Bahasa | English


KEDAULATAN SUMBER DAYA ALAM

Dua Hadiah Tahun Baru untuk Indonesia

28 December 2018, 15:03 WIB

Sepertinya tutup tahun ini rakyat Indonesia bisa tidur dengan lebih nyenyak. Kisah tentang gunung emas yang dikeruk dan rakyat yang telantar sudah berakhir.


Dua Hadiah Tahun Baru untuk Indonesia Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait pelunasan divestasi PT Freeport Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Sumber foto: Antara Foto

Ada dua hadiah tahun baru, yang diberikan pemerintah kepada rakyat Indonesia. Pertama adalah tersambungnya jalan bebas hambatan dari Merak sampai Bakahuni. Kedua, Jokowi berhasil merebut kendali PT Freeport Indonesia dari tangan asing. Keduanya adalah mimpi lama yang tidak pernah bisa diwujudkan pemerintah sebelumnya.

Dua abad lalu, Pulau Jawa disambungkan oleh sebuah proyek paling ambius. Dandels membangun jalan mulai dari Anyer di Banten sampai Panarukan di Jawa Timur. Jalan itu membuka akses luar biasa. Walaupun kita tahu, pada pengerjaannya puluhan ribu pekerja rodi penduduk Indonesia menjadi korban.

Melalui jalan itu VOC bisa mengangkut berbagai hasil bumi dari pelosok Jawa menuju pelabuhan-pelabuhan untuk dikirim ke Eropa. Meskipun pembangunan jalan itu adalah lambang kekejian kolonialisme, karena rakyat dipaksa kerja rodi sampai mampus, toh kita tahu, sampai sekarang hasil kerja Gubernur Jenderal Dandels masih dinikmati oleh rakyat.

Terlepas dari latar belakangnya, sebuah akses transportasi pasti memiliki dampak ekonomi. Melalui jalan raya pos tersebut, Dandels mempersembahkan kemajuan ekonomi pada VOC. Pemerintah Hindia Belanda mengeruk semua kekayaan alam tanah Jawa, yang didistribusikan melalui jalan yang digagas Dandels.

Baru setelah dua abad lebih berlalu, seorang Jokowi hadir dengan gagasan infrastruktur yang sama ambisiusnya. Di tangannya tersambungkan sebuah jalan bebas hambatan dari Merak sampai ke Pasuruan. Dari ujung barat sampai ke ujung timur.

Proyek ambisius ini membuka ruang baru bagi tumbuhnya ekonomi rakyat. Jalur Pantura yang selama ini jadi tulang punggung, kapasitasnya tidak memadai lagi. Dari tahun ke tahun, pemerintah sebelumnya hanya sibuk menambal-nambal jalan. Tapi ketika kendaraan angkutan berbobot berat melalui jalan tersebut, aspal langsung sompal. Apalagi ketika lalu lintas padat seperti hari libur, Pantura berubah menjadi neraka. Kemacetan mengular di mana-mana.

Tersambungnya jalan bebas hambatan seluruh Jawa adalah mimpi lama yang tak kunjung terwujud. Dalam waktu empat tahun pemerintahan, Jokowi berhasil mewujudkannya.

Pada ujung tahun ini juga Jokowi mempersembahkan sebuah hadiah besar ke tangan pemerintah Indonesia. PT Freeport Indonesia yang total asetnya mencapai Rp2000 triliun kemarin secara resmi sudah berada dalam genggaman kita. Transaksi divestasi 51 persen saham Freeport dituntaskan.

Negoisasi pengambilalihan itu bukannya enteng. Bertahun-tahun pembicaraan dilakukan. Tekanan dan manuver berjalan. Freeport McMoran sebagai induk usaha berpikir dengan segala cara agar tambang emasnya tidak terlepas dari tangannya.

Tapi Jokowi ngotot. "Harus 51 persen. Jangan mundur," katanya menegaskan. Lantas para menterinya kembali lagi ke meja perundingan dengan tmnbahan semangat.

