Bahasa | English


HASIL BUMI

Mengoptimalkan Aspal Buton Mengurangi Ketergantungan Impor

17 June 2019, 00:00 WIB

Aspal Buton merupakan satu-satunya aspal di Indonesia yang terbaik dan terbesar di dunia. Sejak 2015, pemerintah RI juga mengarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan aspal Buton untuk pembangunan jalan.


Mengoptimalkan Aspal Buton Mengurangi Ketergantungan Impor Sejumlah pekerja melakukan pengaspalan jalan Jembatan Kolonel Sunandar di jalan jalur Pantura Kudus-Demak, Jawa Tengah, Selasa (14/5/2019). Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Pemerintah, melalui Kemenko Kemaritiman berupaya mengurangi ketergantungan impor aspal. Pemerintah minta melalui Kementerian PU-PR,  Provinsi/Kabupaten dan juga Pertamina serta pelaku usaha lainnya, baik dari BUMN maupun swasta bisa mengoptimalisasikan aspal Buton (asbuton), agar lebih terserap dalam pembangunan jalan baik jalan nasional, provinsi, ataupun kabupaten.

Menko Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, Indonesia saat ini masih mengimpor sekitar 75 persen aspal. Padahal, cadangan aspal yang terdapat di Buton bisa mencapai 667-670 juta ton yang setara dengan penggunaan selama 100 tahun. Nilai impornya hampir USD700 juta.

Menurut data Asosiasi Pengembang Aspal Buton Indonesia (ASPABI), total konsumsi dalam negeri asbuton periode 2007-2018 baru sebesar 407.840 ton, atau sama dengan 0,06 persen dari cadangan deposit asbuton. Oleh karena itu, Kemenko Kemaritiman sangat diperlukan peranannya untuk ikut mengawal optimalisasi penyerapan asbuton untuk kepentingan nasional.

Pertamina dan PT Wika Bitumen juga berkomitmen untuk memaksimalkan asbuton, yakni dengan bersinergi untuk membangun pabrik ekstraksi aspal minyak untuk dijadikan asbuton.

Berdasarkan data yang dimiliki Pertamina, sejak 2016-2018, nilai impor aspal minyak per tahun mencapai rata-rata 1.107.000 ton atau senilai USD457.191.000 (dengan nilai argus USD413 per ton), sedangkan Pertamina memproduksi 350.000 aspal minyak per tahun dengan menggunakan crude oil ex Timur Tengah (TKDN 10 persen).

Usulan pemakaian asbuton menurut ASPABI pun, akan terus ditingkatkan dalam waktu 5 tahun ke depan, untuk kebutuhan aspal guna membangun jalan nasional akan meningkat dari 70.000 ton hingga 400.000 ton hingga tahun 2023. Begitupun jumlah asbuton juga akan ditingkatkan dari 200.000 ton, meningkat menjadi 3.400.000 di tahun 2023 dan substitusi terhadap aspal minyak sebesar 25 persen setiap tahun.

Perlu diketahui, jenis aspal alam yang dikenal di dunia saat ini adalah dari Trinidad Lake Asphalt (TLA) Pulau Trinidad di Laut Karibia dan aspal alam di Pulau Buton (Asbuton). Dan konon aspal dari Buton yang sesungguhnya justru lebih unggul. Dari segi cadangan, asbuton jauh lebih besar dari TLA. Cadangannya mencapai 163,9 juta ton. Bahkan, perkiraan lain menyebutkan 450 juta ton, berarti tergolong terbesar di dunia. Usia pemanfaatan cadangannya ditaksir 200 tahun ke depan.

Meski kandungan aspal masih melimpah, sejak 1970-an, tambang ini mulai ditinggalkan karena tingginya biaya operasi yang tidak lagi sebanding dengan pendapatannya. Walaupun sebenarnya, masalah sesungguhnya karena penerapan teknik ekstraksi atau pemurnian konvensional yang tak efisien.

Pada 2018 penggunaan asbuton dilakukan pada jalan sepanjang 709 kilometer (km) yang tersebar pada ruas jalan di berbagai provinsi. Jumlah asbuton yang dibutuhkan sebesar 58.879 ton.

Asbuton merupakan kekayaan alam Indonesia dengan deposit diperkirakan mencapai 663 juta ton dengan kandungan bitumen sekitar 132 juta ton.  Keberadaan sumber tambang ini telah diketahui pada 1920, tetapi tak tergali dengan baik. Inovasi lalu dilakukan untuk mengolahnya secara efisien hingga mampu menyaingi aspal dari minyak bumi yang mulai langka dan mahal.

