Bahasa | English


PANDEMI COVID-19

Respons Maksimal untuk Risiko Minimal

28 Febuary 2020, 11:59 WIB

Untuk menghindari risiko penularan, pasien suspect Covid-19 diperlakukan khusus, dirawat di ruang isolasi dan ditangani petugas medis berjas coverall dan bermasker. Tidak berarti positif terpapar.


Respons Maksimal untuk Risiko Minimal Tim medis melakukan penanganan terhadap seorang pasien saat simulasi penanganan pasien virus Corona di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (12/2/2020). Simulasi tersebut untuk melatih kesiapsiagaan tim medis rumah sakit dalam menangani pasien suspect virus Corona. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusu

Sejak wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) merebak, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dokter Kariadi Semarang telah merawat 10 pasien suspect. Mereka menunjukkan gejala demam, batuk-pilek, sesak nafas, dan kadang disertai rasa ngilu di sejumlah bagian tubuh. Salah satu suspect datang  dan langsung menjalani rawat inap 19 Februari, dan meninggal  23 Februari 2019.

Kematian lelaki berusia 37 tahun itu sempat menimbulkan spekulasi bahwa ada pasien positif terpapar Covid-19. Kabar itu cepat menyebar, karena sejak dirawat di ruang isolasi, dia mendapatkan perlakuan khusus, yakni para dokter dan paramedis yang merawat mengenakan busana yang menutup seluruh badan (coverall) kecuali muka dan telapak tangan. Para petugas medis ini juga mengenakan masker, kaca mata, dan sarung tangan.

Ketika korban kemudian meninggal dunia, perlakuan khusus terus diberlakukan. Jenazah dimandikan di ruang isolasi itu pula oleh petugas mengenakan jas coverall. Setelah dikafani jenazah dibungkus plastik tiga lapis lalu dimasukkan ke peti mati. Peti tidak boleh dibuka. Ketika dibawa ke ruang jenazah, lorong rumah sakit dikosongkan dari pengunjung. Peti jenazah selanjutnya diangkut ambulans ke rumah duka. Dalam waktu paling lama 4 jam, jenazah harus dimakamkan.

Pihak RS Kariadi Semarang memberlakukan prosedur khusus itu karena tidak mau ambil risiko terjadi penularan. Keluarga pasien telah mendapat penjelasan dari dokter tentang situasi khusus itu, sehingga tidak terkaget-kaget harus menjalankan prosedur darurat. Namun, beberapa pasien sempat merekam peristiwa itu dengan gawai, dan tak lama kemudian beredar di media sosial bahwa ada pasien korban virus Covid-19 meninggal di RS Kariadi.

Pimpinan RSUP Kariadi mengakui menjalankan prosedur khusus itu. Alasannya, pasien tercatat sebagai suspect serangan Covid-19. Prosedur perawatan dan penanganan seperti itu akan selalu dikenakan bagi semua suspect penyakit bakterial yang menular seperti Covid-19, flu burung, dan sejenisnya. Apa lagi, ada catatan pasien mengalami gejala sakit setelah tiba dari perjalanan ke Spanyol dan transit di Dubai.

Butuh serangkaian observasi klinis dan lab pendahuluan untuk secara bulat menyatakan pasien dalam status suspect Covid-19. Setelah rangkaian itu dijalankan, sebelum pasien meninggal pihak RS Kariadi mengambil spesimen dahak dan darah pasien ke Lab Biomedik Litbang Kemenkes di Jl Percetakan Negara Jakarta. ‘’Minggu 23 Februari pasien meninggal, datanya langsung kita kirimkan ke Litbangkes, dan esoknya yakni Senin, disebutkan bukan karena Covid-19," kata Dokter Nurdopo Baskoro.

Atas nama kerahasiaan pasien, pihak RSUP Kariadi tak menyebutkan identitas korban. Ada penyebab kematiannya pun tak pula disampaikan ke pers. Yang jelas, pasien mengalami gejala pneumonia (paru-paru basah) akut, dan gejala tersebut dapat muncul akibat TBC, Covid-19, HIV, atau kuman penginfeksi paru lainnya. Yang pasti, Covid-19, TBC dan HIV telah dicoret dari daftar penyebab penyakit. Observasi lengkap masih berjalan, namun pasien keburu meninggal.

