Bahasa | English


PERTUMBUHAN EKONOMI

Optimistis Pascapemilu

5 July 2019, 09:31 WIB

Selesainya proses Pemilu 2019 membawa angin optimistis pelaku pasar terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Trend optimistis itu ditunjukkan dengan terjaganya variabel-variabel penting pada ekonomi nasional.


Optimistis Pascapemilu Rapat kerja Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Selesainya Pemilu 2019 yang berjalan relatif lancar dan tanpa gejolak, memberikan harapan baru bagi ekonomi Indonesia. Data neraca perdagangan menunjukkan kinerja positif sejak awal bulan lalu. Begitu pun perkembangan kurs rupiah yang telah menguat sekitar 1% antara 1 hingga 23 April lalu. Untuk tahun ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,3% dan sekitar 5,3% hingga 5,6% untuk tahun depan.

Gelagat positif ini memberikan ruang harapan bagi pertumbuhan ekonomi tahun depan. Meski realisasi investasi belum menembus target Rp765 triliun, setidaknya dibanding tahun 2017 sudah mengalami peningkatan 4,1%. Dari angka itu sebanyak Rp392 trilun terdiri dari modal asing, agak turun dibanding realisasi investasi asing pada periode yang sama 2017.

Namun demikian realisasi penanaman modal domestik justru meningkat sampai 25%. Ini menandakan bahwa investor dalam negeri justru tidak banyak terpengaruh dengan kondisi politik menjelang pemilu. Dengan kata lain mereka yakin Indonesia mampu melampaui suasana pemilu dengan damai. Dari realisasi investasi dalam negeri, terbuka lapangan kerja sampir satu juta orang. Sementara itu untuk investasi asing membuka 200 ribu lebih lapangan kerja.

Tampaknya untuk menggenjot investasi agar sesuai target pemerintah perlu lebih serius untuk melakukan implementasi kebijakan dan mempermudah sistem perizinan. Rencana penerapan online single submission merupakan salah satu yang paling ditunggu.

Jika dianalisa melemahnya realisasi PMA tidak bisa dipisahkan dari kondisi perekonomian global. Kita tahu Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) dan European Central Bank (ECB) memberlakukan pengetatan kebijakan moneter yang dapat menghambat aliran modal ke negara berkembang.

Namun begitu sepanjang triwulan pertama 2019, data bank sentral menunjukkan aliran modal asing (capital inflow) menembus angka Rp74,4 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari pembelian Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp62 triliun dan saham (equity) Rp11,9 triliun. Penguatan aliran modal asing ke Indonesia tidak terlepas dari kebijakan Federal Reserve dan ECB dan ketidakpastian dan risiko negara berkembang yang menurun.

Perlambatan realisasi investasi agak menurun pada investasi mesin dan perlengkapan, peralatan dan kendaraan. Agak wajar mengingat investor bersikap menunggu perkembangan setelah Pemilu 2019.

Gelagat lain yang dapat dipotret adalah indeks PMI menunjukkan angka tertinggi dalam satu tahun terakhir yang khususnya ekspansi di sektor manufaktur. Hal itu seiiring dengan tendensi bisnis yang menurut BPS diperkirakan terus meningkat pasca-Pemilu 2019.

Pada quarter pertama 2019 ini ekonomi Indonesia tumbuh 5,07% yang menandakan justru proses pemilu mendorong terjadinya pertubuhan ekonomi. Sementara itu konsumsi rumah tangga tumbuh tetap stabil di angka 5,29% year on year dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka itu menjadi wajar apabila kita menengok tingkat inflasi yang relatif terjaga. Pada Mei 2019, inflasi Indonesia hanya berkisar pada angka 3,32% year on year.

Dengan kondisi ini diperkirakan tingkat konsumsi Indonesia akan tetap kuat pada tahun mendatang. Justru setelah Pemilu 2019, tingkat keyakinan konsumen meningkat menjadi 128. Angka itu diikuti oleh indeks kondisi ekonomi 113 dan indeks ekspektasi kondisi ekonomi `143.

Dorongan konsumsi rumah tangga ditopang oleh realisasi program bantuan sosial yang terus meningkat. Pada quarter pertama 2019, sekitar Rp40 triliun digelontorkan pemerintah untuk membiayai program bantuan sosial.

Bukan hanya itu, konsumsi pemerintah juga secara konsisten mengalami pertumbuhan. Pada tiga bulan pertama 2019 konsumsi pemerintah tumbuh 5,21% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini terlihat jelas dari realiasai APBN 2019 yang mencapai Rp631 triliun dibanding Rp532 triliun tahun lalu. (E-1)

Ekonomi
Narasi Terpopuler
Saatnya Coklat Bercita Rasa Nusantara Go Global
Bila kualitas dan perluasan perkebunan kakao ditingkatkan, Indonesia berpeluang menjadi produsen terbesar biji kakao dunia. ...
Penggunaan Panel Surya Terus Didorong
Penggunaan energi berbasis surya ternyata baru di bawah 100 megawatt (MW). Padahal dari sisi potensinya bisa mencapai 207 gigawatt (GW). ...
Penyesuaian Dengan Tarif Dunia
Pemerintah berniat menaikkan tarif cukai 23 persen. Dimaksudkan membendung prevalensi perokok di Indonesia yang mencapai 33,9 persen, tertinggi di dunia. Di Thailand cukainya 80 persen. ...
Tanah Tabi Calon Provinsi Paling Siap di Papua
Bahkan telah ditentukan Kota Jayapura yang kelak menjadi ibu kota provinsi baru nanti. Sedangkan nama DOB yang sempat muncul, yaitu Provinsi Papua Tabi, Tabi Papua, atau Provinsi Tanah Tabi. ...
Usaha Berbasis Kayu Tetap Jalan, Hutan Pun Tetap Lestari
Industri pengolahan kayu kini tidak lagi kesulitan untuk memperoleh bahan baku. Mereka banyak menyerap kayu dari hutan tanaman industri dan hutan tanaman rakyat. ...
Penerimaan Pajak dan Cukai Terus Tumbuh Positif
APBN 2020 diketok di angka Rp2,528,8 triliun, naik tipis 2,75 persen dari 2019. Defisit pun terjaga di posisi 1,76 persen. PNBP terus menguat. ...
Provinsi Baru Papua, Sebangun dengan Wilayah Adat
Masyarakat Papua minta pemekaran provinisi Papua dan Papua barat menjadi tujuh wilayah adat. Tapi Presiden RI Joko Widodo hanya menyetujui beberapa. Itu pun masih harus ada kajian terlebih dulu. ...
Kota Karet Dulu, Kota Hijau Kemudian
Forum Segitiga Indonesia-Malaysia-Thailand melakukan percepatan program penguatan kerja sama subregional itu. Jalur multimoda Dumai-Malaka akan beroperasi 2020. Arus barang lebih efisien. ...
Warisan Sang Maestro
Berkat sentuhan Habibie-Habibie muda, pesawat CN-235, N 212, dan N 219, juga kapal korvet, dan kereta listrik, tampil dengan eksterior yang elegan dan aeerodinamis.  Ekonomi berbasis teknologi pe...
Garis Bawah Presiden untuk Iklim Investasi Indonesia
Indonesia akan segera merevisi puluhan undang-undang dan aturan yang berkait dengan investasi. Hal itu dipentingkan untuk mempermudah dan mempersingkat prosedur sebagai salah satu daya tarik investasi...