Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


PENYESUAIAN HARGA

Keadilan Sosial Lewat BBM Satu Harga

Thursday, 26 July 2018

Ada sebuah kebijakan revolusioner yang diterapkan pemerintah sekarang : BBM satu harga. Luas wilayah Indonesia yang terbentang jauh sebelumnya merupakan hambatan serius sehingga harga BBM berbeda dari satu lokasi ke lokasi lainnya.


Keadilan Sosial Lewat BBM Satu Harga Sumber foto: Antara Foto

Dalam penghitungan harga BBM di luar Jawa, Madura, dan Bali biasanya digunakan rumusan harga patokan ditambah ongkos distribusi dan keuntungan. Rumus itulah yang menyebabkan adanya disparitas harga antarsatu wilayah dibanding wilayah lainnya.

Wilayah-wilayah terjauh dan tentu saja paling terpencil dan miskin justru harus membayar harga BBM jauh lebih mahal dibanding penduduk di wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Padahal jika menggunakan ukuran kemampuan daya beli, penduduk di wilayah terpencil justru memiliki daya beli yang lebih rendah dibanding penduduk Jawa.

Coba bandingkan antara Jawa dan Papua. Pulau Jawa yang luasnya 128.297 km persegi memiliki 58% total kapasitas kilang Indonesia tersebar di 3 tempat, yaitu Kilang Balongan di Indramayu, Kilang Cilacap, dan Kilang Cepu, sehingga ongkos distribusi di Pulau Jawa, baik itu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur relatif kecil.

Sedangkan Pulau Papua yang luasnya 459.412 km persegi hanya memiliki Kilang Kasim yang hanya memproduksi 1% dari total kapasitas kilang di Indonesia. Itupun letaknya Kabupaten Sorong di bagian kepala burung pulau ini saja. Bayangkan, jika BBM ingin disalurkan ke Kabupaten Yahukimo yang berjarak 1000 km via jalan darat. Atau melalui Kapal Perintis yang seringkali terganggu akibat surutnya Sungai Brasa. Hal itu menyebabkan harga bensin mencapai Rp100.000 per liter.

Wilayah Yahukimo memang menjadi titik dimulainya kebijakan BBM satu harga. Pertamina sebagai BUMN yang ditugaskan menjalankan program ini berusaha memenuhi dengan membangun titik distribusi di berbagai wilayah terpencil. Sampai akhir 2019, direncanakan akan dibangun 150 titik di seluruh Indonesia. Sepanjang 2017 ditargetkan mampu mencakup 54 titik lokasi. Sisanya, sebanyak 50 titik akan dibangun pada 2018 dan 46 titik lainnya pada 2019. Setiap titik bisa berbentuk SPBU maupun APMS.

Pemerintah memang mengambil jalan untuk tidak langsung membadi APBN dalam menjalankan program BBM satu harga. Beban biaya diserahkan kepada Pertamina sebagai BUMN yang mengurusi soal BBM. Pada 2017 misalnya, BUMN tersebut menganggarkan Rp1 triliun untuk program BBM satu harga. Seturut pada keuntungan Pertamina tahun lalu Rp40 triliun, setidaknya biaya tersebut diperkirakan tidak akan memberatkan kantong Pertamina.

Program BBM Satu Harga dilaksanakan berlandaskan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, juga Peraturan Menteri ESDM No. 39 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Secara Nasional.

Pertamina
Narasi Terpopuler
Pengembangan Blok Masela yang Lama Terjeda
Isu pengembangan blok Masela sudah lama tak terdengar. Berbagai kendala menghadap laju proyek ini. Investor pun diingatkan untuk memperbarui komitmennya, jika tak ingin dibatalkan. ...
Infrastruktur Mulus Dukung Mudik Lancar
Animo masyarakat melakukan mudik lebaran kali ini lebih besar dari pada tahun sebelumnya. Infrastruktur yang memadai memungkinkan mudik melalui jalur darat kian menjadi primadona. ...
Indeks Pembangunan Manusia Terus Meningkat
IPM Indonesia 2018 di atas 70 tersebut mengindikasikan bahwa pembangunan manusia Indonesia masuk kategori tinggi. ...
Mobilitas Pemudik Kembali ke Asal
Pemerintah sudah mengantisipasi ritual mudik tahunan ini sejak jauh-jauh hari. ...
Tiga Kades di Ajang Internasional
Tiga kepala desa (kades) mewakili pemerintah tampil di forum internasional. Standing aplaus pun diberikan oleh peserta yang hadir seusai presentasi. Mereka bercerita soal manfaat dana desa dan pengelo...
Penggunaan Panas Bumi Terus Digenjot
Bangsa ini patut berbangga karena negara ini tercatat sebagai pengguna listrik panas bumi terbesar ke-2 di dunia, setelah Amerika Serikat. ...
Rajawali Bandung Terbang Mendunia
Dalam versi militernya, CN-235-220 dan NC-212i andal sebagai penjaga pantai, ngarai, dan  medan bergunung-gunung. Mampu beroperasi siang atau malam dalam segala cuaca. Reputasinya diakui dunia in...
Calon Ibu Kota itu di Gunung Mas atau di Bukit Soeharto
Calon ibu kota negara sudah mengerucut ke dua pilihan, yakni Gunung Mas (Kalimantan Tengah) dan Bukit Soeharto (Kalimantan Timur). Namun sinyal kuat sudah menunjuk ke Gunung Mas. ...
Penggunaan Biodiesel Semakin Meluas
B100 itu merupakan biodiesel dengan kandungan 100% bahan bakar nabati. ...
Indonesia Tak Lagi Ekspor Coklat Mentah
Indonesia telah menjadi penyuplai bahan baku kakao terbesar ketiga di dunia.  Dan Indonesia adalah negara unggulan eksportir barang jadi produk untuk kakao. ...