Bagi RSUP Kariadi, perlakuan pasien dengan standar pengamanan tinggi yang melibatkan petugas medis dengan jas coverall serba tertutup, bukan kali ini saja dilakukan. Semua suspect Covid-19 diperlakukan serupa. Bahkan, dua orang pasien lain yang datang hampir berbarengan dengan korban meninggal itu, juga menjalani treatment yang sama. Dengan begitu, risiko yang terkesan maksimal untuk bermanfaat untuk meminimumkan risiko.

Sebelum pasien suspect pertama muncul, RSUP Kariadi telah menjalankan latihan simulasi, menyiapkan diri menangani pasien yang terpapar Covid-19. Simulasi dilakukan dengan menggunakan properti yang selalu disiapkan sejak wabah flu burung berjangkit sejak 10 tahun lalu. Maka, ketika muncul dugaan ada pasien yang berpotensi tertular Covid-19 itu, prosedur itu dilakukan. Namun, tak berarti ada pasien yang positif tertular virus jahat yang menyebar dari Provinsi Hubei, Tiongkok, sejak Desember silam itu.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P) di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dokter Anung Sugihantono mewanti-wanti masyarakat waspada tapi kritis menyikapi dalam membagi maupun menerima info-info dari media sosial. Lebih dari 100 spesimen suspect Covid-19 telah diperiksa oleh Lab Biomedik Kementerian Kesehatan. Pemeriksaan dilakukan dengan akurasi tinggi sesuai standar Badan Kesehatan Dunia WHO.

Sejauh ini hasilnya negatif. Semuanya. ‘’Kalau ada perkembangan penting dan mendesak, tentu kami akan sampaikan kepada masyarakat,’’ kata Dokter Anung Suguhantono.

 

Penulis: Putut Tri Husodo
Editor: Ratna Nuraini

Narasi Terpopuler
Tabung Listrik Mungil untuk Daerah Terpencil
Masih ada 433 desa (0,42 persen) yang belum teraliri listrik. Wilayahnya berada di daerah sulit dijangkau di Papua, Papua Barat, dan NTT. PLN akan memakai teknologi listrik tabung. ...
Trafik Melonjak Pedagang Online Kena Pajak
Transaksi online merupakan satu-satunya yang tetap tumbuh di tengah melemahnya aktivitas kegiatan ekonomi. Trafiknya meningkat di tengah pandemi Covid-19. ...
Berlomba Melawan Virus Corona
Peneliti di sejumlah negara berlomba membuat vaksin antivirus corona. Vaksin yang mujarab diharapkan bisa ditemukan sebelum virus memakan lebih banyak korban. ...
Pandemi Tanpa Resesi, Tanpa Inflasi
Bank Dunia mempediksi Indonesia tumbuh 2,1 persen pada 2020. Perkiraan ADB 2,5 persen. Tapi, BI yakin 4,2-4,6 persen. Tak ada resesi dan inflasi. Sawit dan batu bara masih laku. ...
Payung Hukum Relaksasi dan Bantalan Sosial
Wabah Corona mengguncang sisi penerimaan dan belanja APBN. Defisit APBN bisa di atas 5 persen. Ada tambahan budget Rp405,1 triliun untuk relaksasi usaha dan bantuan sosial. Perppu 01/2020 jadi payung ...
Paket Bantuan untuk Pejuang Tanpa Majikan
Ribuan pekerja Indonesia dideportasi dari Malaysia. Mereka umumnya terbelit masalah keimigrasian. Pandemi Covid-19  bisa membuat pekerja Indonesia kehilangan pekerjaannya dan memicu arus eksodus ...
Tiga Jurus Darurat Melawan Pandemi Covid-19
Sebuah Perppu, Keppres, dan PP diterbitkan sekaligus untuk pedoman menanggulangi wabah Covid-19. Pemberlakuan darurat sipil tidak masuk pertimbangan. ...
Jibaku Pemerintah Melawan Corona
Pengesahan anggaran senilai Rp405,1 triliun untuk berperang melawan virus mematikan, corona, tentu bukan hal mudah. ...
Stimulus sebagai Countercyclical Dampak Serangan Virus
Pemerintah memberi kelonggaran pembayaran cicilan kredit untuk pengemudi ojek, sopir taksi, nelayan, dan pelaku UMKM. Bank-bank dan lembaga pembiayaan siap mendukung. Sektor UMKM adalah pemain utama p...
Kemampuan Mutasi yang Lambat
Dibandingkan virus flu biasa, virus penyebab Covid-19 bermutasi dengan sangat lambat. Sehingga orang punya waktu dan kemampuan untuk menghadapinya dengan menciptakan vaksin. ...