Bahasa | English


ARAH KEBIJAKAN

Menerobos Dunia Pendidikan

14 November 2019, 10:49 WIB

Mendikbud Nadiem Makarim bukan orang yang acap berkecimpung di dunia pendidikan. Tapi dia diharapkan justru mampu membawa dunia pendidikan Indonesia setara dengan negara lain.


Menerobos Dunia Pendidikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kedua kanan) saat mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong yang ambruk di Pasuruan, Jawa Timur Kamis (5/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Sebuah video beredar. Isinya gambar seorang menteri yang baru saja mendarat di Bandara Juanda, Surabaya. Berkemeja hitam, celana jeans agak ketat dengan tas ransel dibawa sendiri. Jika saja tidak ada penyambutan dari staf Kemendikbud Surabaya, mungkin orang tidak tahu bahwa seorang pejabat baru saja mendarat.

Nadiem Makariem memang menteri dengan gaya milenial. Mantan Bos Gojek ini ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Mendikbud. Tentu banyak orang kaget, bagaimana orang yang selama ini tidak banyak bersentuhan dengan dunia pendidikan, tetiba mengisi posisi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Banyak pihak berharap dari terpilihnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Apalagi, kondisi pendidikan Indonesia masih jauh di bawah harapan. Ditambah juga, baru saja terdengar kabar tentang ambruknya atap sekolah SDN Gentong I Pasuruan yang menewaskan dua orang.

Bukan hanya soal mutu pendidikan, kualitas sarana dan prasarana juga banyak yang mesti diperbaiki. Sehingga di kemudian hari, hal-hal tragis itu tak perlu terulang.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani telah membandingkan kondisi anak-anak Indonesia dengan negara lain, terutama dalam hal pendidikan.  Menurut dia, kualitas pendidikan di Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Vietnam. Dalam beberapa PISA test, anak-anak Indonesia mendapatkan nilai yang lebih rendah. Padahal, Indonesia lebih dulu menjalankan komitmen 20 persen APBN untuk pendidikan.

Indonesia memang sejak 2009 sudah menjalankan anggaran 20% untuk pendidikan. Sementara pola itu belum diterapkan di Vietnam, misalnya. Sayangnya dalam kemampuan matematika, anak-anak Vietnam bisa mendapat nilai 90, sedangkan anak-anak kita 70 sampai 50.

Terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Mendikbud menjadi angin segar dalam stagnasi dunia pendidikan Indonesia. Ia diharapkan mampu membuat terobosan baru yang luar biasa. Mengingat betapa tertinggalnya dunia pendidikan kita.

Sebagai salah satu upaya terobosan, Nadiem diketahui mengadakan pertemuan dengan sejumlah asosiasi guru. Nadiem masih banyak mendengarkan keluhan dari sejumlah asosiasi guru.

Terlihat bahwa Nadeim ingin mengarahkan output pendidikan kita agar bisa menjawab tantangan ke depan dengan berbasis pada penguasaan teknologi. Pengajaran komputer untuk anak sekolah, misalnya, sudah tidak cukup hanya diajarkan aplikasi. Tetapi bagaimana membuat program. Itu jauh lebih penting.

Pendidikan Masa Depan

Setidaknya dalam pertemuan Mendikbud Nadiem dengan 22 organisasi guru bisa memberikan sedikit gambaran bagaimana dunia pendidikan kita ke depan akan dijalankan.

Pertemuan itu sendiri menghasilkan beberapa butir kesimpulan. Pertama, mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Pendidikan Karakter berbasis agama dan Pancasila menjadi mata pelajaran utama di Sekolah Dasar. Oleh karena itu, Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP dan SMA dihapuskan karena seharusnya sudah dituntaskan di SD. Pembelajaran bahasa Inggris fokus ke percakapan, bukan tata bahasa.

Kedua, jumlah mata pelajaran di SMP menjadi maksimal 5 mata pelajaran dengan basis utama pembelajaran pada coding dan di SMA menjadi maksimal 6 mapel tanpa penjurusan lagi. Mereka yang ingin fokus pada keahlian tertentu dipersilakan memilih SMK.

Ketiga, SMK karena fokus pada keahlian maka harus menggunakan sistem SKS, mereka yang lebih cepat ahli bisa menuntaskan SMK dua tahun atau kurang, sementara mereka yang lambat bisa saja sampai 4 tahun dan ujian kelulusan SMK pada keahliannya, bukan pada pelajaran normatif dan adaptif. SMK tidak boleh kalah dari BLK yang hanya 3, 6, atau 12 bulan saja.

