Bahasa | English


COVID-19

Pemerintah Pastikan Bahan Pangan Aman

18 March 2020, 10:28 WIB

Pemerintah menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok cukup dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


Pemerintah Pastikan Bahan Pangan Aman Pedagang menata bawang putih yang dijual di Pasar PSPT Tebet, Jakarta, Senin (2/3/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2020 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen yang disebabkan kelompok makanan dan minuman terutama bawang putih dengan andil ke inflasi terbesar yakni 0,09 persen. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Dampak pandemi Covid-19 ini telah memperlambat ekonomi dunia secara masif dan signifikan, termasuk terhadap perekonomian Indonesia. Untuk itu, pemerintah telah dan terus melakukan langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi beberapa dampak ini.

“Pemerintah memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang cukup dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,”  kata Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu, 15 Maret 2020.

Joko Widodo juga mengatakan pemerintah telah memberikan insentif kebijakan ekonomi, sebagaimana telah diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, untuk menjaga agar kegiatan dunia usaha tetap berjalan seperti biasa.

Ketersediaan pangan menjadi program yang sangat penting dalam menghadapi serangan Covid-19 ini. Pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan pangan untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan utama dan strategis bagi penduduk dengan harga terjangkau.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan, bahan pangan utama dan strategis yang dimaksud adalah beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng.

Sebagian besar, pemenuhan bahan pangan tersebut dipasok dari produksi dalam negeri. Hanya saja, komoditas bawang putih, daging sapi/kerbau, dan gula pasir yang pemenuhannya sebagian masih melalui impor. “Bagi beberapa komoditas yang pemenuhannya masih melalui impor terdampak Covid-19 secara global, langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan mempercepat proses penerbitan rekomendasi impor,” ujarnya.

Namun Susiwijono menyakinkan dalam rentang waktu enam bulan ke depan (Maret hingga Agustus 2020), termasuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri, proyeksi ketersediaan 11 komoditas strategis dipastikan aman.

Sampai dengan 10 Maret 2020, Kementerian Pertanian telah menerbitkan 37 rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk menjaga pasokan pangan. Salah satunya adalah rekomendasi impor bawang putih sebanyak 196,5 ribu ton, di mana sebanyak 34,8 ribu ton sudah terbit izin impornya dari Kementerian Perdagangan.

Hal tersebut masuk dalam stimulus pangan untuk antisipasi dampak virus corona mutan pada perekonomian. Pemenuhan bahan pangan sebagian besar dipasok dari produksi dalam negeri. Hanya saja, komoditas bawang putih, daging sapi/kerbau, dan gula pasir yang pemenuhannya sebagian masih melalui impor. Dan pemerintah juga terus mencarikan negara produsen bawang putih selain Tiongkok, di antaranya, adalah India, Mesir, Bangladesh, dan beberapa negara lain.

“Bagi beberapa komoditas yang pemenuhannya masih melalui impor terdampak Covid-19 secara global, langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan mempercepat proses penerbitan rekomendasi impor,” ujarnya.

Akhir pekan lalu, 14 Maret 2020, pemerintah telah membuat kebijakan pangan terkait penanganan dampak Covid-19, seperti dirangkum dari paket Stimulus Ekonomi Kedua untuk Menangani Dampak Covid-19. Ada tujuh poin dalam kebijakan tersebut, yakni:

1. Pemerintah tetap menjamin ketersediaan pasokan pangan utama dan strategis bagi penduduk dengan harga terjangkau.

2. Pangan utama dan strategis yang dimaksud adalah beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi atau kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng.

3. Dalam rentang waktu enam bulan ke depan (Maret sampai dengan Agustus 2020), termasuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri, proyeksi ketersediaan 11 komoditas strategis dipastikan aman.

4. Sebagian besar pemenuhan pangan tersebut dipasok dari produksi dalam negeri, hanya komoditas bawang putih, daging sapi atau kerbau, dan gula pasir yang pemenuhannya sebagian masih melalui impor.

