Bahasa | English


LINGKUNGAN HIDUP

Alternatif Pengganti Kantong Plastik

13 August 2019, 12:00 WIB

Problem sampah plastik, menjadi masalah serius yang mencemari lingkungan di Indonesia. Saat ini Indonesia menjadi penghasil sampah plastik yang dibuang ke laut terbesar kedua di dunia. Kini sudah banyak produk dibuat untuk menggantikan sampah plastik. Sebagian besar diproduksi di Indonesia.


Alternatif Pengganti Kantong Plastik Petugas panitia hewan kurban memasukkan daging sapi ke dalam bongsang atau keranjang bambu di Perumahan Baranangsiang Indah, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/8/2019). Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Hari Raya Idul Adha kemarin ada sesuatu yang tampaknya sedikit berbeda. Banyak panitia di berbagai masjid tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk mendistribusikan daging hewan kurban ke masyarakat. Sebagian besar menggantinya dengan besek, sebuah kotak yang terbuat dari anyaman bambu.

Memang harga besek jauh lebih mahal ketimbang kantong plastik. Tetapi jelas, kondisi sampah plastik yang sangat mengkhawatirkan membuat masyarakat mulai terbentuk kesadarannya untuk mengurangi kemasan plastik.

Industri kantong plastik sendiri memang berkembang sesuai dengan kebutuhan praktis masyarakat modern. Selain harganya murah, juga sifat praktisnya. Konsumsi plastik di Indonesia mencapai 17 kilogram per tahun dengan pertumbuhan 7% per tahun.

Nilainya juga tidak tanggung-tanggung. Untuk industri kantong kresek saja, bisa mencapai Rp600 miliar setahun. Belum lagi kemasan plastik bentuk lain.

Saking berkembangnya industri ini, sampai kini Indonesia dikenal sebagai penghasil sampah plastik di lautan nomor dua terbesar di dunia.

Alam menjadi sangat memprihatinkan. Plastik bukan saja berhamburan di daratan, tetapi juga merusak lautan. Di darat plastik tidak bisa diurai secara almiah. Ketika dibakar asapnya mengandung banyak racun. Sedangkan di laut, plastik bertebaran menganggu berbagai biota laut.

Serbuan sampah plastik ini memang sangat memprihatinkan. Pemerintah sendiri sudah mulai mengantisipasi ini dengan rencana menerapkan cukai terhadap kantong plastik. Bukan hanya itu, pemerintah juga akan memberikan insentif kepada industri yang mengurangi penggunaan plastiknya. Kini kalangan industri sudah mulai memproduksi berbagai bahan alternatif pengganti kantong plastik.

Salah satunya adalah Enviplast, produk kantong plastik dari bahan organik. Enviplast dibuat dari tepung tapioka. Bahkan untuk prosesnya, Enviplast tidak menggunakan bahan dari minyak bumi. Artinya, jauh lebih ramah lingkungan. Enviplast sendiri mudah terurai secara alami karena bahan dasarnya adalah tepung tapioka.

Untuk konsumsi di dalam negeri, Enviplast memang memang belum umum digunakan. Harganya memang dua kali lipat dibanding kantong plastik biasa. Tetapi pasar luar negeri yang memiliki kesadaran lingkungan lebih baik, mulai menggunakan produk asli Indonesia ini.

Selain berbahan dasar tapioka atau singkong, Indonesia juga memproduksi plastik dengan bahan dasar rumput laut. Orang mengenalnya dengan sebutan evoware. Bahkan jenis bahan plastik ini aman jika dikonsumsi manusia. Hanya saja, harga kantong plastik jenis ini sedikit lebih mahal.

Plastik berbahan dasar rumput laut membutuhkan pengolahan yang jauh lebih repot ketimbang menggunakan bahan tepung tapioka. Tetapi seratnya jauh lebih kuat. Karena struktur kimianya lebih mengikat.