Keempat, jabatan pengawas sekolah dihapuskan hingga jumlah guru yang dibutuhkan mencukupi. Jabatan pengawas sekolah boleh diadakan kembali jika jumlah kebutuhan guru sudah terpenuhi, tidak ada lagi guru honorer dan semua guru sudah berstatus PNS atau Guru Tenaga Kontrak Profesional dalam Status PPPK dengan pendapatan minimal setara upah minimum yang ditetapkan pemerintah.

Kelima, seluruh beban administrasi guru dibuat dalam jaringan (online) dan lebih disederhanakan, RPP cukup 1-2 halaman tapi jelas tujuan dan aplikasi pembelajarannya, tak ada lagi berkas administrasi dalam bentuk “hard copy”, verifikasi keaslian dilakukan secara acak dengan kewajiban menunjukkan berkas asli, bukan fotokopi.

Keenam, pengangkatan guru berdasarkan kompetensi dan kebutuhan kurikulum yang nantinya dibuat. Uji Kompetensi Guru wajib dilaksanakan minimal sekali dalam tiga tahun.

Ketujuh, pendapatan guru minimal mencapai upah minimum yang ditetapkan pemerintah berdasarkan minimal kelayakan hidup.

Kedelapan, mengatur kembali penentuan sekolah daerah tertinggal-terpencil-terdepan-terbelakang sesuai kondisi sekolah, bukan berdasarkan data Kemendes. (E-1)

Dunia Pendidikan
Sosial
Narasi Terpopuler
Robot Menantang Dunia Kerja
Perkembangan automatisasi serta kecerdasan buatan merupakan tantangan baru bagi para pekerja. Akan banyak bidang-bidang pekerjaan yang tergantikan oleh mesin. Para pekerja perlu meningkatkan kemampuan...
Perang Dagang Masih Akan Berlanjut
Kebijakan proteksionis ala Donald Trump menjadi faktor utama terjadinya perang dagang dunia, yang memicu instabilitas ekonomi. Jikapun dalam Pemilu AS Oktober nanti Trump tidak terpilih, tak otomatis ...
Ketika Rezim Cost Recovery Jadi Opsi Lagi
Menteri ESDM mempertimbangkan kembali hadirnya kontrak bagi hasil penggantian biaya operasi (cost recovery) bagi wilayah kerja baru dan terminasi. ...
Arus Liar Di Balik Agenda Amendemen
Presiden Jokowi merasa terganggu oleh wacana amendemen yang melebar. Amendemen UUD perlu situasi khusus, yakni ketika visi politik sebagian besar elemen masyarakat telah terkonsolidasikan. ...
Dari Cikarang Lewat Patimban ke Pasar Dunia
Pelabuhan Patimban Subang akan jauh lebih besar dari Tanjung Perak dan Makassar. Dermaga terminal (hasil reklamasi) memberi kedalaman 17=18 meter hingga dapat melayani kargo ukuran ultra-large yang ta...
Membangun Industri Sawit Berkelanjutan
Setelah berproses sejak 2014, di penghujung tahun ini akhirnya Presiden Joko “Jokowi” Widodo menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perke...
Komitmen Hutan Mangrove dan Padang Lamun
Indonesia terus mencari peluang kerja sama pengendalian emisi karbon di arena COP ke-25 di Madrid. Prioritasnya menekan angka deforestasi, reboisasi hutan kritis, dan restorasi gambut. ...
Kemensos Fokus Penurunan Stunting dan Kemiskinan
Anggaran Kementerian Sosial kelima terbesar dalam APBN 2020. Kegiatan akan difokuskan pada penanganan stunting dan pengurangan kemiskinan. ...
Lompatan Katak Kendaraan Listrik
Pemerintah Indonesia mematok target produksi dua juta motor listrik pada tahun 2025. Pemerintah  diminta segera melakukan disain peta jalan BEV tanpa harus menunggu kesiapan industri komponen uta...
Menuju Fasilitator Perdagangan Kelas Dunia
Pelindo II atau Indonesia Port Corporation atau disingkat IPC akhir tahun 2019 ini merayakan ulang tahunnya yang ke-27. IPC telah menyusun road map hingga 2024. Di mana pada 2024, IPC memiliki target ...