5. Bagi beberapa komoditas yang pemenuhannya masih melalui impor terdampak Covid-19 secara global, langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan mempercepat proses penerbitan rekomendasi impor.

6. Sampai dengan 10 Maret 2020, Kementerian Pertanian telah menerbitkan 37 rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH), salah satunya adalah rekomendasi impor bawang putih sebanyak 196,5 ribu ton, di mana sebanyak 34,8 ribu ton sudah terbit izin impornya dari Kementerian Perdagangan.

7. Pemerintah juga terus mencarikan negara produsen bawang putih selain Tiongkok, di antaranya adalah India, Mesir, dan Bangladesh.

 

Sementara itu pemerintah sudah secara aktif melakukan monitoring harga dan pasokan pangan secara rutin setiap minggu. Langkah ini dilakukan dalam rangka antisipasi ketersediaan pasokan pangan pokok untuk menghadapi Bencana Nasional Covid-19.

“Kita akan monitor terus. Pangan tidak boleh kurang, itu arahan Presiden,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rakortas tingkat menteri pembahasan tentang ketersediaan pasokan bahan pangan pokok Maret hingga Agustus 2020, di Jakarta (16/3/2020).

Dalam rakortas melalui teleconference akhir pekan lalu itu dibahas posisi stok, pasokan dan harga 11 komoditas bahan pangan pokok. Perkiraan ketersediaan dan kebutuhan beberapa bahan pangan pokok utama, terutama komoditas beras, jagung, daging sapi/kerbau, gula, dan bawang putih dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan.

“Stok beras, jagung, daging sapi/kerbau, gula dan bawang putih dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan,” tutur Menko Airlangga sesaat sebelum menutup jalannya rapat.

Terdapat sebesar 3,5 juta ton stok beras kini tersebar di Perum BULOG, Penggilingan dan Pedagang. Diperkirakan panen raya terjadi pada Maret, April, dan Mei 2020 sehingga pada akhir Mei 2020 akan terdapat stok beras sebesar 7,7 juta ton. Sedangkan stok jagung pada akhir Februari 2020 sebesar 661.000 ton dan panen bulan Maret diperkirakan mencapai 6,2 juta ton.

Stabilisasi harga gula akan dilaksanakan dengan mendistribusikan gula sejumlah 20.000 ton oleh Perum BULOG dengan harga sebesar Rp10.500/kg. “Selain itu, akan segera direalisasikan penyediaan gula konsumsi sejumlah 150.000 ton oleh BUMN yang ditugaskan,” ujar Airlangga.

Terkait ketersediaan bawang putih, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melaporkan pihaknya telah menerbitkan tambahan Persetujuan Impor (PI) sebesar 70.000 ton. Sedangkan untuk stabilisasi harga daging, ia juga akan segera merealisasikan rencana impor daging kerbau sebesar 170.000 ton dan daging sapi sejumlah 120.000 ton.

Hasil pada pembahasan rakortas pangan pada hari ini akan segera ditindaklanjuti oleh kementerian/lembaga terkait dan akan dilakukan monitoring perkembangannya pada rakortas berikutnya yang dijadwalkan pada akhir minggu ini.

Agus Suparmanto akhir pekan lalu memastikan pasokan bahan pokok bakal terjamin sampai Agustus 2020. Agus Suparmanto menyatakan saat ini, stok beras masih sebanyak 3,5 juta ton dan akan cukup sampai Agustus 2020. Ketersediaan beras diyakini bakal bertambah karena akan diperkirakan ada tambahan produksi sebanyak 22 juta ton.

Sementara itu, jagung diperkirakan akan ada tambahan 13 juta ton ke pasar. Bawang putih juga akan mendapat penambahan pasokan sebanyak 300 ton, yang mulai masuk dalam beberapa hari ke depan.