Ada lagi bahan lain yang disebut Shrilk Biodegradable Plastic. Produk hasil temuan peneliti dari Harvard University ini sangat ramah lingkungan. Plastik ini terbuat dari bahan alami, yakni cangkang arthropoda. Di Amerika Serikat, produk plastik jenis ini sudah mulai banyak digunakan. Harganya secara rata-rata jauh di atas produk berbahan dasar tapioka atau rumput laut.

Dunia juga mengenal Nanocellulose. Sejenis plastik yang terbuat dari serat tanaman kecil. Plastik ini bertekstur padat. Cocok dijadikan gelas atau gerabah berbahan plastik. Plastik ini juga bagus digunakan sebagai komponen elektronik.

Ternyata susu sapi bisa juga menjadi bahan pengganti plastik. Tessa Silva-Dawson perusahaan asal Finlandia mendesain vas unik yang terbuat dari bahan mirip plastik. Mahasiswa Royal College of Art ini membuat vas dari susu sapi yang diekstraksi. (E-1)

Lingkungan Hidup
Sampah Plastik
Narasi Terpopuler
Jibaku Pemerintah Melawan Corona
Pengesahan anggaran senilai Rp405,1 triliun untuk berperang melawan virus mematikan, corona, tentu bukan hal mudah. ...
Stimulus sebagai Countercyclical Dampak Serangan Virus
Pemerintah memberi kelonggaran pembayaran cicilan kredit untuk pengemudi ojek, sopir taksi, nelayan, dan pelaku UMKM. Bank-bank dan lembaga pembiayaan siap mendukung. Sektor UMKM adalah pemain utama p...
Kemampuan Mutasi yang Lambat
Dibandingkan virus flu biasa, virus penyebab Covid-19 bermutasi dengan sangat lambat. Sehingga orang punya waktu dan kemampuan untuk menghadapinya dengan menciptakan vaksin. ...
Peran Daerah Semakin Penting
Berbagai langkah cepat dan serius dilakukan pemerintah demi menekan persebaran virus berbahaya, SARS COV-2. Termasuk, menegaskan adanya kewenangan daerah untuk menetapkan status kedaruratan bencana. ...
Rakyat Ditopang, Pengusaha Diringankan
Bantuan pemerintah untuk menanggulangi Covid-19 mencapai Rp158 triliun. Warga menerima bantuan tunai, pengobatan gratis, dan penundaan cicilan motor/mobil. Pengusaha menerima stimulus pajak, bea masuk...
Memastikan Ekspor Batu Bara dan CPO Tepat Sampai Tujuan
Hak eksklusif armada kapal nasional untuk angkutan ekspor batu bara dan CPO dicabut. Ketidaksiapan armada berbendera Indonesia, tak bisa dibiarkan menghambat arus ekspor di tengah kesulitan akibat Cov...
Jejak Terlacak, Penyebaran Tak Melonjak
Sejumlah negara memanfaatkan teknologi untuk penelusuran dan pelacakan mereka yang terpapar virus corona. WHO memuji Singapura yang dinilai cermat dalam menghambat persebaran virus. Bisakah penggunaan...
Pulau Nustual Kota Masa Depan di Indonesia Timur
Pulau Nustual ditetapkan sebagai lokasi pelabuhan kilang LNG dari Blok Masela. Kota Saumlaki dan Pulau Yamdena akan menjadi lokasi pusat pertumbuhan ekonomi. Bisnis ratusan triliun akan segera berguli...
Cucuran Keringat di Balik Jaket Hazmat
Pemerintah bertekad memberikan perlindungan maksimal bagi tenaga medis yang berada di garis depan melawan amukan Covid-19. Mereka diberi insentif khusus dan santunan. ...
Belajar dari Keberhasilan Negara Lain, Pemerintah Siapkan Dua Obat Covid-19
Pemerintah akan memberikan obat Avigan dan Chloroquine kepada pasien positif corona. Penggunaannya tak bisa sembarangan. ...