Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


EKSPOR BUAH DAN SAYUR

Manis, Segar, dan Bebas Hama Penyakit

Wednesday, 9 January 2019

Kenaikan ekspor keseluruhan hortikultura tahun 2018 mencapai 12%. Untuk buah-buahan 26,3%. Kini Indonesia mencatat surplus duren.


Manis, Segar, dan Bebas Hama Penyakit Sumber foto: Wordpress

Manggis adalah sang ratu dan durian itu rajanya. Durian pembawa aura panas, sedangkan manggis dingin. Begitulah mitos yang sering mewarnai pembicaraan pedagang buah-buahan tropis. Apa pun mitosnya, nyatanya sang raja dan ratu buah itu kini berperan menjadi lokomotif ekspor hortikultura (buah dan syuran) Indonesia ke pasar internasional.

Manggis Indonesia  semakin digemari di Malaysia, Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Australia, India, bahkan negara-negara Eropa.  Ada kenaikan ekspor lebih dari 400% manggis Indonesia pada 2018, dibanding 2017. Bahkan, untuk  duren kenaikannya di atas 700%. Meski tidak seluas manggis, pasar durian Indonesia cukup menjanjikan untuk kawasan Asia Tenggara, India, dan Pakistan.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor buah, sayuran dan bunga-bungaan Indonesia pada 2018 cukup menggembirakan dengan kenaikan 12%, dengan nilai Rp5 triliun lebih. Ekspor sayuran naik 4,8%, bunga 7%, dan buah-buahan 26,3%.  Catatan di Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan, tujuan ekspor adalah 113 negara.

Untuk manggis volume ekspor 2018 bisa menembus angka 60.000 ribu ton. Manggis asal Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, sama manisnya. Sekitar 30% produksi nasional terserap di pasar ekspor. Jangan heran bila harga ‘Ratu Buah’ ini di pasar lokal Bali, misalnya, bisa mencapai Rp25--30 ribu. Padahal, tiga empat tahun lalu masih Rp10 ribu per kg.

Dari sisi volume, ekspor duren memang belum besar, baru 1.084 ton di  2018. Tapi, selain lonjakan ekspornya yang kuat, ada kecenderungan bahwa kegandrungan masyarakat Indonesia pada durian impor, dari Malaysia atau Thailand, mulai surut. Impor duren 2018 hanya 351 ton, tidak sampai 50% dari impor 2017. Dengan begitu, di tahun 2018 ada surplus duren 733 ton.

Nanas, pisang, buah rambutan, dan salak juga menunjukkan lonjakan ekspor yang menggembirakan. Segarnya buah tropis Nusantara itu kini makin mendunia. Meski tak spektakuler seperti manggis dan duren, mangga dan jeruk pun masih memancangkan harapan sebagai komoditas ekspor.

Begitu halnya dengan buncis, selada, bawang merah, kubis, wortel, bawang merah, kacang panjang, brokolli, asparagus, bayam, ubi manis, pete, serta bunga dan tanaman hias mulai dari anggrek, Sain Polia, aglonema, Tilansia, hingga Caloncoe. Bunga dan sayuran Indonesia itu kini mampu menembus pasar Eropa.

Lonjakan ekspor ini tentu tidak terjadi begitu saja. Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa perbaikan kinerja ekspor hortikultura itu karena adanya perbaikan di berbagai lini. Salah satu yang sering disebut-sebut Andi Amran adalah perbaikan pada pelayanan birokrasi.

Ijin ekspor dipangkas. Sebanyak 291 peraturan yang dianggap menghambat bisnis hortikultura pun dicabut. Bahkan belakangan, proses perijinan itu dilakukan secara online. Tak ada lagi tatap muka dalam proses perijinan--hal yang rawan mendatangkan pungutan tidak resmi. “Dulu ijin ekspor itu perlu 13 hari, sekarang dalam waktu tiga jam bisa selesai,” tutur Amran. Urusan di pintu karantina pelabuhan juga dibikin mudah, dan beberapa pengusaha mengatakan ‘tak ada pungutan’.’

Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian, juga tidak henti-hentinya melakukan pendekatan ke berbagai negara untuk menerapkan standar ekspor-impor yang fair, terutama dalam hal penerapan persyaratan kebersihan, kesehatan, dan kualitas secara umum.