"Cabai merah yang diketahui akan mulai panen akhir Maret sampai Mei. Kemudian, berkaitan dengan gula, saat ini stok di distributor sekitar 159.00 ton. Memang kenaikan harga ini sedang kami turunkan [dengan] menurunkan satgas ke gudang-gudang," paparnya.

Untuk daging, lanjut Agus, stok yang tersedia sebanyak 14.000 ton dan bakal ditambah, terutama daging kerbau, sebanyak 170.000 ton. Kemudian, minyak goreng sebanyak 8,2 juta ton. Selanjutnya, bawang bombai sebanyak 2.350 ton akan dikeluarkan dan bertambah sekitar 14.000 ton dalam waktu dekat serta bertahap hingga April 2020.

 

Penulis : Eri Sutrisno
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Agus Suparmanto
Airlangga Hartarto
Covid-19
Dampak Covid-19
Global Food Security Index
indeks ketahanan pangan
Jokowi
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Kementerian Perdagangan
LawanCovid19
Menko Perekonomian
Menteri Perdagangan
Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH)
Susiwijono
The Economist Intelligence Unit
virus Covid-19
Narasi Terpopuler
Tabung Listrik Mungil untuk Daerah Terpencil
Masih ada 433 desa (0,42 persen) yang belum teraliri listrik. Wilayahnya berada di daerah sulit dijangkau di Papua, Papua Barat, dan NTT. PLN akan memakai teknologi listrik tabung. ...
Trafik Melonjak Pedagang Online Kena Pajak
Transaksi online merupakan satu-satunya yang tetap tumbuh di tengah melemahnya aktivitas kegiatan ekonomi. Trafiknya meningkat di tengah pandemi Covid-19. ...
Berlomba Melawan Virus Corona
Peneliti di sejumlah negara berlomba membuat vaksin antivirus corona. Vaksin yang mujarab diharapkan bisa ditemukan sebelum virus memakan lebih banyak korban. ...
Pandemi Tanpa Resesi, Tanpa Inflasi
Bank Dunia mempediksi Indonesia tumbuh 2,1 persen pada 2020. Perkiraan ADB 2,5 persen. Tapi, BI yakin 4,2-4,6 persen. Tak ada resesi dan inflasi. Sawit dan batu bara masih laku. ...
Payung Hukum Relaksasi dan Bantalan Sosial
Wabah Corona mengguncang sisi penerimaan dan belanja APBN. Defisit APBN bisa di atas 5 persen. Ada tambahan budget Rp405,1 triliun untuk relaksasi usaha dan bantuan sosial. Perppu 01/2020 jadi payung ...
Paket Bantuan untuk Pejuang Tanpa Majikan
Ribuan pekerja Indonesia dideportasi dari Malaysia. Mereka umumnya terbelit masalah keimigrasian. Pandemi Covid-19  bisa membuat pekerja Indonesia kehilangan pekerjaannya dan memicu arus eksodus ...
Tiga Jurus Darurat Melawan Pandemi Covid-19
Sebuah Perppu, Keppres, dan PP diterbitkan sekaligus untuk pedoman menanggulangi wabah Covid-19. Pemberlakuan darurat sipil tidak masuk pertimbangan. ...
Jibaku Pemerintah Melawan Corona
Pengesahan anggaran senilai Rp405,1 triliun untuk berperang melawan virus mematikan, corona, tentu bukan hal mudah. ...
Stimulus sebagai Countercyclical Dampak Serangan Virus
Pemerintah memberi kelonggaran pembayaran cicilan kredit untuk pengemudi ojek, sopir taksi, nelayan, dan pelaku UMKM. Bank-bank dan lembaga pembiayaan siap mendukung. Sektor UMKM adalah pemain utama p...
Kemampuan Mutasi yang Lambat
Dibandingkan virus flu biasa, virus penyebab Covid-19 bermutasi dengan sangat lambat. Sehingga orang punya waktu dan kemampuan untuk menghadapinya dengan menciptakan vaksin. ...