Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


MATA UANG

Mengusahakan Multicurrency untuk Stabilitas

Friday, 11 January 2019

Sejatinya, kerja sama RI dengan Thailand dan Malaysia demi meningkatkan penggunaan Rupiah, Baht dan ringgit secara lebih luas. Namun efeknya dalam bertransaksi pun tidak perlu lagi dikonversi ke mata uang dolar AS.


Mengusahakan Multicurrency untuk Stabilitas Sumber foto: Shutterstock

Tampaknya Indonesia mulai sadar untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Salah satu caranya adalah dengan menjalin kerja sama negara-negara mitra dagang untuk menggunakan mata uang lokal dalam transaksi.

Pemerintah Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan Thailand dan Malaysia untuk menetapkan standar mata uang masing-masing dalam melakukan transaksi. Jadi tidak perlu konversi ke mata uang dolar AS.

Tujuan kerja sama ini sebenarnya untuk meningkatkan penggunaan Rupiah, Baht dan ringgit secara lebih luas.

Saat ini memang lebih dari 90 komposisi ekspor kita menggunakan dolar AS. Sementara itu, komposisi impor hanya 78 persen saja yang menggunakan patokan dolar AS. Dengan local currency sattlement ini akan ada diversifiksasi mata uang untuk ekspor dan impor.

Sebetulnya kedua negara sangat diuntungkan dengan mekanisme penggunaan mata uang lokal. Pertama, jika komposisinya membesar, negara-negara tersebut tidak lagi memiliki ketergantungan pada fluktuasi dolar AS. Pasar uang dunia menjadi lebih seimbang.

Secara net, kerja sama seperti ini akan memberikan stabilitas sistem keuangan. Sebetulnya ide untuk menggunakan mata uang alternatif dalam bertransaksi antarnegara sudah cukup lama disuarakan. Misalnya, dengan Tiongkok. Indonesia bisa menggunakan patokan remimbi Cina dalam penghitungan transaksi luar negerinya. Apalagi Tiongkok sebagai mitra dagang terbesar bagi Indonesia.

Berdasarkan data statslistik nilai impor nonmigas dari Tiongkok mencapai 74 persen dari total perdagangan selama semester awal 2018. Untuk menjaga nilai tukar, tampaknya pemerintah perlu mendorong para pengimpor untuk membayarkan menggunakan mata uang remimbi.

Keuntungan lain yang bisa dipetik, depresiasi rupiah terhadap yuan remimbi relatif lebih kecil ketimbang terhadap dolar AS. Artinya, kita bisa lebih mengatur perencanaan keuangan dan memangkas ketidakpastian.

Sejak Januari 2018, nilai rupiah terdepresiasi terhadap yuan 5,47%. Jumlah tersebut lebih  kecil dibandingkan depresiasi rupiah terhadap dolar AS, yang sebesar 10,79%. Apalagi mitra dagang Indonesia lainnya seperti Jepang, Singapura atau Thailand memiliki porsi dagang yang signifikan dengan Tiongkok. Artinya tidak menutup kemungkinan negara-negara tersebut juga mau beralih menggunakan Yuan dalam perdagangan dengan Indonesia.

Perang dagang AS dan China serta kebijakan ekonomi AS yang tidak menentu menyebabkan ketidakpasgian global terus meningkat. Hal ini berimbas pada fluktuasi mata uang.

Tampaknya usaha negara-negara emerging market untuk sedikit demi sedikit melepas ketergantungannya terhadap dolar AS semakin dibutuhkan. Langkah yang bisa diambil dengan membentuk perjanjian antar mitra dagang untuk menggunakan matabuang lokal sebagai patokan.

Kemungkinan kedua, dengan mencari kebijakan mata uang alternatif seperti Yuan. (E-1)

Ekonomi
Narasi Terpopuler
Pengembangan Blok Masela yang Lama Terjeda
Isu pengembangan blok Masela sudah lama tak terdengar. Berbagai kendala menghadap laju proyek ini. Investor pun diingatkan untuk memperbarui komitmennya, jika tak ingin dibatalkan. ...
Infrastruktur Mulus Dukung Mudik Lancar
Animo masyarakat melakukan mudik lebaran kali ini lebih besar dari pada tahun sebelumnya. Infrastruktur yang memadai memungkinkan mudik melalui jalur darat kian menjadi primadona. ...
Indeks Pembangunan Manusia Terus Meningkat
IPM Indonesia 2018 di atas 70 tersebut mengindikasikan bahwa pembangunan manusia Indonesia masuk kategori tinggi. ...
Mobilitas Pemudik Kembali ke Asal
Pemerintah sudah mengantisipasi ritual mudik tahunan ini sejak jauh-jauh hari. ...
Tiga Kades di Ajang Internasional
Tiga kepala desa (kades) mewakili pemerintah tampil di forum internasional. Standing aplaus pun diberikan oleh peserta yang hadir seusai presentasi. Mereka bercerita soal manfaat dana desa dan pengelo...
Penggunaan Panas Bumi Terus Digenjot
Bangsa ini patut berbangga karena negara ini tercatat sebagai pengguna listrik panas bumi terbesar ke-2 di dunia, setelah Amerika Serikat. ...
Rajawali Bandung Terbang Mendunia
Dalam versi militernya, CN-235-220 dan NC-212i andal sebagai penjaga pantai, ngarai, dan  medan bergunung-gunung. Mampu beroperasi siang atau malam dalam segala cuaca. Reputasinya diakui dunia in...
Calon Ibu Kota itu di Gunung Mas atau di Bukit Soeharto
Calon ibu kota negara sudah mengerucut ke dua pilihan, yakni Gunung Mas (Kalimantan Tengah) dan Bukit Soeharto (Kalimantan Timur). Namun sinyal kuat sudah menunjuk ke Gunung Mas. ...
Penggunaan Biodiesel Semakin Meluas
B100 itu merupakan biodiesel dengan kandungan 100% bahan bakar nabati. ...
Indonesia Tak Lagi Ekspor Coklat Mentah
Indonesia telah menjadi penyuplai bahan baku kakao terbesar ketiga di dunia.  Dan Indonesia adalah negara unggulan eksportir barang jadi produk untuk kakao. ...