Indonesia.go.id - Menanti Strategi Jitu Hadapi BUMN Bermasalah

Menanti Strategi Jitu Hadapi BUMN Bermasalah

  • Administrator
  • Sabtu, 26 Oktober 2019 | 01:44 WIB
  • 0
PROFIL MENTERI
  Erick Thohir. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Mengawali karirnya selaku seorang pengusaha. Demikianlah nama Erick Thohir, pendiri Mahaka Group, sebuah perusahaan induk dari beberapa perusahaan yang memiliki fokus bisnis media dan entertainment.

Sebutlah beberapa unit usaha di bawah Mahaka Group. Bergerak di bidang penyiaran seperti Gen FM & Jak FM, stasiun televisi Jak TV, atau unit usaha media luar ruang seperti Mahaka Advertising, juga penerbitan seperti Harian Republika, Golf Digest Indonesia, dan tak kecuali di bidang digital juga dirambahnya melalui Rajakarcis.com.

Selain mendirikan Mahaka Group, Erick juga memiliki bisnis di bidang olah raga. Tak tanggung-tanggung Erick adalah pemilik FC Internazionale Milano (Inter Milano) dan DC United. Tak hanya itu, dia juga pernah jadi pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers.

Pengalaman Erick mengelola banyak unit usaha yang berbeda-beda jelas membuat pria kelahiran Jakarta ini sudah pasti piawai soal manajerial. Selain itu, juga sudah pasti memiliki kemampuan alamiah untuk bekerja dalam tingkat tekanan tinggi dan sekaligus secara multitasking. Tanpa itu, seluruh bisnisnya bakal berisiko gagal.

Erick yang gemar bola basket itu juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI periode 2006–2010, dan menjabat sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) selama dua kali, yaitu periode 2006–2010 dan periode 2010–2014. Pada tahun 2012 Erick pun dipercaya sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012.

Tumbuh dari lingkungan keluarga pembisnis, Erick adalah anak dari Teddy Thohir. Saudaranya Garibaldi "Boy" Thohir, seorang bankir investasi. Ia juga memiliki kakak perempuan bernama Rika. Sejak kecil Erick Thohir telah turut membantu bisnis keluarga.

Setelah lulus dari SMA N 3 “Teladan” Jakarta, Erick melanjutkan sekolahnya ke luar negeri. Tahun 1993, dia lulus program Master untuk Bisnis Administrasi (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California. Sebelum itu Erick memperoleh gelar sarjana (Bachelor of Arts) dari Glendale University.

Di antara semua itu tentu patut dicatat ialah keberhasilan perhelatan bergengsi di tingkat internasional, Asian Games ke-XVIII pada 2018, tentu tak bisa dilepaskan dari kepiawaian manajerialnya selaku Ketua Inasgoc.

Bukan saja perhelatan ini berhasil membawa kiprah olahraga Indonesia masuk urutan sepuluh besar dan bahkan capaian prestasinya berhasil melampaui target—yakni berada di peringkat keempat di mana perolehan medali emas sejumlah 31, perak 24 dan perunggu 43—sebagai perhelatan itu sendiri jelas juga mendulang kisah sukses besar.

Padahal jika diingat kembali momen persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 ini sesungguhnya terbilang singkat. Indonesia barulah ditunjuk sebagai tuan rumah perhelatan terbesar di Asia ini setelah Vietnam mengundurkan diri. Keputusan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-XVIII ini praktis baru diambil pada Maret 2016.

Implikasinya hanya tersisa waktu hanya dua tahun tiga bulan, Inasgoc harus menyiapkan berbagai fasilitas dan saran pendukung untuk menggelar perhelatan kelas dunia ini. Mulai dari renovasi venue, mempersiapkan atlet, hingga mengatasi berbagai masalah nonteknis, salah satunya adalah problem kemacetan di Jakarta.

Menariknya, di luar dugaan, minimnya waktu persiapan ternyata bukanlah jadi rintangan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Sebaliknya yang tampak mengemuka ialah justru besarnya antusiasme dari masyarakat terhadap pesta olahraga masyarakat Asia tersebut.

Pada suatu ketika Erick Thohir selaku Ketua Inasgoc mengungkapkan faktor utama yang membuat euforia Asian Games 2018 begitu terasa. Kemegahan opening ceremony dari Asian Games di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 18 Agustus 2018 menjadi kata kuncinya.

“Saya rasa ada key factor yang penting. Opening kita yang luar biasa, membuat masyarakat kita sangat percaya bahwa kita bangsa besar. Karena memang di opening itu kita selebrasi Indonesia untuk dunia, kita menunjukkan identitas kita untuk dunia,” kata Erick pada acara "Konser Terima Kasih Indonesia untuk Para Juara."

Kesuksesan Asian Games ke-XVIII yang tak kalah dengan kisah sukses perhelatan Asian Games ke-IV pada  1962 itu memang membuat Erick Thohir semakin bersinar terang dan kemudian membawanya melangkah mendekat pada lingkar ring satu di istana. Dalam Pemilihan Presiden di tahun 2019 lalu, Erick dipercaya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin.

Menyimak berbagai capaian prestasinya sudah tentu tidak aneh sekiranya sekarang Presiden Joko “Jokowi” Widodo kembali memberikan mandat dan kepercayaan kepada Erick Thohir untuk berkiprah dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan di dalam pemerintahan yang kedua saat ini sebagai Menteri BUMN. (W-1)