Bahasa | English


ENERGI TERBARUKAN

Pembangkit Hydro Terbesar itu Ada di Sungai Kayan

28 August 2019, 01:51 WIB

PLTA Hydropower Sungai Kayan akan tercatat sebagai pembangkit berbasiskan tenaga hidro terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.


Pembangkit Hydro Terbesar itu Ada di Sungai Kayan PLTA Jatigede, salah satu pembangkit berbasih tenaga hydro. Foto: Dok. PUPR

Pernahkah Anda mendengar sungai Kayan? Bisa jadi Anda jarang mendengarnya. Benar Sungai Kayan adalah salah satu sungai besar yang berada di Indonesia, tepatnya berada di Provinsi Kalimantan Utara.

Sebagai informasi, Sungai Kayan berhulu di Gunung Ukeng dan bermuara di Laut Sulawesi. Panjang sungai itu mencapai 576 Km. Daerah aliran sungai Kayan memiliki luas 36.993,71 kilometer persegi.

Panjangnya aliran sungai itu lebih dari ketika melakukan perjalanan melalui darat Jakarta hingga Semarang, atau tepatnya panjang aliran sungai itu mencapai 576 km dan melintasi dua kabupaten, yakni Malinau dan Bulungan, Kaltara.

Dan, dalam waktu dekat, Provinsi Kaltara akan tercatat dalam sejarah sebagai lokasi pembangkit berbasiskan tenaga air (hidro) terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Pembangkit itu bernama PLTA Hydropower 1-5 Sungai Kayan

Benar, meskipun terbesar di Asia Tenggara dan mengalahkan Dam Pembangkit Son La berkapasitas 2.400 MW, yang berlokasi di Sungai Da, 340 Km sebelah barat Hanoi, Vietnam, Pembangkit Hydropower Sungai Kayan memiliki kapasitas 9.000 MW. Pembangkit ini juga akan menjatuhkan rekor PLTA Cirata sebagai yang terbesar di Indonesia.

Rencana pembangunan PLTA Hydropower Sungai Kayan merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk terus memperbesar bauran energinya, termasuk dari energi berbasis air.

Hingga Mei 2019, persentase pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang beroperasi mencapai 7,61%. Sisanya, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) 9%, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 6%, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) 5%, pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) 5%, dan pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) 0,04%.

Beroperasi 2024

Berkaitan dengan proyek PLTA Hydropower 1-5 di Sungai Kayan berkapasitas 9.000 MW, menurut rencana akan dibangun tahun ini dan diharapkan tuntas dan beroperasi pada 2024.

PLTA itu nantinya terdiri dari lima unit dengan nilai investasi beragam. Rentang biaya pembangunannya USD2,3-2,7 juta per MW. Total kapasitas PLTA ini adalah 9.000 MW yang artinya secara keseluruhan menelan biaya USD20,7 miliar-USD24,3 miliar. Mengacu kurs Rp14.000/USD, investasinya yaitu Rp289,8 triliun-Rp 340,2 triliun.

"(Investasinya) USD2,3-USD2,7 juta per MW. Kenapa tinggi? Karena akses ke lokasi butuh ekstra, termasuk jadi cost tersebut," kata Direktur Operasi PT Kayan Hydro Energy Co. Ltd Khaerony dalam satu konprensi pers di JW Marriott, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Proyek ini didanai oleh Powerchina. Powerchina telah menandatangani Perjanjian Pengembangan Bersama untuk PLTA Hydropower 1-5 di Sungai Kayan. Pada 13 April 2019, Powerchina, bersama dengan PT Indonesia Kayan Hydropower Energy Co. Ltd., telah menandatangani perjanjian pengembangan bersama untuk PLTA Hydropower 1-5 di Kayan River di Indonesia.

"Investasinya itu investor kita dari Powerchina dengan Central Asia Capital Ltd. Itu investor kita. Kurang lebih joint venture. Kayan mayoritas dari investor yang ada," tambahnya.

PLTA ini akan dimanfaatkan untuk melistriki Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, serta untuk menambah ketahanan energi nasional.

