Bahasa | English


KINERJA INDUSTRI

Sektor Manufaktur Masih Positif

19 August 2019, 11:07 WIB

Pemerintah terus genjot kapasitas produksi industri manufaktur agar dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, bahkan mampu mengisi permintaan pasar ekspor.


Sektor Manufaktur Masih Positif Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Ada kabar yang menggembirakan dari industri manufaktur di Indonesia. Kabar itu berupa kinerja industri manufaktur yang masih tetap positif sepanjang triwulan II 2019. Meskipun pasar  global masih tetap menunjukkan wajah muramnya.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian global selama triwulan II/2019 mengalami perlambatan. Meskipun tetap tumbuh, tambah laporan itu, beberapa mitra dagang utama Indonesia mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Cina misalnya, tumbuh 6,2% selama kuartal II/2019, melambat dibandingkan dengan kuartal II/2018 yang mencapai 6,7% dan 6,4% pada kuartal I/2019. Begitu juga dengan Amerika Serikat yang ekonominya melambat menjadi 2,3% selama kuartal II/2019 dari semula 3,2% pada kuartal II/2018 dan 2,7% (kuartal I/2019).

Kondisi yang sama juga dialami dua mitra dagang Indonesia di kawasan Asia, masing-masing Singapura dan Korea Selatan. Nigeri Jiran Singapura hanya mencatat pertumbuhan ekonomi 0,1% (kuartal II/2019) dari semula 3,2% (kuartal II/2018), sementara ekonomi Korea Selatan hanya tumbuh 2,1% (kuartal II/2019) dari semula 2,9% (kuartal II/2018).

Meskipun laju pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum beranjak, hanya tumbuh 5,5% pada kuartal II/2019 secara year on year (Y-on-Y), bila dibedah lebih lanjut, lanjut laporan BPS, secara umum sektor industri tetap menujukkan kinerja yang positif.

Industri Tekstil

Di sektor industri nonmigas, misalnya, industri tekstil tercatat mengalami pertumbuhan yang positif, yakni 20,71% selama kuartal II/2019 berbanding 6,48% di periode yang sama 2018.

Beberapa industri yang tumbuh positif di kuartal II/2019 adalah industri kertas, barang dari kertas serta percetakan yang tumbuh 12,49%, industri makanan dan minuman 7,99%, dan industri pengolahan 3,54%.

Berkaitan dengan kinerja yang positif itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambut gembira peningkatan produktivitas industri manufaktur, baik skala besar dan sedang maupun yang mikro dan kecil.

“Pemerintah terus menggenjot kapasitas produksi industri manufaktur agar dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, bahkan mampu mengisi permintaan pasar ekspor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Untuk itu, guna menjaga keberlangsungan produktivitas tersebut, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan bahan baku dan energi yang dibutuhkan industri.

“Ketersediaan bahan baku serta harga energi yang kompetitif seperti gas dan listrik, serta kelancaran arus logistik menjadi faktor yang penting untuk memacu daya saing industri,” ujar Menperin.

Namun, Airlangga juga mengingatkan kepada pelaku industri agar mulai memanfaatkan teknologi terkini untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan efisien.

“Seiring masuknya era industri 4.0, kami mengajak kepada pelaku industri di dalam negeri agar dapat memanfaatkan teknologi terkini. Dengan teknologi industri 4.0, industri akan lebih produktif, inovatif, dan kompetitif baik di skala nasional maupun global,” imbuhnya.

Kinerja industri manufaktur yang menunjukkan tren positif itu juga terkonfirmasi dari data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2019, Menurut laporan indeks itu, PMI manufaktur Indonesia pada Juli 2019 menyentuh angka 49,6 atau masih di atas rata-rata capaian PMI manufaktur Asean yang berada di poin 49,5. Selain itu menggungguli perolehan PMI manufaktur Malaysia (47.6) dan Singapura (44.5).

Tak dipungkiri, sejumlah industri prioritas, seperti industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika, telah berjalan di rel yang benar. 

Wajar saja, pemerintah tetap optimis sektor industri manufaktur nasional telah on the track. Sejumlah kebijakan makro tetap terjaga dengan komitmen pemerintah melaksanakan paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan telah menciptakan iklim usaha yang sehat di sektor industri manufaktur.

Salah satunya adalah regulasi yang berkaitan dengan tax holiday yang mencakup lebih banyak sektor, yaitu melalui PMK 150/2018 tentang Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan, apalagi juga didukung adanya kepastian untuk mendapatkan insentif tersebut juga lebih jelas dengan adanya online single submission (OSS). (F-1)

Industri
Narasi Terpopuler
Roman dan Satire di Tengah Ancaman Corona
Kesan sarat kemewahan selalu melekat pada perjalanan wisata dengan kapal pesiar. Termasuk moda tersebut harus dialihfungsikan menjadi karantina bagi penyakit mematikan virus Corona Virus Desease 2019 ...
Satu Data untuk Indonesia
Sensus Penduduk 2020 membuka kesempatan warga mendaftar secara online, mulai 15 Februari--31 Maret. Sensus manual dimulai 1 Juli 2020. Hasilnya diumumkan 2021. Keragaman agama dan etnis akan dicatat. ...
Stimulan Pendongkrak Sektor Pariwisata
Bangsa ini cukup liat untuk mensiasati kondisi pascawabah virus corona. Masih banyak peluang yang bisa diraih dengan hilangnya peluang pasar wisatawan asal Tiongkok. ...
Jalan Terang Menuju Kesembuhan
Virus Wuhan belum ada obatnya. Metode perawatan suportif cukup efektif. Pemerintah Tiongkok mencoba obat baru remdesivir. Udara panas dan lembab disinyalir bisa menekan perkembangan virus. ...
Solusi Ketergantungan Impor Bahan Baku Obat
Tujuan pembentukan holding BUMN Farmasi adalah untuk menekan impor bahan baku obat, yang nantinya akan membantu menurunkan harga obat. ...
Vonis Akhir Hanya dari Laboratorium Percetakan Negara
Dari 58 pasien suspect virus corona wuhan, seluruhnya dinyatakan negatif. Para dokter di RS rujukan dipastikan mampu mengenali para suspect. Identifikasi virus hanya di Laboratorium Biomedis Kemenkes,...
Kembalinya Kecintaan pada Buah Lokal
Pemerintah tidak melarang impor seluruh komoditas dari Tiongkok. Larangan hanya berlaku terhadap hewan hidup dari negeri itu. ...
Konsentrasi di Zona Merah, Pangkas Ancaman Kualitas SDM
Bukan sekadar masalah kurangnya tinggi badan anak, stunting telah diyakini sebagai ancaman nyata kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. Alhasil, pemerintah pun tancap gas mewujudkan target 14...
Kemerdekaan Belajar bagi Siswa di Negeri Merdeka
Ujian nasional cenderung menjadi indikator keberhasilan individual siswa. Momentum ujian pun menciptakan stres bukan hanya pada siswa, tapi juga orang tua bahkan guru. Konsep pendidikan yang merdeka p...
The Silent Killer Van Surabaya
Kini, Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. Diberi nama Alugoro 405, kapal selam buatan anak bangsa itu dibidani PT PAL Indonesia (persero). ...