Aspal Buton memiliki potensi yang sangat besar dan berada di Kabupaten Buton dan Buton Utara. Di Kabupaten Buton, misalnya, aspal menghampar di kawasan seluas 43.000 hektare, berada di kedalaman sekitar 1.000 meter.

Sebuah hasil penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan, aspal Buton bisa habis dalam 300 tahun jika diproduksi 1 juta ton per tahun. Selain untuk jalan aspal buton juga dapat dikonversi menjadi bahan bakar minyak. Apalagi, cadangan minyak Indonesia dan dunia mulai menurun. Aspal buton berdasarkan hasil penelitian mengandung minyak.

Asbuton tidak persis sama dengan aspal minyak sehingga teknologinya agak berbeda dengan teknologi pengerasan jalan menggunakan aspal minyak. Namun demikian teknologi asbuton terus dikembangkan, baik dari sisi jaminan kualitas dan teknik penghamparan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR, di antaranya, yakni campuran beraspal dengan asbuton, cold paving hot mix asbuton (CPHMA), lapis penetrasi macadam asbuton (LPMA), butur seal, cape buton seal, dan asbuton campuran aspal emulsi.

Pada 2017, dilakukan replikasi perdana teknologi butur seal dan CPHMA untuk jalan dengan lalu lintas rendah hingga sedang di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini juga sekaligus memperkenalkan teknologi asbuton kepada pemda dan penyedia jasa tingkat provinsi, kabupaten, dan desa.

CPHMA adalah produk campuran beraspal siap pakai. Pencampuran dilakukan secara pabrikasi kemudian didistribusikan dalam bentuk kemasan dan selanjutnya dihampar dan dipadatkan secara dingin (pada temperatur udara). Teknologi ini bermanfaat untuk pembangunan jalan di daerah terpencil dan pulau-pulau kecil yang tidak memiliki akses ke alat pencampur aspal (Asphalt Mixing Plan, AMP).

Untuk meningkatkan penelitian dan pemanfaatan asbuton tersebut, Kementerian PUPR membentuk Loka Litbang Asbuton yang berlokasi di Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Unit kerja ini bertugas melakukan penelitian dan pengembangan Asbuton, melakukan pengujian dan sertifikasi produk dan teknologi asbuton. (E-2)

Ekonomi
Infrastruktur
Lingkungan Hidup
Narasi Terpopuler
E-Wallet Kian Tebal di Tengah Pandemi
Sepanjang Januari 2020, aktivitas pembayaran digital mencapai lebih 457 juta transaksi dengan valuasi sekitar Rp15,87 triliun. ...
Penting Menjaga si Pelindung Pantai
Moratorium dan konservasi hutan mangrove berguna sebagai mitigasi bencana. Mangrove mampu mengurangi dampak terjangan tsunami ke daratan. ...
Silaturahmi Lebaran dengan Normal Baru
Hal-hal yang sebelumnya mungkin kita anggap tak lazim dan tak pernah terpikirkan. Tapi perubahan harus kita terima, mau tak mau. ...
Melonggarkan Karantina dan Herd Immunity
Pelonggaran pembatasan fisik di tengah ancaman virus Covid-19 selalu bertolak dari sejumlah indikator perbaikan kesehatan. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. ...
Mengusung Sarinah Kembali ke Khittah
Renovasi akan segera dilakukan atas gedung Sarinah dan akan selesai Mei 2021. Restoran Mc Donald’s pergi. Pembaharuan dilakukan agar Sarinah bisa terus bersaing, dengan tak meninggalkan nilai se...
Jalan Cepat Memangkas Antrean
Pemakaian tes cepat molekuler (TMC) untuk Covid-19 praktis, cepat, dan berguna untuk memangkas antrean pasien. Ada 305 faskes yang siap mengoperasikan. Tapi, pasokan cartridge terbatas di tengah pande...
Tangkap Peluang Relokasi Pabrikan Amerika dari Tiongkok
Pemerintah menyediakan lahan seluas 4.000 hektare untuk menampung relokasi pabrik AS dari Tiongkok. Lokasi industri tersebut berada di Jawa Tengah. Brebes siap. ...
Selamatkan Satwa dari Dampak Covid-19
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan siap memasok kebutuhan pakan dan obat-obatan bagi satwa di 81 lembaga konservasi berizin di Indonesia selama pandemi Covid-19. ...
Pesan Terbuka di Balik Angka-Angka
Kapasitas diagnosis molekuler meningkat empat kali lipat. Pasien yang positif Covid-19 cenderung susut, dari 10,7% ke 8,86%. Namun, antrean pasien yang harus menjalani diagnosis tambah panjang. ...
Geraknya Mendatar tapi Potensinya Masih Besar
RUU Minerba telah disinkronkan dengan RUU Cipta Kerja sesuai dengan keinginan pemerintah. ...