Selain PLTA Hydro Sungai Kayan, di provinsi yang sama juga akan dibangun PLTA Mentarang, Kaltara. Proyek ini ini yang direncanakan dibangun pada tahun depan itu dengan masa pembangunan 5-6 tahun.

PLTA itu merupakan proyek kerja sama perusahaan dua negara, Sarawak Energy (Malaysia) dan PT Inalum (Persero), Indonesia. Kapasitas yang bakal dibangun adalah 1.350 megawatt (MW).

Seperti disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, PLTA Mentarang di Kaltara nilai proyeknya mencapai USD2 miliar atau setara Rp28 triliun (kurs Rp 14.000/USD).

"Ya ini saya minta semua (persiapan) harus selesai tahun ini, harus bisa konstruksi dalam satu tahun ke depan. Itu kira-kira USD2 miliar," kata Luhut seusai  rapat koordinasi (rakor) pagi ini dengan direksi PT PLN (Persero) dan pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di kantornya, Jumat (26/7/2019).

Menurut rencana, PLTA ini akan dimanfaatkan untuk melistriki Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, serta untuk menambah ketahanan energi nasional.

"Ini khusus pengembangan PLTA yang di Kaltara ini, khusus untuk melistriki KIPI, kawasan industri tadi itu, dan untuk Indonesia, untuk ketahanan energi bagus," tambahnya. (F-1)

Energi
Infrastruktur
Narasi Terpopuler
Penataan Waterfront City Tuntas, Devisapun Siap Mendekat
Pemerintah kini sedang mengerjakan empat waterfront city. Dan penataan sepanjang Sungai Kapuas, Pontianak, ternyata yang paling bagus dan paling panjang. ...
Menempatkan Orang Papua Asli Sebagai Subjek Utama Pembangunan
UU Otonomi Khusus telah mendudukkan orang Papua asli sebagai subjek utama pembangunan. Melalui UU ini juga bisa disimak, bagaimana desain konstruksi pelembagaan pemerintahan daerah di Papua dan Papua ...
Pesawat Terbang Jadi Lokomotif
Dalam 17 bulan kepemimpinannya, Presiden BJ.  Habibie telah melakukan hal  besar. Pesawat raksasa Indonesia dibawanya keluar dari zona otoritarian-militeristik,  dan disiapkan menjelaja...
Ko, Dorang, Kitorang Bersama Bangun Papua
Rata-rata warga Papua menerima anggaran Rp14,7 juta tahun 2019 ini. Tertinggi di Indonesia. Tapi sebagian besar Papua masih tertinggal. Pemerintah akan mengkombinasikan pendekatan antropologis dan tek...
Dan KPK Akhirnya Diperkuat
Presiden tidak setuju pada beberapa poin yang diajukan DPR dalam  Rancangan revisi UU KPK. ...
Bhima Siap Adu Digdaya di Pasar Terbuka
Mobil Asemka siap bersaing di pasar terbuka. Bukan mobil nasional. Pasokan komponen lokal sudah di atas 60%. Ada sejumlah komponen dari Cina. Bhima I dan II masuk ke pasar rasional mobil niaga. ...
Tantangan Budaya di Tanah Pegunungan Papua
Dari 25 kabupaten dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah di Indonesia, 23 ada di Papua. Sebagian besar berada di pegunungan. Daerah tersebut juga mudah bergolak. Perlu pendekatan berbeda dal...
Mereka yang Terpaksa Mendua
Ketidakmampuan beradaptasi dengan sangat cepat, kemampuan bertahan hidup yang harus meningkat dalam waktu singkat, seringkali hanya menyisakan sedikit saja, dari begitu banyak keragaman kelompok orang...
Tora Berbuah Sertifikat Buat Rakyat
Lebih dari 980 ribu ha lahan telah dibagikan ke rakyat melalui program reforma agraria dan 1,5 juta ha lainnya akan segera di-SK-kan. Sebagian dari hutan negara dan sebagian lainnya ditarik dari HGU s...
Penggunaan Biodiesel Semakin Terakselerasi
Hasil uji coba penggunaan biodiesel 30% (B30), Kementerian ESDM tidak menemukan kendala apapun, bahkan performa mesin dinilai masih optimal. ...