Bahasa | English


PANGAN

Mengamankan Produk Pangan Lokal untuk Stok Nasional

27 September 2020, 08:37 WIB

Bulog akan membangun pabrik pengolahan beras dan jagung di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain untuk menjaga harga wajar di tingkat petani, pabrik itu juga bisa untuk menambah stok nasional.


Mengamankan Produk Pangan Lokal untuk Stok Nasional Panen padi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Foto: ANTARA

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) siap menginvestasikan sekitar Rp215 miliar untuk membangun industri pengolahan hasil pertanian di NTB. Industri baru ini diharapkan dapat menyerap sebagian hasil pertanian penduduk setempat dengan harga dasar yang layak, menampung tenaga kerja, yang pada gilirannya ikut meningkatkan perekonomian daerah.

Ada tiga jenis industri pengolahan yang akan mulai dibangun menjelang akhir 2020, yakni pabrik pengolahan beras di Kabupaten Sumbawa Barat, pabrik pengolahan jagung di Kabupaten Dompu, Sumbawa Tengah, dan pabrik pengolahan beras lainnya di Kabupaten Lombok Timur.

Nilai investasi pabrik di Kabupaten Sumbawa Barat Rp98 miliar, di Lombok Timur senilai Rp13,6 miliar, dan di Dompu dengan nilai yang hampir sama dengan investasi di Sumbawa Barat. Khusus untuk proyek Dompu, masih menunggu persetujuan dari Direksi Bulog.

Pelaksanaan pembangunan pabrik pengolahan beras modern yang berlokasi di Kecamatan Lape Lopok, Sumbawa Barat itu sudah bergulir pada Agustus-September 2020. Proyek pembangunannya ditargetkan rampung selama enam bulan, di atas lahan empat hektar, dengan masa pemeliharaan selama satu tahun oleh rekanan pemenang tender.

Pengolahan beras itu dilengkapi berbagai peralatan modern yang dibutuhkan untuk menghasilkan beras berkualitas, seperti mesin pengering gabah hingga alat pengemasan beras dengan kapasitas 300 ton per hari. Kualitas beras yang akan dihasilkan bermacam-macam, baik premium maupun medium, tergantung permintaan pasar.

Sementara itu pembangunan pabrik pengolahan jagung di Kabupaten Dompu bertujuan untuk menyerap hasil produksi petani yang sangat melimpah setiap tahun. Tidak hanya jagung dari Kabupaten Dompu, yang juga bisa diserap untuk diolah adalah hasil produksi petani di Kabupaten Bima dan sekitarnya.

Pembangunan pusat pengolahan jagung tersebut diharapkan bisa memberikan kepastian pasar bagi para petani. Hasilnya untuk memenuhi kebutuhan nasional industri pakan ternak yang berbahan baku jagung. Jadi sudah jelas pasarnya.

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Nusa Tenggara Barat ditarget menyerap gabah sebanyak 115.000 ton atau 70.000 ribu ton setara beras pada 2020. Untuk itu Bulog menggandeng 80 pelaku usaha sebagai mitra kerja. 

Menurut catatan Bulog, hingga Juni 2020 sudah mencapai 99.092 ton gabah kering giling (GKG) atau 49.546 ton setara beras. Seluruhnya dibeli dari petani di 10 kabupaten/kota di NTB, untuk dijadikan stok pangan nasional.

Realisasi penyerapan beras Bulog Wilayah NTB berada di posisi lima nasional. Sementara posisi pertama dicapai oleh Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Selatan dan Barat dengan volume 98.787 ton dari target sebanyak 225.200 ton.

Sementara itu Jawa Barat diposisi kedua dengan capaian serapan beras sebanyak 96.606 ton dari target 213.400 ton. Posisi ketiga dicapai Jawa Timur dengan jumlah serapan beras sebanyak 84.850 ton dari target 208.900 ton, dan Jawa Tengah sebanyak 52.378 ton dari target 173.800 ton hingga akhir 2020.