Sudah 72 tahun FI mengeruk gunung emas di Papua. Kekayaan alam Indonesia dibawa ke AS, memberi kesejahteraan orang yang jauh dari Papua. Sementara itu, rakyat Indonesia hanya kebagian “ampas rengginang” saja.

Ketika proses negoisasi itu terjadi, banyak ancaman dan informasi yang menakutkan. Freeport McMoran adalah perusahaan raksasa asal AS. Selama ini pemerintah AS selalu berusaha menekan siapa saja yang melawan korporasi mereka di luar negeri. Tapi Jokowi tidak bergeming.

"Saya berjumpa Trump. Dia gak ngomong soal Freeport, tuh. Jadi saya pikir informasi tersebut cuma menakut-nakuti saja," katanya ketika jumpa dengan pegiat media sosial.

Tidak gampang merebut perusahaan yang asetnya hampir setara dengan APBN kita. Berbagai hambatan terjadi. Kita gak tahu, apakah kasus-kasus kekerasan di Papua yang belakangan meledak lagi ada hubungannya dengan proses negosiasi itu.

Tapi semua bisa dilalui. 51 persen saham Freeport berada di tangan Indonesia. Dari jumlah itu, 10 persen diserahkan kepada Pemda Papua. Mereka membayar saham dengan mencicil dari deviden yang didapat.

Sepertinya tutup tahun ini rakyat Indonesia bisa tidur dengan lebih nyenyak. Bayangkan, puluhan tahun Freeport jadi momok dan mimpi kita. Kisah tentang gunung emas yang dikeruk dan rakyat yang telantar sudah lama kita dengar. Tapi semua seperti di luar jangkauan. Kini dipersembahkan untuk rakyat. (E-1)

Ekonomi
Energi
Investasi
Narasi Terpopuler
Trans-Sumatra, Ruas Pertama Tol di Serambi Mekah
Ruas pertama jalan tol segera beroperasi di Aceh. Panjang Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) akan mencapai 672 km. ...
Antisipasi Amukan Si Jago Merah di Lahan Hutan
Musim kemarau tiba. Presiden mengingatkan untuk mengantisipasi kebakaran hutan. Beberapa langkah telah dilakukan. ...
Bisnis Teknologi Finansial, Tumbuh Bagai Cendawan di Musim Pandemi
Bisnis teknologi finansial tumbuh berkat kepercayaan yang baik pada industri ini. Pemerintah memberikan dukungan. Ekonomi digital bisa mendongkrak ekonomi nasional 10 persen. ...
Jakarta Merona Jingga, Surabaya Merah Menyala
Zona hijau dan kuning meningkat dari 226 (44 persen) menjadi 300 (58 persen) kabupaten/kota. Sejumlah kota besar kesulitan keluar dari zona merah atau jingga. Protokol kesehatan tak boleh ditawar. ...
Agar Konsumen Tenang Belanja Online
Pada 2019, jumlah aduan terkait perdagangan dengan sistem elektronik melonjak ke 1.518 kasus. Banyak kasus lain yang tak dilaporkan. Transaksi dengan sistem elektronik rawan penipuan. ...
Pendirian Teguh Indonesia Sikapi Aneksasi Israel
Indonesia sejak awal menolak keras rencana pemerintahan Benjamin Netanyahu untuk mengklaim wilayah di Tepi Barat sebagai milik Israel. ...
Kakak Asuh Mengawal UMKM di Pasar Digital
Sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilibatkan dalam pengembangan Pasar Digital (PaDi) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Platform ini akan membantu monitoring belanja BUMN pada UMKM. ...
Jadi Anggota Dewan, Indonesia Miliki Peluang Strategis
Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap dalam Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau The United Nations Economic and Social Council (ECOSOC) untuk masa tiga tahun mulai ...
Agar Semua Pulih di Kuartal IV
Ekonomi global diprediksi baru pulih pada 2021 dengan syarat didukung oleh berbagai langkah stimulus. Indonesia bisa pulih lebih cepat. ...
Perangi Infodemi di Tengah Pandemi
Ada seruan perang melawan infodemi dari Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Efeknya bisa memicu kekerasan dan memecah belah komunitas. Nama besar Bill Gates dan peraih Nobel Profesor Tasuku Honjo...