Tentu, segala kemudahan itu tak banyak gunanya bila dari lini produksi tidak siap. Kini petani buah dan sayur tidak sulit mencari benih atau bibit unggul. Bibit duren, mangga, manggis, sirsak, pisang, atau buah lainnya, tersedia di banyak  tempat dengan harga terjangkau. Bibit unggul itu membuat pohon cepat berbuah, dengan kualitas yang tinggi dan seragam.

Selain penyediaan bibit, benih, dan sarana produksi lainnya, melalui Direktorat Jenderal Hortikutura, Kementerian Pertanian juga melakukan pembinaan pada petani dan pengusaha. Mereka didorong melaksanakan budi daya dengan standar yang baik, agar produksinya berkualitas, bebas hama, dan penyakit.  

Sertifikasi produk diberikan bagi kelompok tani atau pengusaha yang telah melaksanakan budi daya secara baik dan benar. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan bahwa urusan karantina untuk  ekspor harus dilakukan secara bertele-tele.

Kegairahan ekspor yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir ini pada gilirannya mengundang investasi. Secara umum, Amran menyebutkan, di tahun 2013, investasi di sektor pertanian mencapai Rp29,3 triliun. Selanjutnya tahun 2014 naik menjadi Rp45 triliun. ‘’Nilai investasi pada 2017 Rp45,9 triliun. Total investasi 2013 sampai 2018 mencapai Rp270 triliun," kata Andi Amran.

Dari keseluruhan investasi itu sebagian tentu ditanamkan ke hortikultura. Sejumlah perusahaan kini tumbuh di berbagai daerah untuk memproduksi buah, sayuran, atau bunga dan tanaman hias. Salah satunya adalah PT Alamanda yang berbasis di Bandung. Perusahaan ini mampu mengekspor 42 jenis sayuran, buah, bunga, dan tanaman hias sebanyak 10 ribu ton per tahun ke 12 negara.

Siapa mau menyusul? (P-1)

Ekonomi
Narasi Terpopuler
Industri Otomotif Semakin Berdaya Saing
Industri otomotif dinilai memiliki struktur industri yang kuat dan dalam karena ditunjang oleh industri pendukung. ...
Aroma Kopi dan Restorasi Kain Sarung
Pemerintah menganggarkan sekitar  Rp1 triliun untuk pos pemajuan budaya di 2019. Agak luput dari mata Pemilu, gerak pemajuan kebudayaan berlangsung cepat. Pembiayaan dari negara akan lebih fleksi...
Integrasi Pendidikan dan Kebutuhan Industri
Kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus perlu penopang penyediaan sumber daya manusia. Dibutuhkan kerja sama antara lembaga pendidikan dan industri untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan...
Pembangunan Manusia Jadi Prioritas
Presiden Joko Widodo mengingatkan agar dunia pendidikan negara ini lebih fokus untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil bekerja. ...
Sektor Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif
Pada tahun ini, Kementerian Perindustrian memproyeksi pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,4%. ...
Adu Panjang Jalan Tol
Presiden Jokowi telah meresmikan beroperasinya beberapa ruas tol di Sumatra. Bagian dari tol trans-Sumatra ini akan menjadi jalan tol dipanjang di Indonesia. ...
Bergerak Naik Tanpa Guncangan
Kebijakan penyetaraan gaji perangkat desa dengan PNS Golongan IIa tak menimbulkan guncangaan pada APBN. Pos pengeluaran itu selama ini telah ditanggung dari pos alokasi dana desa (ADD) yang dikucurkan...
Titik Fokus APBN 2019
Berbagai pendekatan baru untuk melaksanakan program pembangunan mulai diterapkan pemerintah pada 2019. Sebetulnya bukan hal yang baru juga, tapi kini tingkat penerapannya jauh lebih konsisten dan seri...
Konsistensi Anggaran di Tahun Politik
APBN 2019 tidak banyak terganggu dengan riuh rendahnya politik pemilihan. Pemerintah tetap fokus menjalankan agenda-agenda besarnya, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun membangunan kualitas su...
Jasa Peer to Peer Lending Semakin Seksi
Tren pertumbuhan positif industri fintech P2P Lending ini tentunya diharapkan akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. ...