspor.

Narasi Terpopuler
Roadmap Logistik Multimoda Tengah Disiapkan
Pemerintah mendorong lahirnya suatu sistem logistik yang lebih multimoda, terutama ekspor-impor dan pangan. ...
Keberpihakan dan Pembiayaan yang Kian Deras
Rendahnya kredit macet UMKM menunjukkan bahwa sektor itu sangat disiplin dalam membayar kewajiban angsuran mereka. ...
Akhiri Polemik, Bersatu Padu Sambut Pasar Halal
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menepis anggapan bahwa lahirnya UU Jaminan Produk Halal melucuti peran MUI terkait sertifikasi halal sebuah produk. ...
Memacu Pertumbuhan Sekaligus Menjaga Keseimbangan
Menjawab kekhawatiran calon investor terhadap fokus kebijakan fiskal, Sri Mulyani menegaskan resepnya adalah menemukan titik kebahagiaan yang optimal. ...
Harlah NU, Semangat Moderat yang Makin Relevan
NU berhasil menciptakan sebuah kearifan yang menyatukan dengan indah antara semangat keislaman dan semangat keindonesiaan. ...
Pelaku Ekonomi Mikro Kecil Didorong Naik Kelas
Pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil milik masyarakat diyakini dapat berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan perekonomian nasional. ...
Api Nan Tak Boleh Padam
Di tengah revolusi perkakas digital, pers Indonesia terus bertekad menghasilkan karya yang valid dan kredibel di atas platform apa pun. Tabloid dan koran boleh surut, tapi komitmen keindonesiaan takka...
Menciptakan Nilai Ekonomi Baru bagi Sampah Plastik
Intinya mengubah cara pandang terhadap plastik kemasan bekas pakai, tidak sebagai sampah, tapi sebagai sebuah komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan ...
Gerbong INKA Mengalir Hingga Bangladesh
PT INKA bahkan diproyeksi akan menjadi salah satu pemain besar dalam industri perkeretaapian dunia. ...
Jurus Ampuh Meredam Gejolak Rupiah
Nilai tukar rupiah awal 2019 bahkan diprediksi cenderung menguat karena beberapa faktor, yakni aliran modal masuk, melambatnya laju kenaikan bunga The Fed, serta konsistensi kebijakan ekonomi yang dik...