Bahasa | English


ENERGI

Inilah Asumsi Dasar Makro Sektor ESDM RAPBN 2020

5 July 2019, 03:24 WIB

Pemerintah dan DPR sepakati asumsi dasar RAPBN 2020. Harga minyak mentah Indonesia, sebesar USD60 per barel. Untuk produksi migas diasumsikan sebesar 1.893 barel setara minyak per hari.


Inilah Asumsi Dasar Makro Sektor ESDM RAPBN 2020 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR di gedung parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (20/6/2019). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Rapat Kerja (Raker) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kamis (20/6/2019) menyetujui Asumsi Dasar dan Pagu Indikatif sektor ESDM dalam Rencana Anggaran, Pendapatan, dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2020 yang disampaikan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Rapat yang berlangsung selama 8 jam tersebut menyepakati besaran Asumsi Dasar Makro Sektor ESDM RAPBN dan Pagu Indikatif RKA/ K-L RAPBN untuk Tahun Anggaran 2020.

Komisi VII DPR RI menyetujui usulan Kementerian ESDM terkait harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), sebesar USD60 per barel. Untuk produksi (lifting) minyak dan gas bumi (migas) diasumsikan sebesar 1.893 barel setara minyak per hari (Barrel Oil Equivalent Per Day/BOEPD). Lifting migas tersebut terdiri dari produksi minyak 734 ribu barel per hari (Barrel Oil per Day/BOPD) dan produksi gas bumi sebesar 1.159 ribu BOEPD.

Rapat juga menyepakati, besaran cost recovery antara USD10-11 miliar, volume Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) bersubsidi, di mana volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi disepakati sebesar 15,87 juta kilo liter (Kl) dan LPG 3 Kilogram (Kg) sebesar 7.000 juta ton. Volume BBM bersubsidi terdiri dari minyak tanah 0,56 juta Kl dan minyak solar sebesar 15,31 juta Kl.

Di samping itu, besaran subsidi yang diberikan untuk minyak solar dan listrik juga disepakati dalam rapat ini dengan rincian, subsidi tetap minyak solar (gasoil) diusulkan sebesar Rp1.500 per liter turun dari saat ini Rp2.000 per liter. Sementara itu, subsidi listrik sebesar Rp58,62 triliun.

Semula pemerintah mengusulkan batas maksimal subsidi solar sebesar Rp2 ribu per liter. Namun, dalam pembahasan disepakati nilai subsidi dikurangi agar anggaran bisa dialokasikan untuk menambah subsidi LPG.

Volume LPG yang mendapatkan subsidi untuk tahun depan juga disepakati meningkat dari usulan pemerintah semula 6,98 juta kl menjadi 7 juta kl. Pertimbangannya, Komisi VII DPR menilai kebutuhan subsidi untuk LPG tabung 3 kilogram (kg) masih tinggi.

Selain itu, Komisi VII dan Kementerian ESDM juga sepakat untuk menurunkan alokasi volume subsidi Solar dari 15,58 juta kl menjadi 15,31 juta kl atau sesuai dengan proyeksi realisasi subsidi Solar untuk 2019. Salah satu pertimbangannya adalah penerapan mandatori campuran biodiesel 30 persen terhadap minyak Solar (B30).

Berikut asumsi dasar makro sektor ESDM untuk RAPBN 2020 yang disepakati oleh Komisi VII dan Kementerian ESDM:

  1. ICP: USD60 per barel
  2. Produksi siap jual (lifting) Minyak dan Gas (Migas): 1.893 ribu barel setara minyak per hari (boepd)

      A. Lifting minyak bumi: 734 ribu barel per hari

      B. Lifting gas bumi: 1.159 ribu boepd

      C. Cost recovery: USDD10 miliar hingga USD11 miliar

      3. Volume BBM dan LPG bersubsidi:

      A. Volume BBM bersubsidi: 15,87 juta kiloliter (kl)

  • Minyak tanah: 0,56 juta kl
  • Minyak Solar: 15,31 juta kl

      B. Volume LPG 3 kg: 7 juta ton

      4. Subsidi Tetap Minyak Solar: Rp1. 500 per liter

      5. Subsidi Listrik: Rp58,62 triliun

Khusus untuk subsidi listrik, Menteri ESDM meminta kepada Komisi VII DPR RI untuk membicarakan dan mendiskusikannya lebih lanjut bersama Direktur Jenderal Ketenagalistrikan karena subsidi listriknya 2019 sebesar Rp59,32 triliun turun menjadi Rp58,62 triliun. Ini ada satu catatan, apabila tarif listrik yang golongan rumah tangga yang 900 VA ke atas boleh mengikuti tarif adjustment maka subsidinya akan turun kira-kira sebesar Rp6 triliun, tetapi jika tetap maka subsidinya akan turun Rp600-700 miliar.

