Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


KIK-KEK

Integrasi Pendidikan dan Kebutuhan Industri

22 March 2019, 09:00 WIB

Kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus perlu penopang penyediaan sumber daya manusia. Dibutuhkan kerja sama antara lembaga pendidikan dan industri untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.


Integrasi Pendidikan dan Kebutuhan Industri Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada pertemuan bilateral di Semarang, Jawa Tengah. Sumber foto: Antara Foto

Wajah Presiden Jokowi terlihat senang ketika berjumpa dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Semarang. Saat itu kedua pimpinan negara akan meresmikan Kawasan Industri Kendal yang sebagian besar didanai oleh investor Singapura. Dengan membangun sebuah kawasan industri berbiaya Rp7 triliun, Jokowi berharap pada akhirnya Indonesia bisa mendatangkan investasi sebesar Rp200 triliun. Pabrik-pabrik di kawasan industri itu juga akan menyerap sampai 500 ribu tenaga kerja.

Industri yang sudah masuk di KIK berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Jepang dengan berbagai sektor seperti industri furnitur, makanan, dan baja, juga industri elektronika, otomotif, dan kimia dasar.

KIK yang berlokasi di Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini memiliki total lahan pengembangan tahap pertama seluas 996,4 hektar dari total 2.700 hektar. Di sekitar kawasan telah terintegrasi pelabuhan laut Kendal, Pelabuhan Tanjung Mas, dan stasiun kereta api untuk memudahkan arus barang.

Kawasan ini terletak sekitar 21 km dari sebelah barat Semarang, 20 km dari Bandara Internasional Ahmad Yani, dan 25 km ke Pelabuhan Tanjung Emas. Pembangunan KIK di luar dari program pembangunan 14 kawasan industri baru yang digagas pemerintahan Jokowi untuk periode 2015-2019.

Kawasan industri bukan hanya terpusat di Jawa, tetapi juga tersebar di seluruh tanah air. Salah satu contoh keberhasilan kawasan industri adalah Jababeka. Kawasan ini mampu menyerap sampai sejuta tenaga kerja dengan efek multiplier ekonomi yang luar biasa.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap berbagai kawasan industri, baik yang ada di Jawa maupun luar Jawa, bisa semakin terkoneksi. Dengan tersambungnya kawasan industri, maka akan memacu pertumbuhan perekonomian nasional.

Airlangga berharap, pengembangan kawasan industri seperti di wilayah Bekasi Selatan dapat direplikasi untuk 100 wilayah lainnya di Indonesia. Contohnya kawasan industri Jababeka yang terbukti mampu memperlihatkan multiplier effect dari aktivitas industrialisasi dapat berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan satu juta orang lapangan pekerjaan yang berhasil diciptakan di kawasan industri tersebut, GDP-nya dari seluruh pabrik lebih dari USD35 miliar per tahun atau GDP-nya per kapita sebesar 35 ribu dolar AS.

Jika pada 2019 ini beroperasi 18 kawasan industri baru di berbagai wilayah di seluruh Indonesia, kita bisa hitung berapa dampak ekonomi yang bisa dihasilkan. Jika sebuah kawasan industri rata-rata sanggup menyerap 500 ribu tenaga kerja, akan ada 9 juta tenaga kerja yang bisa disediakan.

Tentu saja suplai tenaga kerja untuk berbagai kawasan industri ini sangat bergantung pada output lembaga pendidikan. Pemerintah juga mulai memikirkan bagaimana mengisi kebutuhan tenaga industri dengan mengintegrasikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri.

Sebagai contoh, di Karawang, misalnya. Berdirinya sebuah pabrik keramik pada akhirnya mendorong sebuah SMK untuk mendirikan jurusan industri keramik. Industriawan membantu mendesain kurukulum serta perangkat untuk praktek anak didik. Lulusan dari sekolah tersebut akan berpeluang mengisi kebutuhan tenaga pabrik keramik tersebut.

Pengembangan lembaga pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja juga diintegrasikan pada Kawasan Ekonomi Khusus. Untuk wilayah dengan potensi wisata, pemerintah mendorong SMK untuk membuka jurusan yang ada kaitannya dengan wisata dan berbagai variannya. Sebagai contoh di selutar Danau Toba, kini berdiri sebuah SMK yang khusus jurusan pengelolaan penginapan. Murid-murid diajarkan bagaimana melayani wisatawan dan manajemen hotel. (E-1)

Ekonomi
Narasi Terpopuler
Mengejar ketertinggalan dari Negeri Tetangga
Nilai ekspor Indonesia kalah dibandingkan dengan negara tetangga. Ke depan ekspor tak lagi bertumpu pada sumber daya alam. Tapi harus memperkuat ekspor produk industri manufaktur. ...
Minyak Alami Defisit, Potensi Panas Bumi Melimpah
Potensi energi baru terbarukan di Indonesia sangat tinggi. Indonesia memiliki potensi panas bumi mencapai 11 giga watt (GW) dengan realisasi baru 1,9 GW atau 0,44 persen. Di energi dari air, Indonesia...
Situasi Lesu, Komoditas Indonesia Butuh Pasar Baru
Pemerintah butuh strategi yang matang melalui pemilihan pasar nontradisional untuk dongkrak ekspor. ...
Busana Fungsional Menuju Pasar Global
Industri tekstil Indonesia menggeliat bangkit. Tumbuh 19% di kuartal I 2019, bahkan 29% untuk pakaian jadinya. Ada peluang mengisi pasar AS di masa Perang Dagang ini. Perlu insentif khusus. ...
Mobile Payment Kian Ngetren
Volume transaksi mobile payment di Indonesia diperkirakan bisa mencapai USD16,4 miliar pada 2019. ...
Kinclong Berkat Kantong Para Pelancong
Di tengah ketidakpastian global, pariwisata diharapkan jadi penopang ekonomi nasional. Destinasinya beragam, wisatasport berkembang dan destinasi wisata halal pun nomor satu. Perlu jaminan kemudahan i...
Angin Segar dari Pertemuan G20 Fukuoka
Digital ekonomi Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai diprediksi mencapai USD100 miliar pada 2025 dari sebelumnya USD27 miliar pada 2018. ...
Mengoptimalkan Aspal Buton Mengurangi Ketergantungan Impor
Aspal Buton merupakan satu-satunya aspal di Indonesia yang terbaik dan terbesar di dunia. Sejak 2015, pemerintah RI juga mengarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan aspal Buton untuk pembangunan jalan...
Peluang Investasi di Indonesia semakin Menarik
Indonesia kini memiliki peringkat kredit BBB/Outlook stable, meningkat dibandingkan periode sebelumnya di posisi BBB-/Outlook stable. ...
Menunggu Investasi Setelah Naik Kelas
Berbagai Lembaga survei menempatkan ekonomi Indonesia dalam kacamata positif. Kini waktunya Indonesia lebih giat menebarkan jalan untuk menarik investasi langsung ke dalam negeri. ...