Bahasa | English


PENGHARGAAN

Asian of The Year untuk Jokowi

24 December 2019, 12:47 WIB

Presiden Jokowi memperoleh penghargaan prestisius karena dipandang mampu menjadi sosok pemersatu di masa yang penuh kekacauan dan gangguan di negeri yang heterogen ini.


Asian of The Year untuk Jokowi Presiden Joko Widodo tampil di halaman depan harian The Straits Times, Kamis (5/12/2019). Foto: Twitter Jokowi/The Straits Times

Baru saja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan penghargaan Asian of The Year 2019 dari Straits Times Singapura, Kamis (5/12/2019). Penghargaan itu diberikan karena Jokowi dianggap sebagai sosok pemersatu di masa yang penuh kekacauan dan gangguan di Indonesia.

Adapun penghargaan tahunan ini bertujuan untuk menghormati seseorang atau lembaga, yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat, bangsa, bahkan berdampak pada benua Asia. Jokowi dipilih oleh editor Straits Times karena ketangkasan dan keseriusannya dalam menavigasi arus lintas politik dalam negeri yang rumit. Juga karena keberhasilannya dalam urusan internasional.

Kemudian yang jadi penilaian adalah kepribadiannya yang membumi, kemampuan untuk berhubungan dengan orang-orang, berempati dengan rakyat jelata telah menarik hati banyak orang di dalam negerinya.

Di luar negeri, orang-orang memuji kemampuannya untuk memandang ke luar cakrawala dan bergulat dengan tantangan strategis yang dihadapi negaranya. Salah satu contoh pencapaian mantan Wali Kota Solo itu dunia internasional antara lain, keberhasilannya untuk menempatkan Indonesia sebagai jantung ASEAN.

Jokowi membuat para pemimpin negara-negara anggota mengadopsi 'ASEAN Outlook tentang Indo-Pasifik' yang dirancang oleh Indonesia, pada pertemuan ASEAN di Bangkok pada bulan Juni sebelumnya. Juga mempertahankan posisi netral kelompok regional di tengah meningkatnya persaingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), untuk supremasi di negara- negara wilayah tersebut.

Gagasan The ASEAN Outlook mendapatkan perhatian global. Gagasan tersebut berlandaskan pada prinsip-prinsip utama antara lain, keterbukaan, inklusivitas, dan sentralitas ASEAN. Gagasan ini merupakan pernyataan kunci dari kawasan untuk memilih netral dan mengambil jalannya sendiri, di tengah kompetisi kekuatan besar AS dan Tiongkok, yang hilir-mudik menginginkan dan menyerukan keberpihakan.

Dalam penjelasannya, gagasan atau ide ASEAN Outlook ini kemudian diadopsi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada Juni 2019 di Bangkok, Thailand. Adapun Presiden Jokowi juga dipercaya menjadi sosok dengan kekuatan dan persatuan regional.

Selanjutnya, Jokowi juga menjadi pemimpin yang dianggap pertama kali memperkenalkan konsep kerja sama berdasarkan prinsip-prinsip utama, termasuk keterbukaan, inklusivitas, dan sentralitas Asean, pada East Asia Summit di Singapura November tahun lalu.

Presiden Joko Widodo telah melakukan itu dengan sangat baik. Dia tidak hanya telah memenangkan masa jabatan kedua, tetapi juga telah membawa Indonesia bersamanya dan membawanya lebih maju.

Ketangkasan menghadapi persoalan di dalam maupun luar negeri oleh mantan Gubernur DKI Jakarta ini disebutkan, pantas memperoleh kehormatan dari penghargaan Asian of The Year 2019. Jokowi dinilai memiliki ketangkasan dalam menghadapi dan memimpin rumitnya persoalan, baik yang terjadi di dalam ataupun di luar negeri.

Menurut The Straits Times, Jokowi juga memiliki kepribadian yang supel, kemampuan untuk berhubungan dengan orang-orang dan dilengkapi dengan rasa empati pada rakyatnya. Jokowi juga dikenal sebagai seseorang pemimpin yang jujur dan efektif, yang terpilih melalui proses yang kompetitif dan demokratis.

Demikian juga dengan Asean. Ada banyak ruang baginya untuk memimpin lebih jauh jika Jokowi mengatur keterampilan politik yang cukup dan niat baik, yang ia bagikan bersama orang-orang di seluruh Asia.

Di sisi lain, suami dari Iriana Jokowi ini dipuji karena berhasil menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci di jantung Asean. Pemimpin Redaksi Singapore Press Holdings Warren Fernandez mengungkapkan, Jokowi piawai dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan negara lain.