Asumsi pertumbuhan

Sementara itu sebelumnya pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI juga menyepakati asumsi makro untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020. Asumsi maskro untuk RAPBN 2020 disepakati pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen hingga 5,5 persen, inflasi diperkirakan berada di kisaran 2 persen hingga 4 persen.  Kemudian tingkat bunga SPN 3 bulan disepakati sebesar 5 persen hingga 5,3 persen dan nilai tukar rupiah menjadi Rp14.000- Rp14.500 per dolar AS. 

Asumsi makro tersebut telah berubah dari yang diajukan pemerintah dalam Rapat Paripurna. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi ditargetkan dikisaran 5,3 persen hingga 5,6 persen pada tahun depan dan tingkat bunga SPN 3 bulan berada di 5 persen hingga 5,6 persen.

Sedangkan untuk target pembangunan tak ada perubahan dari yang telah diajukan sebelumnya. Di mana tingkat pengangguran diperkirakan menjadi 4,8 persen hingga 5 persen pada tahun 2020. Lalu tingkat kemiskinan ditargetkan 8,5 persen hingga 9 persen. Adapun rasio gini ditargetkan 0,375-0,380 dengan indeks pembangunan manusia ditargetkan 72,51.  (E-2)

Ekonomi
Energi
Narasi Terpopuler
Saatnya Coklat Bercita Rasa Nusantara Go Global
Bila kualitas dan perluasan perkebunan kakao ditingkatkan, Indonesia berpeluang menjadi produsen terbesar biji kakao dunia. ...
Penggunaan Panel Surya Terus Didorong
Penggunaan energi berbasis surya ternyata baru di bawah 100 megawatt (MW). Padahal dari sisi potensinya bisa mencapai 207 gigawatt (GW). ...
Penyesuaian Dengan Tarif Dunia
Pemerintah berniat menaikkan tarif cukai 23 persen. Dimaksudkan membendung prevalensi perokok di Indonesia yang mencapai 33,9 persen, tertinggi di dunia. Di Thailand cukainya 80 persen. ...
Tanah Tabi Calon Provinsi Paling Siap di Papua
Bahkan telah ditentukan Kota Jayapura yang kelak menjadi ibu kota provinsi baru nanti. Sedangkan nama DOB yang sempat muncul, yaitu Provinsi Papua Tabi, Tabi Papua, atau Provinsi Tanah Tabi. ...
Usaha Berbasis Kayu Tetap Jalan, Hutan Pun Tetap Lestari
Industri pengolahan kayu kini tidak lagi kesulitan untuk memperoleh bahan baku. Mereka banyak menyerap kayu dari hutan tanaman industri dan hutan tanaman rakyat. ...
Penerimaan Pajak dan Cukai Terus Tumbuh Positif
APBN 2020 diketok di angka Rp2,528,8 triliun, naik tipis 2,75 persen dari 2019. Defisit pun terjaga di posisi 1,76 persen. PNBP terus menguat. ...
Provinsi Baru Papua, Sebangun dengan Wilayah Adat
Masyarakat Papua minta pemekaran provinisi Papua dan Papua barat menjadi tujuh wilayah adat. Tapi Presiden RI Joko Widodo hanya menyetujui beberapa. Itu pun masih harus ada kajian terlebih dulu. ...
Kota Karet Dulu, Kota Hijau Kemudian
Forum Segitiga Indonesia-Malaysia-Thailand melakukan percepatan program penguatan kerja sama subregional itu. Jalur multimoda Dumai-Malaka akan beroperasi 2020. Arus barang lebih efisien. ...
Warisan Sang Maestro
Berkat sentuhan Habibie-Habibie muda, pesawat CN-235, N 212, dan N 219, juga kapal korvet, dan kereta listrik, tampil dengan eksterior yang elegan dan aeerodinamis.  Ekonomi berbasis teknologi pe...
Garis Bawah Presiden untuk Iklim Investasi Indonesia
Indonesia akan segera merevisi puluhan undang-undang dan aturan yang berkait dengan investasi. Hal itu dipentingkan untuk mempermudah dan mempersingkat prosedur sebagai salah satu daya tarik investasi...