Target pengadaan beras secara nasional tahun ini sebanyak 1.192.200 ton dan sudah terealisasi sebanyak 552.419 ton hingga 26 Juni 2020. Selain pengolahan hasil pertanian, Bulog NTB juga akan menjadi pemasok daging sapi dan kerbau impor untuk memenuhi kekurangan kebutuhan di daerah tersebut, menjaga kestabilan harga komoditas, sehingga tidak terjadi inflasi tinggi. Untuk hal ini Bulog akan berinvestasi menyewa gudang pendingin yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah NTB, yakni PT GNE, untuk menyimpan daging sapi dan kerbau beku.

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan membangun gudang pendingin (cold storage) berkapasitas 20 hingga 40 ton di Nusa Tenggara Barat untuk menyimpan daging kerbau beku yang rencananya diimpor dari India. Rencana pembangunan cold storage tersebut dalam rangka mendukung ketersediaan daging sapi dan kerbau di NTB, sehingga harganya tidak mahal akibat kelangkaan.

Potensi pasar daging kerbau beku di NTB masih terbilang bagus. Sebab, warga setempat dikenal gemar mengkonsumsi sapi maupun kerbau. Dalam catatan Bulog, harga daging sapi segar di NTB, mencapai Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram (kg). Harga tersebut relatif lebih mahal dibandingkan dengan daging beku impor sebesar Rp75 ribu/kg. Bulog hanya akan mengambil potensi pasar daging ternak ruminansia itu sebesar lima persen, sebesar 95 persen lainnya masih di dalam mekanisme pasar.

 

 

 

 

Penulis: Eri Sutrisno
Editor: Putut Trihusodo/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Ketahanan Pangan
Lokal
Lombok Timur
NTB
Pangan
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog)
Stok Pangan
Narasi Terpopuler
Jalur Diplomasi Ganda Memboyong Vaksin Covid-19
Indonesia dijanjikan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mendapatkan pasokan vaksin sebesar 23 persen dari populasi penduduk Indonesia. ...
Lulus Ujian Dahulu, Izin Edar Kemudian
Laporan interim (sementara) uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung akan ikut menentukan izin edar vaksin Sinovac. Vaksin asal Tiongkok mendominasi kandidat vaksin dalam daftar WHO. ...
Sertifikasi Halal Gratis bagi UKM
Dengan disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, pelaku usaha mikro dan kecil dengan omset di bawah Rp1 milliar per tahun akan diberikan sertifikasi halal secara gratis, disubsidi oleh pemerintah. ...
Tegak Lurus di Atas Koridor Sains
Presiden Jokowi meminta pengkajian vaksin harus sepenuhnya menggunakan kaidah dan bukti-bukti ilmiah. Satu kasus bermasalah, taruhannya kepercayaan publik. ...
Membangun SDM Tangguh di Tengah Gelombang
Transformasi yang tanggap dan berkelanjutan di bidang pendidikan dan kebudayaan maupun kesehatan menjadi fokus pemerintah agar masyarakat pulih dari situasi pandemi Covid-19. ...
Perkokoh Kemitraan Indonesia-Jepang di Tengah Pandemi
Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian, kunjungan Perdana Menteri (PM) Jepang menunjukkan bahwa kedua negara memilih untuk bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain. ...
Genjot Diplomasi demi Vaksin Covid-19
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp40,8 triliun untuk pembelian vaksin. Sebanyak Rp3,8 triliun di antaranya disiapkan untuk membayar pengiriman vaksin. ...
Agar Urusan Pajak Menjadi Jelas
Ada empat tujuan dari klaster perpajakan dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang merupakan pelengkap ketentuan perpajakan lainnya dalam UU Nomor 2/2020. ...
Oase di Padang Gurun Jasa Penerbangan
Stimulus dari negara kepada sektor angkutan udara diharapkan bisa memulihkan kondisi jasa penerbangan yang nyaris kolaps saat pandemi corona. ...
Solidaritas tanpa Batas
Pemerintah bergerak cepat berkejaran dengan sebaran Covid-19. Masyarakat yang bergerak menjalin solidaritas tanpa batas di seluruh nusantara juga merupakan kekuatan dalam menghadapi wabah. ...