Adapun di Asean, masih ada banyak ruang bagi Jokowi untuk mengarahkannya lebih jauh jika beliau menggunakan keterampilan politiknya yang piawai dan hubungan baik yang dimilikinya dengan negara lain.

Selain kedua hal di atas, Jokowi dinilai mampu menghidupkan ekonomi yang lesu, memberantas korupsi yang merajalela, hingga menangani peningkatan ekstremisme di Indonesia. Sementara saat bertugas di luar negeri, Jokowi juga dinilai mampu menunjukkan kemampuannya untuk terus membawa Indonesia melangkah ke depan dan mampu bersaing dengan tantangan strategis yang dihadapi negaranya.

Adapun tantangan strategis itu dijawab Jokowi melalui membangun rangkaian infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, jalan tol, hingga jembatan. Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga memperluas perlindungan sosial melalui kebijakan kesehatan dan bantuan tunai yang digalakkan dalam pemerintahannya.

Selain memajukan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, Presiden RI ke-7 itu pun menaruh perhatian khusus bagi persatuan dan keharmonisan Indonesia. Hal membuktikan keseriusannya dalam merealisasikan janji-janji politiknya.

Selain Jokowi, sejumlah pemimpin negara juga pernah mendapatkan penghargaan ini. Di antaranya adalah Perdana Menteri pendiri Singapura Lee Kuan Yew, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Terpilihnya Presiden Jokowi sebagai Asian of the Year versi majalah Straits Times Singapura menunjukkan kapabilitas Jokowi sebagai pemimpin. Tidak hanya diakui di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Hal ini membuktikan kemampuannya bernavigasinya di tengah berbagai persoalan besar yang muncul. Dia adalah seorang pemimpin alami yang tumbuh dari bumi. (E-1)

Penghargaan Jokowi
Sosial
Narasi Terpopuler
Lagi, Terobosan yang Kian Memudahkan
Pemerintah melakukan percepatan pembentukan Perda Rencana Tata Ruang dan pemberlakuan Online Single Submission di 57 kabupaten dan kota daerah tujuan investasi.  Semua disiapkan untuk mempermudah...
Yang Pergi dan Diharap Tidak Kembali
Pemerintah menutup pintu bagi bekas pendukung ISIS, kecuali yang di bawah 10 tahun. Otoritas Suriah tidak mau terlalu lama mengurusnya. Sebagian mereka seperti dibiarkan kabur. Badan internasional per...
Penghiliran Semakin Digenjot
Regulasi yang mengatur sektor itu perlu segera dibenahi dan diselaraskan sehingga memenuhi tuntutan bisnis di masa depan dan ekonomi bangsa ini. ...
Dam Kering di Hulu untuk Jakarta
Bendungan kering (dry dam) di Ciawi dan Bendungan Sukamahi hanya akan membantu menahan banjir Jakarta. Karena banyak pekerjaan lain di Jakarta yang perlu dilakukan secara bersamaan. ...
Babak Baru Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Australia
DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia/IA-CEPA menjadi undang-undang. UU itu diharapkan membawa kemajuan pada perdagangan ant...
Sinar Gamma di Bawah Pohon Mangga
Di Indonesia ada sekitar 1.200 lembaga yang mengoperasikan piranti radioaktif. Sebagian besar rumah sakit. Cemaran radiasi Cs-137 di Serpong diduga dari limbah piranti tersebut. Tak ada kebocoran di R...
Inikah Resep Mujarab Pemusnah Wabah?
Memasuki pekan ketiga Februari 2020, berarti sudah satu bulan berlalu sejak pertama virus Covid-19 menjangkiti manusia. Para ahli bekerja siang dan malam demi menemukan vaksin penangkal atau obat peny...
Berlipat Ganda dalam Sembilan Dasawarsa
Sepanjang 1930-2010 jumlah penduduk Indonesia berlipat 4,4 kali. Dekade pertama reformasi mencatat laju pertumbuhan penduduk lebih tinggi dari 1990-an. ...
Tertarik dengan Indonesia? Datang Saja ke BKPM
Inpres 7 tahun 2019 diberlakukan, semua urusan investasi hanya di BKPM. Pemerintah juga menerbitkan enam paket pendorong investasi. Semua untuk mendongkrak peringkat Ease of Doing Business (EODB) memb...
Roman dan Satire di Tengah Ancaman Corona
Kesan sarat kemewahan selalu melekat pada perjalanan wisata dengan kapal pesiar. Termasuk moda tersebut harus dialihfungsikan menjadi karantina bagi penyakit mematikan virus Corona Virus Desease 2019 ...