Bahasa | English


KEBIJAKAN INVESTASI

Memicu Pertumbuhan dengan KEK

26 March 2019, 09:27 WIB

Untuk memicu pertumbuhan ekonomi dan memfokuskan kebijakan investasi, pemerintah gencar membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai daerah. Diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat maksimal.


Memicu Pertumbuhan dengan KEK Peta sebaran KEK. Sumber: Dok kek.go.id

Salah satu cara mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah adalah dengan membentuk zona-zona kawasan ekonomi khusus (KEK). Setiap daerah dipetakan potensinya, diklasifikasi, dan kemudian dikembangkan berdasarkan potensi tersebut.

Misalnya, wilayah yang memiliki potensi pariwasata dijadikan KEK Pariwisata. Atau wilayah pertambangan, perkebunan, dan sebagainya. Pemerintah akan lebih fokus membangun infrastruktur dan merancang kebijakan sesuai dengan peta potensinya. Ini diyakini akan menarik investor untuk menanam modalnya di wilayah tersebut.

Pada 2019 ini pemerintah bakal menambah tiga kawasan ekonomi khusus lagi. Letaknya di Sungai Liat dan Tanjung Gunung di Bangka Belitung dan di Singosari, Jawa Timur.

KEK Singosari misalnya. Dengan luas 107 hektar, kawasan itu akan dikembangkan sebagai kawasan wisata, ekonomi digital, dan kawasan komersial. Tampaknya sudah banyak investor yang berminat menanam modalnya untuk pengembangan Singosari. Sejauh ini, nilai investasi pembangunan kawasan mencapai Rp567,38 miliar.

Sedangkan dua wilayah di Bangka dan Belitung akan disulap dari daerah pertambangan menjadi lokasi wisata. Perhitungannya, investasi pembangunan KEK Tanjung Gunung sebesar Rp1,5 triliun dan KEK Sungailiat Rp601,9 miliar. Sementara itu, investasi tenant, masing-masing Rp4,6 triliun dan Rp5 triliun.

Dengan adannya KEK ini pengalihan fungsi kawasan dari pertambangan menjadi daerah wisata bakal mendongkrak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi setempat. Hal ini setidaknya terbukti pengembangan KEK Tanjung Kelayang yang telah mendongkrak Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Belitung sebesar 43,7 persen menjadi hampir Rp200 miliar pada 2017.

Dengan penambahan KEK pemda juga bisa memaksimalkan potensi ratusan pulau di Babel yang belum dieksplorasi. Saat ini, dari 555 pulau, baru 50 pulau yang dihuni. Untuk mengeksplorasi 555 pulau ini diperlukan kekuatan khusus, penyataan khusus, dan kebijakan yang khusus pula.

Hadirnya KEK merupakan daya dorong untuk membuka pasar global sekaligus sebagai lokomotif percepatan pertumbuhan ekonomi di daerahnya.

KEK di Indonesia mulai diatur sejak 2009, yang merupakan pengembangan dari berbagai jenis kawasan ekonomi di periode-periode sebelumnya. Pada 1970, dikenal dengan mulai adanya pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Pada 1972, muncul pengembangan Kawasan Berikat. Berlanjut pada 1989 dengan Kawasan Industri. Lalu pada 1996, dikembangkan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET), dan terakhir, sejak 2009, dimulai pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus.

Pada masa awal pengembangannya sebanyak 50 daerah mengusulkan diri untuk menjadi KEK. Hingga Mei 2017 telah ada 11 daftar daerah kawasan ekonomi khusus di Nusantara.

Sebut saja Sei Mangkei, Tanjung Lesung, Tanjung Api-Api¬ł Morotai, Mandalika, Palu, Bitung, Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Tanjung Kelayang, Sorong, dan Arun-Lhokseumawe.

Presiden Joko Widodo sendiri menargetkan dapat tercipta 17 daftar daerah kawasan ekonomi khusus hingga 2019. Jumlah sebanyak itu dalam rangka mencapai tujuan pemerintah, yakni menjadikan KEK sebagai pusat pertumbuhan baru.

KEK yang hendak dikembangkan direncanakan terbagi menjadi 2 sektor besar. Sepuluh wilayah direncanakan untuk sektor pariwisata yang memang tengah berkembag pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sisanya, 7 wilayah untuk berbagai sektor, mulai dari industri mineral sampai industri perikanan.

KEK Mandalika, Tanjung Lesung, Morotai, Mandalika, dan Tanjung Kelayang adalah wilayah khusus untuk pengembangan sektor pariwisata. Sementara itu, KEK Arun Lhokseumawe, Tanjung Api-api, MBTK, Bitung, Sei Mangkei, Palu, dan Sorong sebagai KEK bagi kegiatan industri yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, hingga barang jadi. (E-1)

Investasi
Narasi Terpopuler
Tak Tembus Oleh Hujan Tak Retak Oleh Beban
Campuran karet pada adonan aspal membuat jalan tak mudah melesak oleh roda. Tapi,  karet bisa melapuk oleh sengatan ultraviolet matahari. Penggunaan karet massal akan menolong petani, ...
Pusat Reparasi Burung Besi Siap Beraksi
Garuda dan Lion kerja sama membangun industri maintenance, repair, dan overhaul  (MRO) di Batam. Selain pasar domestik, bengkel ini membidik pasar Asia Tenggara dan Asia  Selatan. Spareparts...
Jejangkit Bangkit Mengungkit Nasib
Lewat Program Serasi, tata ruang persawahan di daerah rawa gambut ditata ulang. Produksi meningkat, frekuensi panen berlipat. Tapi, dari target 400 ribu ha, baro 30 ribu ha yangg terealisasi. ...
Janji Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat Semakin Nyata
Dengan keluarnya PMK baru, para pengembang diharapkan semakin bersemangat membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). ...
Yogyakarta Istimewa, Banda Aceh Luar Biasa
Kota Yogya menorehkan skor tertinggi IPM di Indonesia. Banda Aceh ada di posisi ketiga. Kota-kota dengan IPM tinggi dapat  tumbuh dengan kreativitas dan inovasi warganya tanpa mengeksploitasi ala...
Guru Terus Dididik, Siswa Terus Dibantu
Meski IPM Indonesia masuk kategori tinggi, pembangunan SDM akan terus digenjot. Bantuan bidikmisi dan KIP-Kuliah akan menjangkau 818 ribu orang. Matematika, sains, literasi untuk siswa SD. ...
Sektor Manufaktur Masih Positif
Pemerintah terus genjot kapasitas produksi industri manufaktur agar dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, bahkan mampu mengisi permintaan pasar ekspor. ...
Biarkan Air Kembali kepada Gambut
Selain menjadi rusak, lahan gambut yang kering mudah dilalap api. Tidak hanya moratorium, Presiden juga ingin memperbaiki kondisi lahan gambut. Embung menjadi salah satu solusi untuk terus membuatnya ...
Momentum Tancap Gas, Pascaterbitnya PMK Antidumping
Kondisi industri TPT (tekstil dan produk tekstil) Indonesia secara umum justru masih menjanjikan. ...
Kolaborasi Negeri Serumpun Menolak Diskriminasi
Pengenaan bea masuk (BM) bagi produk biodiesel asal Indonesia dari Uni Eropa sebesar 8%-18%. Meskipun baru diterapkan pada 2020, bisa dikatakan telah melukai harga diri bangsa ini. ...